Data Berbicara Tentang Buruknya Pendidikan Di Indonesia

image

SERAMBIMATA – Apa daya ketika data berbicara, rasanya malu berbangga ketika carut marut pendidikan Indonesia ternyata memang nyata adanya. Mulai dari soal standarisasi layanan, standarisasi kelulusan, kualitas guru, tawuran pelajar, kurikulum dan persoalan-persoalan lainnya. Lalu bagaimana pemerintah yang baru beberapa bulan berkuasa menanggapinya?

Serambimata pun menghadirkan data tentang pendidikan di Indonesia, tentu dengan tujuan baik yaitu membuka kesadaran berpikir akan pentingnya ikhtiar untuk memajukan pendidikan di negeri loh jinawi ini terutama pemerintah selaku pemegang kuasa, disamping dukungan dan niat baik semua pihak yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan.

Dari sejumlah data dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia menunjukkan hasil buruk. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan saat bertemu dengan kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia di Kemendikbud.

“Pendidikan Indonesia sedang dalam gawat darurat. Fakta-fakta ini adalah sebuah kegentingan yang harus segera diubah,” kata Anies dalam sebuah kesempatan.

Berikut beberapa data mengenai hasil buruk yang dicapai dunia pendidikan Indonesia pada beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan.
Nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75.
Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve.
Dalam pemetaan di bidang pendidikan tinggi, Indonesia berada di peringkat 49, dari 50 negara yang diteliti.
Pendidikan Indonesia masuk dalam peringkat 64, dari 65 negara yang dikeluarkan oleh lembaga Programme for International Study Assessment (PISA), pada tahun 2012.
Indonesia menjadi peringkat 103 dunia, negara yang dunia pendidikannya diwarnai aksi suap- menyuap dan pungutan liar.
Dalam dua bulan terakhir, yaitu pada Oktober hingga November, angka kekerasan yang melibatkan siswa di dalam dan luar sekolah di Indonesia mencapai 230 kasus.

Menurut Anies, data-data ini menunjukkan kinerja buruk pemerintah, yang perlu mendapat perhatian serius. Dia mengajak semua elemen masyarakat bertanggung jawab dan ikut turun tangan.

Langkah yang harus kita kerjakan jangan tanggung-tanggung. Banyak hal yang harus kita ubah demi pendidikan Indonesia,” kata Anies.

Posted on 3 Desember 2014, in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: