Nasib Kurikulum 2013, Akankah Berganti Lagi di Era Jokowi ?

image

SERAMBIMATA.WORDPRESS.COM – Menghadapi pergantian rezim dari era pemerintahan SBY ke Jokowi, banyak kalangan khususnya pelaku pendidikan merasa kawatir kurikulum 2013 yang baru seumur jagung dilaksanakan akan berganti lagi di era kepemimpinan Jokowi nanti.

Kekawatiran itu tidak berlebihan karena pengalaman telah membuktikan bahwa setiap pergantian menteri dan pemerintahan selalu berganti kurikulum. Tentu kita masih ingat berapa kali kurikulum pendidikan kita berubah, mulai kurikulum 1994, CBSA, KTSP dan yang terakhir K-13 yg lahir menjelang berakhirnya masa pemerintahan SBY-Budiono. Lalu, setelah pemerintahan berganti ke era Jokowi akankah Kurikulum 2013 kembali berganti ?
Tak ada maksud memihak kepada siapapun yang diberi kesempatan memimpin negeri ini, tapi marilah kita ingat kembali pernyataan presiden terpilih yg akan melanjutkan erstafet kepemimpinan SBY, Joko Widodo.
Dalam satu kesempatan, presiden terpilih yang saat ini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, bahwa dalam pelaksanaan kurikulum baru tahun 2013 masih ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Kalau lihat di lapangan ingin bicara apa adanya. Saya kira masih kurang dikit. Masih belum ada yang sampai ke sekolah,” ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Jokowi mengatakan wajar jika masih ada kekurangan. Sebab, banyak perubahan besar dalam kurikulum baru ini, misalnya dalam kegiatan belajar mengajar.
“Memang berubah total cara berlajar dan mengajar. Kalau dilihat di lapangan. Sekarang ini proses belajar banyak yg dikskusi. Kemudian anak-anak dibentuk untuk membentuk sebuah tim atau kelompok dan berdikusi di situ. Kemudian guru juga sama. Tetapi diberikan huruf dan komentar,” ucap Jokowi.
Meski demikian, Jokowi menganggap positif kurikulum baru tahun 2013 ini. Dengan adanya sistem belajar mengajar yang baru, merangsang siswa untuk berpikir kreatif dan proaktif.
“Ini bagus sekali. Ini merupakan perubahan total di dunia pendidikan,” kata mantan Wali Kota Solo ini.
Kalau pernyataan Jokowi itu disimpulkan bahwa di era pemerintahan Jokowi kurikulum 2013 akan tetap dilanjutkan, kita lihat saja nanti.

About serambimata

Terus menulis

Posted on 7 September 2014, in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Dalam K13 penyampaianx kepada guru waktux sangatlah singkat….sedangkan guru sangat penting perananx dlm pembelajaran….gmn dgn guru yg tdk kompeten,mana lagi guru di sibukkan dengan penilaian sikap anak….hasilx siswa akan asal2an…..saya lebih setuju kembali ke KTSP…dimana guru merencanakan,melaksanakan,mengevaluasi,dan menganalisis…sediri sesuai dengan keadaan sekolah masing2….bandingkan hasilx.

    Suka

  2. Betul……kalau guru di sibukkan ama atmin kapan pas ngajarx……yang jadi korban siswa pastix.

    Suka

  3. Pada proses pembelajaran sangat baik tetapi sebaiknya guru diberi keleluasan untuk lebih inovatif mengembangkan metode pembelaj. Yg disesuaikan dengan karakteristik siswanya. Administrasi perlu disederhanakan, lembar penilaian terutama penilaian sikap terlalu ribet sangat menyita waktu guru, lebih efektif jika lebih ditekankan pada perbaikan proses pembelaj.,buku siswa kurang mempertimbangkan dari segi psikologi perkembangan anak terutama prosedural pencapaian kemampuan dari taksonomi Bloom.

    Suka

  4. kurikulum 13 setuju dilakukan karena menantang guru untuk mau danmampu berubah demi anak didik

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: