Iklan

“Pejuang Masjid” itu Telah Tiada

Serambimata.com – Di saat beliau ingin membahas tentang persoalan kemasjidan dan keumatan, beliau sering tak kenal waktu mengajak saya dan sahabat-sahabat seperjuangan lainnya untuk berkumpul, pagi, siang bahkan memasuki tengah malam. Tempat pertemuan pun beliau tak pernah pilah-pilih, hampir setiap rumah pernah beliau singgahi bahkan beliau tak segan untuk mengajak untuk bertemu di warung-warung kecil hingga cafe trotoar sekedar membahas garis-garis perjuangan.

Read the rest of this entry

Iklan

Fakta Di Balik Siswa SMP di Ponorogo Mengacungkan 2 Jari Saat Jokowi Lewat

Foto ini benar adanya, jd gak usah baper. Ini benar terjadi dan bukan hoax.
Memang benar adanya Pak Jokowi melintasi dengan menggunakan mobil spt itu, dan melintasi area kubu sebelah, juga disambut anak² SMP yang digiring oleh lelaki yang bukan guru atau wali kelas sekolahnya.
———–
Ceritanya, ada salah satu wali murid yang datang ke sekolah anaknya dengan menyayangkan kegiatan tersebut. “kenapa anak² SMP diarahkan seperti itu ketika kunjungan Presiden lewat dihadapannya ?, bukankah anak² diajak utk menyambut Presiden, kok malah diajak spt itu , tanya wali murid dengan nada yg kecewa kepada salah seorang Guru.
Setelah dikonfirmasi pihak sekolah, pria berbaju putih tsb bukan guru mereka. Anak² pun dipanggil dan ditanya. Ternyata anak² SMP tsb hanya diajak oleh pria berbaju putih utk mengacungkan jempol & jari telunjuk salah tangannya ketika nanti Pak Jokowi melintas didepanya “ya, ini simbol kampanye Pak Jokowi dek, kata Pria tsb. Ungkap beberapa anak ketika ditanya gurunya.
Kami tidak tahu pak, kalau simbol jari itu justru bukan simbol kampanye lawannya Pak Jokowi, imbuh kawannya.

Tindakan Okulatif & Manipulatif informasi dari kubu sebelah memang luar biasa dalam membuat perpektif buruk terhadap kubu jokowi. Bahkan anak² SMP yang ingin menyambut Presidennya saja dipelintir spt itunya. Pak Jokowi ke Ponorogo bukan dalam rangka berkampanye, tapi membagikan sertifikat tanah, sekaligus secara mendadak meninjau pembangunan Waduk Bendho yang terbekelai & terkendala masalah sejak sebelum Pak Ipong Muchlisoni menjabat sbg Bupati Ponorogo.
Namun Pak Jokowi pd foto tsb tetap menyapa dengan melambaikan tangannya. Beliau sangat sadar & berbesar hati bahwa demokrasi memberikan kebebasan kepada rakyatnya utk mendukung siapapun, bahkan bersebrangan dengannya.

Robby Sastrosentiko

Akhirnya, Muhibah Umat Periode 2 Sudah Berada Di Penghujung Perjalanan

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KHR Abdullah Faqih Gufron dan Peserta Muhibah Umat saat berkunjuk ke salah satu tokoh masyarakat Palangan

Serambimata.com – Pagi masih remang-remang, penasihat DMI Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy baru saja selesai menyampaikan nasihat-nasihatnya melalui kuliah subuh di masjid Mabdaus Salam dusun Palangan Timur desa Palangan kecamatan Jangkar, Situbondo. Beliau, Ketua DMI KHR Abdullah Faqih Gugron, peserta Muhibah Umat dan sebagian warga tidak langsung ke tempat menginap atau ke rumah masing-masing, melainkan menuju rumah-rumah warga/tokoh masyarakat di dusun Palangan Timur.

Read the rest of this entry

Kapolres: Situbondo Satu-satunya Kabupaten Nihil Radikalisme, Ada Peran DMI di Dalamnya

Kapolres Situbondo saat memberikan sambutan beberapa saat sebelum melepas peserta Muhibah Umat

Serambimata.com – Muhibah Umat 2 memasuki tahap akhir di penghujung tahun 2018. Kegiatan dakwah ke daerah pedalaman, kampung-kampung dan dusun yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo itu didukung dan diapresiasi banyak pihak terutama Kepolisian Negera Republik Indonesia Reesort (Polres) Situbondo dan TNI sebagai mitra DMI Situbondo dalam berbagai kegiatan selama ini.

Read the rest of this entry

Berselancar di Pantai “Al Mukhtar”

Serambimata.com – Sudah melampaui pukul 22.00 Wib, saya baru sampai di pantai Lebuk, desa Sumberejo kecamatan Banyuputih, Situbondo. Di pantai yang bersebelahan dengan palelangan sederhana itu, di hamparan pasir yang cukup luas, saya melihat sebagian pemuda Sukorejo yang tergabung di Majlis Dzikir Basmalah (MDB) sudah berada di lokasi acara yang digelar sekali dalam 41 hari dengan berpindah-pindah tempat itu. Ada yang duduk santai, ada pula yang asyik bakar jagung sambil menikmati nasyid yang dipersembahkan grup hadrah Al Banjari, Hassan bin Tsabit.

Read the rest of this entry