Mulai Tahun 2015, Jadi Guru Tidak Lagi Mudah

image

SERAMBIMATA – Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari program sertifikasi guru, pembenahan kurikulum hingga wacana pemberlakukan Pendidikan Profesi Guru (PPG) diakui akan berdampak pada keharusan guru untuk semakin bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam menjalankan profesinya. Tidak ada ruang lagi buat para guru untuk leyeh-leyeh, lebih-lebih wacana mengenai penetapan PPG sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi guru untuk menjadi pendidik profesional akan segera diberlakukan dengan tegas. Sehingga dipastikan, ke depan untuk menjadi guru tidaklah mudah, karena harus melaului tahap yang cukup berat.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Kadis Pendidikan Sibolga, Alpian Hutauruk beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan kemungkinan besar sejak tahun 2016 nanti, sertifikasi guru bakal digantikan dengan Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Semacam program pendidikan pra jabatan sebagai sertifikasi profesi jabatan. Itu artinya, di tahun 2015 mendatang guru bakal dinilai sesuai dengan profesi jabatan yang mereka emban berdasar profesinya sebagai tenaga pendidik profesional.

Dengan penilaian tersebut maka guru akan ikuti PPG selama 1 tahun untuk menyandang status tenaga pendidik profesional. Itu sesuai dengan amanat UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam UU tersebut tenaga pendidik bakal dinilai sesuai dengan profesi jabatan mereka. Tahun 2015 mereka yang belum bersertifikasi masih miliki kesempatan untuk ikuti ujian sertifikasi guru. Setelah itu, maka wajib ikuti PPG.

Pernyataan Alpian tersebut dikuatkan oleh Pembantu Rektor (Purek) I Unimed Prof Khairil Anshari, ia mengatakan jika sesuai PPG 2016 maka seluruh guru akan masuk program pendidikan pra jabatan untuk sertifikasi profesi jabatan. Ditambah, akan ada perlindungan bagi para guru yang laksanakan tugas sesuai dengan kode etik.
Hal ini perlu dilakukan karena diakui kondisi guru sekarang tidak lagi sama dengan zaman Umar Bakri. Perlu adanya terobosan guna meningkatkan kualitas para pendidik dan hasil pendidikan pada anak didiknya. Sertifikasi guru adalah salah satu terobosan tersebut. Dengan demikian maka diperlukan tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik peserta didik.

Dengan diberlakukannya PPG ini, maka setiap lulusan fakultas/juruan kependidikan akan dikenai tambahan pendidikan minimal satu tahun sebelum mendapat predikat ‘pendidik profesional’. Dan itu artinya, akan ada tambahan satu ‘ijasah’ lagi yang dimiliki oleh lulusan fakultas keguruan, selain ijasah sarjana dan ijasah akta 4.
Wah… berarti lulus dari perguruan tinggi dan menyandang gelar sarjana, tidak bisa otomatis jadi guru dong…? Kalau begitu, benar-benar tidak akan mudah lagi jadi guru. Tapi usaha  apapun itu, semoga dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan sebagaimana harapan seluruh bangsa ini.

About serambimata

Terus menulis

Posted on 10 Oktober 2014, in Pendidikan and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. malah tambah puyeng, guru juga kan manusia
    hiks……………….

    Suka

  2. yang penting dan perlu di ingat tunjangan guru….itu penyemangat kerja kita lho.

    Suka

  3. untuk para guru : jangan pernah bermimpi untuk mengubah mindset anak murid sebelum mindset gurunya belum berubah. Artinya guru masa depan harus dapat beralih ke paradigma yang baru

    Suka

  4. Kalau harus tambah satu tahun lagi apakah tidak ada tunjangan insentif buat honorer??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: