TEKNIK DAN ETIKA DISKUSI ILMIAH

diskusi

Oleh : Mr. Hans

PENDAHULUAN

Kata etika sering didentikkan dengan moral atau moralitas, keduanya sering digunakan secara sinonim. Dalam Kehidupan sehari-hari kata etika (ethics) sering dipertukarkan atau dianggap sama dengan kata etiket. Kedua istilah ini mempunyai pengertian dan penggunaan yang berbeda sekalipun dalam kasus-kasus tertentu, apa yang disebut pelanggaran etiket (tidak sopan) juga dapat berupa pelanggaran etika (tidak etis).

Kata “ etika” mempunyai dua arti. Pertama, etika sebagai suatu cabang filosofi; kedua, sebagai objek atau materi dalam kajian filosofi tersebut. Filosofi moral meliputi dua masalah utama: (a) meta – etika yang menganalisis arti dan sifat elemen moral normatif dalam tindakan, pikiran, serta bahasa manusia dan (b) etika normatif yang menyangkut penilaian elemen tersebut dengan memberikan dan menilai kriteria untuk membenarkan peraturan dan penilaian (judgment) tentang hal yang secara moral disebut benar dan salah atau baik dan buruk. Etika normative mempunyai implikasi langsung dengan tindakan, sifat, institusi, dan cara hidup manusia yang seharusnya.

 

DISKUSI ILMIAH

Kata diskusi berasal dari bahas Latin discutio atau discusum yang berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion yang berarti perundingan atau pembicaraan. Dari segi istilah, diskusi berarti perundingan/bertukar pikiran tentang suatu masalah: untuk memahami, menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi ini dapat dilakukan oleh dua-tiga orang, puluhan, dan bahkan ratusan orang. Pada hakikatnya, diskusi merupakan suatu cara untuk mengatasi masalah dengan proses berpikir kelompok. Oleh karena itu, diskusi merupakan kegiatan kerja sama yang mempunyai cara-cara dasar yang harus dipatuhi oleh seluruh kelompok.

Diskusi kelompok berlangsung jika orang-orang yang berminat dalam suatu masalah khusus berkumpul dengan sengaja untuk mendiskusikan suatu hal untuk menyelesaikan suatu masalah. Bagi suatu diskusi yang efektif, istilah kelompok merupakan suatu keseluruhan yang dinamis dengan sifatsifat yang berbeda dari sifat-sifat anggota-anggota kelompok secara perseorangan.

Gagasan-gagasan yang dihasilkan suatu kelompok tidak akan dapat dihasilkan oleh satu anggota kelompok secara pribadi. Dalam mencapai tujuan diskusi, pribadi-pribadi dalam suatu kelompok saling tergantung satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan akhir yang bersifat tunggal. Agar tidak kehilangan arah, salah seorang dari peserta diskusi harus bertindak sebagai ketua/pemimpin/moderator. Karena adanya partisipasi anggota diskusi, maka kesimpulan yang dihasilkan merupakan hasil pemikiran bersama.

Kata ilmiah pada diskusi ilmiah memberikan makna khusus. Diskusi tersebut mempunyai cara-cara yang lebih khusus dan kesimpulan yang dihasilkan oleh diskusi tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu.

Perbedaan itu terutama disebabkan bukan hanya karena materinya yang harus menyangkut keilmuan, tetapi juga karena asas moral yang melatarbelakangi ilmu. Asas moral tersebut sangat mempengaruhi teknik berdiskusi dan hasil diskusi. Dengan asas moral seperti itu, semua proses dalam pelaksanaan diskusi dari persiapan diskusi sampai penyebarluasan simpulan harus memenuhi etika keilmuan.

 

Macam Teknik Diskusi

Ada beberapa macam teknik diskusi yang dapat digunakan baik untuk diskusi ilmiah maupun non lmiah.

 

  1. Diskusi meja bundar

Jika jumlah diskusi tidak terlalu banyak ( 5 — 15 orang), diskusi meja bundar dapat dilakukan. Seorang ketua ditunjuk untuk memimpin diskusi.

  1. Diskusi berkelompok (buzz groups)

Jika peserta banyak dan yang didiskusikan bermacam-macam, diskusi dapat dilaksanakan dalam kelompok – kelompok. Tiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua (kelompok). Demikian juga, diskusi antar kelompok dipimpin oleh seorang ketua.

 

  1. Diskusi panel

Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang di hadapan sekelompk pendengar mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Diskusi dipimpin oleh seorang moderator.

Pada saat diskusi, para anggota panel duduk berjejer menghadap ke arah para pendengar. Moderator duduk di tengah para anggota panel.

 

Urutan diskusi :

 

  1. Pendahuluan. Pertama-tama, ketua mengumumkan pokok pembicaraan dan menjelaskan berbagai istilah yang harus didefinisikan. Setelah itu, ketua memperkenalkan para anggota panel dan mengemukakan tahap khusus pokok pembicaraan yang akan diutarakan setiap anggota panel.

 

  1. Pembicaraan prasaran oleh para anggota panel. Setelah diperkenalkan, anggota panel secara bergiliran menyampaikan prasaran mereka.

 

  1. Diskusi bebas. Setelah para anggota panel selesai mengemukakan prasaran, anggota panel dipersilakan untuk memberikan komentar terhadap gagasan lain, menerangkan berbagai hal yang memerlukan penyelesaian yang lebih rinci, dan mempertahankan pernyataan yang ditentang.

 

  1. Peran serta pendengar. Kalau diskusi antarpanelis telah dianggap cukup, ketua/moderator mempersilakan para pendengar untuk mengemukakan pendapat atau pertanyaan mereka kepada anggota panel.

 

  1. Rangkuman. Pada akhir diskusi, ketua merangkum hasil diskusi dengan jalan menyatakan butir – butir yang sama-sama disepakati, yang masih menimbulkan perbedaan pendapat, dan butir-butir yang tidak disepakati anggota panel dan pendengar.

 

ETIKA BERDISKUSI

 

Penyelenggara

 

Dalam penyelengaraan suatu diskusi, kepanitiaan biasanya terdiri dari ketua umum, panitia pengarah, dan panitia pelaksana. Sebaiknya ketua umum juga merangkap keanggotaan panitia pengarah agar pelaksanaan diskusi sesuai dengan permasalahan yang ingin diatasi.

Tugas panitia pengarah dan pelaksana tergantung dari tujuan, jenis, dan “besarnya” cakupan diskusi.

Tugas panitia pengarah

Panitia pengarah bertugas :

  1. Menerjemahkan tujuan diskusi secara jelas dan rinci.
  2. Menerjemahkan tujuan diskusi ke dalam topik-topik diskusi (yang sesuai).
  3. Menentukan pemakalah yang akan diminta menulis dan membawakan topik diskusi.
  4. Menyusun jadwal kegiatan diskusi.
  5. Menyusun tim perumus jika diperlukan suatu tim perumus.
  6. Menulis laporan hasil diskusi.
  7. Menyunting makalah baik sebelum maupun sesudah presentasi.
  8. Menyunting rumusan diskusi.
  9. Menyusun proseding hasil diskusi.

 

Panitia Pelaksana

Tugas pelaksana adalah menyukseskan diskusi dengan menyiapkan sarana diskusi. Kadang-kadang hal yang dianggap kecil sering menjadi batu sandung keberhasilan penyelenggaraan diskusi.

Hal yang tidak layak, jika peserta diskusi sudah hadir dan penyelenggara masih sibuk menyiapkan overhead proyektor misalnya. Lebih tidak layak lagi, jika tamu sudah datang, petugas belum hadir. Pembicara sudah hampir selesai dengan prasarannya, air bening baru dihidangkan.

Hal-hal penting bagi petugas pelaksana dalam kesekretariatan:

  1. Semua kelengkapan diskusi harus sudah dicek sehari sebelum diskusi dimulai. Suku cadang berbagai peralatan harus disiapkan.
  2. Nama peserta, atau siapa pun yang terlibat dalam diskusi jangan diubah.
  3. Baik ejaan maupun redaksi makalah lebih lebih isinya jangan diubah.
  4. Orang yang diundang untuk menyajikan suatu makalah hendaknya tahu betul apa yang diharapkan darinya. Term of reference diskusi dan judul hendaknya disertakan dalam surat permintaan untuk dapat menyiapkan sesuai dengan tujuan diskusi.
  5. Makalah yang telah disunting panitia pengarah hendaknya segera disampaikan kepada pemakalah untuk mendapat persetujuan.
  6. Setelah selesai diskusi, segera menulis laporan pelaksanaan dan meggabungkan dengan laporan panitia pengarah.
  7. Mengirimkan proseding hasil diskusi kepada individu/instansi yang terkait dengan diskusi.

 

Ketua Diskusi

Setiap jenis diskusi mempunyai ketua/moderator yang didampingi oleh seorang para penulis agar hasil diskusi dicatat secara sistematis. Seorang moderator yang baik tidak bertindak sebagai komandan, guru, lebih-lebih bukan sebagai penceramah/pemakalah tandingan. Tugas seorang moderator adalah mengatur lalu lintas pembicaraan dalam diskusi. Ia harus memberikan arah yang jelas dan selalu mendorong peserta diskusi agar selalu bergerak maju. Jika terjadi kelambanan, ia harus mampu melancarkan kembali jalannya diskusi. Juga, jika pembicaraan menyimpang dari garis yang telah ditentukan, ketua harus mampu meluruskan kembali.

Supaya dia dapat menjalankan perannya agar diskusi berjalan lancar, tertib, dan mencapai tujuan, seorang moderator harus mampu menghargai setiap pendapat yang dikemukakan dalam diskusi, sabar, jujur, ramah, dan tidak berat sebelah.

Hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang ketua:

  1. Menyiapkan diskusi secara matang. Membaca, membuat catatan, dan berpikir tentang masalah yang didiskusikan merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan seorang ketua/moderator.
  2. Mengumumkan judul atau masalah dan mengemukakan tujuan diskusi.
  3. Menyediakan serta menetapkan  waktu. Moderator harus menyediakan waktu untuk mengucapkan kata-kata pendahuluan, diskusi, dan suatu rangkuman singkat.
  4. Menjaga keteraturan diskusi. Ketua diskusi harus bertindak tegas dan bijaksana. Pada saat yang sama, ketua hanya mengizinkan seorang saja yang berbicara. Setiap penanya harus mendaftarkan diri untuk bertanya misalnya dengan mengacungkan tangan.
  5. Memberi kesempatan kepada setiap orang yang ingin mengemukakan pendapat. Prioritas hendaknya diberikan kepada oarng yang belum mendapat kesempatan bertanya.
  6. Menjaga agar minat para peserta tetap besar.
  7. Menjaga agar diskusi tetap bergerak maju. Ketua harus mengarahkan diskusi untuk mencapai tujuan diskusi.
  8. Mencatat hal-hal yang penting selama diskusi berlangsung.
  9. Membuat rangkuman singkat pada akhir diskusi. Rangkuman ini merupakan hal-hal yang disepakati dalam diskusi penceramah dan peserta diskusi. Hal-hal yang belum disepakati termasuk yang harus dimasukkan ke dalam rangkuman.

Makna “ yang disepakati” adalah pendapat/temuan dengan argumentasi/bukti yang paling kuat. Jika argumentasi sama kuatnya, ketua mengategorikan hal tersebut sebagai hal “ yang belum disepakati”. Hal yang tidak disepakati ini dapat menjadi dasar bagi peserta diskusi untuk meneliti kembali sehingga dapat mendapatkan jawaban yang lebih benar dengan bukti yang lebih kuat.

Berikut ini sejumlah hal yang harus diingat oleh ketua/moderator diskusi :

Harus :

  1. Mengajukan pertanyaan yang “provokatif”.
  2. Menjadi pendengar yang baik.
  3. Berpikiran terbuka.
  4. Menjamin peran serta yang merata.
  5. Memimpin dengan kemahiran memimpin.
  6. Menangkap makna pembicaraan pembicara.
  7. Berpikir mendahului kelompok.
  8. Mendorong peserta diskusi untuk berpikir.
  9. Menumbuhkan suasana saling membantu

10.Berusaha sensitif

11.Berlaku jujur tentang hal yang tidak dikuasai.

12.Bersikap bersahabat.

 

Jangan :

  1. Memaksakan pendirian sendiri.
  2. Berselisih.
  3. Bersilat lidah.
  4. Mencemooh.
  5. Berbicara terlalu banyak.
  6. Bertingkah berlebihan.
  7. Lupa diri.
  8. Mengalami kehilangan kesabaran.
  9. Terlambat memulai diskusi.
  10. Terlambat menutup diskusi.

11.Bersikap angkuh.

12.Bersikap terlalu serius.

13.Menggunakan kata-kata yang tidak dimengerti peserta.

14.Mencela diskusi.

 

Pembicara/pemakalah

Hal-hal yang harus dilakukan oleh pemakalah yang baik :

  1. Pemakalah harus menulis/berdiskusi sesuai dengan topik yang diminta atau dengan tujuan diadakannya diskusi. Untuk keperluan ini. Pemakalah harus membaca dengan cermat apa yang diminta dan apa yang tercantum dalam term of reference.

Sekiranya tidak setuju dengan topik yang diminta, pemakalah harus segera menghubungi panitia pengarah guna merundingkan perubahan ini supaya tidak menyimpang dari tujuan diskusi.

  1. Pemakalah datang tepat pada waktunya.
  2. Pemakalah mencoba terlebih dahulu alat bantu yang akan digunakan.
  3. Waktu berbicara, pemakalah menjaga kontak mata dengan hadirin dan tidak hanya melihat ke layar tayangan.
  4. Pemakalah mengakui argumentasi yang lebih kuat (tidak berdebat kusir).
  5. Pemakalah mengakui jika tidak mengetahui sesuatu yang ditanyakan peserta.
  6. Pembicara tidak menganggap adanya pertanyaan yang tolol.
  7. Pembicara tidak melebihi waktu yang disediakan untuknya.
  8. Pembicara mengusai permasalahan.

10.Pembicara menggunakan alat bantu secara efektif.

 

Peserta /pendengar

Peserta diskusi yang sopan dan etis akan memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Turut mengambil bagian dalam diskusi.
  2. Berbicara hanya kalau sudah diizinkan moderator.
  3. Berbicara dengan tepat, tegas, lugas, dan jelas.
  4. a) Jangan menjadi pemakalah tandingan.
  5. b) Hindarkan menggunakan kata-kata”pendahuluan” yang terlalu banyak (kita harus ingat bahwa orang lain menunggu giliran untuk berbicara).
  6. c) Hindarkan kata-kata gagah yang maknanya kurang dikuasai.
  7. Menunjang pertanyaan/pernyataan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, dan pendapat para ahli yang sesuai / relevan.
  8. Mengikuti diskusi dengan penuh seksama. Jika Anda tidak berminat terhadap topik diskusi, jangan memenuhi undangan yang diberikan kepada anda.
  9. Mendengarkan dengan penuh perhatian.
  10. Bertindak sopan dan bijaksana.
  11. Mencoba memahami pendapat orang lain.
  12. Menghadiri diskusi dengan hati yang bening tanpa preconditioned thinking.

 

Kiat untuk Menjadi Pendiskusi yang Sukses

  1. Menguasai the state of the art Permasalahan

Pendiskusi yang baik adalah orang yang sungguh-sungguh siap. Siap berarti menguasai materi dan menguasai peraturan main. Cara yang tepat untuk penguasaan ini adalah membaca sebanyak-banyaknya tentang semua materi yang relevan yang menyangkut perkembangan-perkembangan yang terbaru.

Dalam diskusi ilmiah menguasai semua teori yang relevan dan yang meliputi perkembangan yang baru sangat penting. Dalam diskusi ilmiah, siapa yang menguasai the state of the art dialah yang merupakan bintang diskusi. Siapa yang paling lemah dalam berargumentasi, dialah yang menjadi bulan-bulanan. Mengusai the state of the art suatu materi

berarti memenangkan argumentasi dan mungkin menjadi juru selamat diskusi dari berbagai kesimpulan yang sudah basi.

  1. Menguasai bahasa Indonesia dan asing yang baik dan benar

Semua pendiskusi (pembicara, moderator, peserta biasa) yang efektif adalah yang dapat menyatakan pikirannya dalam susunan yang logis dan sistematis. Membuat kalimat yang sederhana, tepat dan benar lebih sulit daripada membuat kalimat-kalimat panjang dan rumit.

Semakin sederhana suatu kalimat, semakin mudah dimengerti dan semakin menjamin kelancaran diskusi. Untuk ini para pendiskusi harus berlatih bukan hanya dalam bahasa tulisan tetapi juga bahasa tutur.

 

15 ETIKA UMUM BERDISKUSI :

  1. Niat

Hendaklah  tidak mempunyai maksud untuk menunjukkan kepandaian dan keluasan wawasannya dalam setiap perbincangan, atau mengangkat dirinya atas orang lain dengan meremehkan lawan bicara, atau membanggakan diri untuk mendapatkan sanjungan.

  1. Situasi yang Kondusif

Situasi yang melingkupi kita menyangkut tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan manusianya.

  1. Ilmu

Janganlah memperbincangkan suatu tema yang kita sendiri tidak mengerti dengan baik dan janganlah kita membela suatu pemikiran, jika kita tidak yakin dengan pemikiran tersebut.

  1. Jangan Mendominasi Pembicaraan

Pelaku diskusi atau pembicara secaara umum, tidak boleh mendominasi pembicaraan, yakni tidak memberikan kepada pihak lain peluang berbicara. Tetapi cegahlah ia berbicara yang bertele-tele, sehingga keluar dari konteksnya.

  1. Mendengarkan dengan Baik

Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik, karenanya jadilah pendengar yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain

 

  1. Perhatikan Diri Sendiri

Perhatikanlah diri kita sendiri: apakah kita merasa lebih berilmu? Apakah ‘perasaan lebih’ itu tampak pada raut muka, tutur kata, atau gerakan tanganmu? Jika kita merasakannya, ubahlah segera gaya bahasa itu. Jika merasa ada yang salah, segeralah minta maaf.

  1. Kejelasan
    Suatu isyarat yang tepat bisa lebih berguna dari uraian dan penjelasan panjang lebar. Tindakan ini sekaligus berguna untuk mengoreksi kesalahan yang diperbuat orang lain tanpa membuat mereka tersinggung.
  2. Penggunaan Ilustrasi

Pelaku diskusi yang cerdik adalah mereka yang pandai membuat ilustrasi guna melengkapi dan memperjelas setiap uraian pembicaraannya

  1. Memperhatikan Titik-Titik Persamaan

Ketika seorang berbicara, hendaklah ia memulai pembicaraan dengan mengungkap titik-titik persamaan yang ada. Hal-hal yang asiomatik.

  1. Saya Tidak Tahu

Apabila lawan diskusimu mengemukakan sesuatu pembicaraan yang engkau tidak memahaminya, janganlah engkau malu untuk bertanya dan meminta penjelasan.

  1. Tidak Fanatik dan Mengakui Kesalahan

Berpijaklah di atas kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Mengakui kesalahan –setelah tidak mengakuinya di awal pembicaraan- dapat menarik simpati dan penghargaan dari lawan bicara. Berbeda halnya jika bergeming dengan kesalahannya, hal ini bisa menghilangkan rasa hormat dari orang lain, juga dari dirinya sendiri.

  1. Jujur dan Kembali ke Sumber Rujukan

Hormatilah kebenaran. Jadilah orang yang jujur ketika menyampaikannya. Janganlah kita  memotong ungkapan, sehingga mengubah konteksnya atau mencabut dari relevansinya dengan memberikan penafsiran sesuai dengan keinginan kita sendiri.

  1. Menyerang dan Mematahkan

Metode menyerang dalam berdiskusi, meskipun dengan argumentasi yang kuat dan dalil yang nyata, dapat menimbulkan kebencian bagi orang lain. Maka  bersikap lemah lembut, lawan bicara akan merasa puas dengan pendapat kita, cepat atau lambat.

  1. Jangan Marah

Jika lawan bicaramu tidak setuju dengan pendapat kita, jangan terburu marah. Janganlah coba memaksakan semua orang untuk mengiyakan apa yang kita anggap benar.

  1. Jangan Keraskan Suaramu

Orang yang tengah berdialog sebaiknya tidak mengeraskan suaranya lebih dari yang dibutuhkan oleh pendengar, karena suaraa yang keras itu jelek dan menyakitkan.

 

 

PENUTUP

Perbuatan etis sering dihadapkan kepada pilihan antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain (individu, masyarakat, negara). Orang dapat iklas mendahulukan kepentingan orang lain jika mempunyai motivasi yang etis. Seperti kata Aristotoles, hidup yang tidak bermakna tidak ada artinya. Penulis percaya, latihan dan sadar diri dapat menciptakan motivasi yang etis pada setiap manusia.

 

About serambimata

Terus menulis

Posted on 2 September 2014, in Pendidikan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: