Miras Oplosan Jadi Tren, Simbol Kegalauan Masyarakat

image

SERAMBIMATA – Puluhan orang meninggal dan ratusan orang terpaksa harus dirawat di rumah  sakit setelah menenggak minuman keras oplosan. Lalu dibeberapa media, kabar inipun ramai diberitakan. Setumpuk pertanyaanpun muncul di benak ini, kenapa mereka nekat melakukan semua itu? Tidak pahamkah mereka akan bahaya yang mereka minum? Padahal sebelumnya sudah banyak kejadian yang sama diberitakan di berbagai media massa. Atau setidaknya kalau mereka Muslim, mereka menyadari kalau mengkonsumsi minuman yang memabukkan adalah larangan agama. Dan bagaimana dengan pendapat para kriminolog bahwa  frustasi atau galau sebagai penyebab utama miras murah meriah ini laris manis di pasaran?

Benarkah masyarakat kita  sedang  stres atau galau? Sehingga keadaan itu mendorong mereka untuk mengonsumsi minuman keras yang murah untuk sekadar mengalihkan perasaan galaunya itu.

Alasan itu memang tidak salah meskipun tidak sepenuhya benar, nyatanya yang teler bahkan meregang nyawa karena minuman oplosan itu tidak hanya orang dewasa, anak kecilpun yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Berarti tidak hanya frustasi, masuknya budaya mengonsumsi miras yang diperkenalkan orang asing juga mendorong masyarakat yang tengah stres untuk mencicipi minuman memabukkan itu lalu menjadi kebiasaan. Walhasil, mereka terus terus terdorong untuk menenggak miras, baik yang legal maupun illegal (oplosan) untuk sekadar menenangkan pikiran.

Tanpa sadar kita telah dimanfaatkan dan dibodohi oleh asing. Syahwat mereka untuk mengedarkan narkotika atau membangun jenis usaha minuman keras tidak mendapatkan izin masuk ke Indonesia, sementara mereka memahami kalau banyak penduduk Indonesia yang suka minuman keras. Jadilah minuman oplosan, yang diracik sendiri, menjadi pelarian bagi keinginan yang tidak terlampiaskan itu.

Minimnya pemahaman keagamaan dan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi yang beragama Islam, juga menjadi salah satu pemicu akan makin parahnya kecendrungan masyarakat untuk menjadikan minuman keras sebagai pelarian ketika tidak mampu mengatasi persoalan dalam dirinya. Karena dalam Islam melalui kitab sucinya Al Qur’an pesan tentang larangan minuman  keras sudah jelas dan terang benderang dalam surat Al-Maidah ayat 20 :

يآيهاالذين أمنوآإنّماالخمروالميْسِرُوالأنْصَابُ والأزْلاَمُ رجزٌ من عَمَلِ الشَّيْطَان فاجتنبوهُ.
عن إبن عمررضى اللّه عنه،قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: كُلِّ مُسكِرٍخَمْرٌ وكُلِّ مُسكِرٍحرَامٌ ومَنْ سَرِبَ الخَمْرَ فىِ الدُّنْيا فمَاتَ وهوَيُدْمِنُهَا ولَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فى الآخِره.

“Setiap minuman yang memabukkan adalah khamer dan yang setiap memabukkan adalah haram. Barang siapa yang kecanduan minuman keras dan mati kemudian tidak bertaubat maka nanti ia tidak akan meminumnya di akhirat”.

Larangan minum minuman keras dan memabukkan juga diperkuat oleh hadist Nabi SAW :

أَرْبَعَةُ لاَتَجِيْدُوْنَ رِيْحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحُهَالَيُوْجَدُمِنْ مَسِيْرَةِ خَمْسِمِائَةِ عَام.الخِيْلُ والْمَنَّانُ ومُوْمِنُ الْخَمرِ والْعاقُّ لِوَالِدَيْهِ

“Dari Qatadah bahwa nabi Muhammad SAW. Bersabda: ada 4 kelompok manusia yang tidak dapat mencium bau surga, padahal baunya bisa tercium dari jarak (perjalanan) 500 tahun, yaitu: 1) orang kikir, 2) orang yang suka menyebut-nyebut shadaqohnya, 3) orang yang selalu minum minuman keras, 4) orang yang durhaka kepada orang tuanya”.

Dan akhirnya kita berharap selain kesadaran dari masyarakat sendiri  akan bahaya minuman keras dan narkoba,  peran serta para pemuka agama serta tokoh masyarakat juga sangatlah penting. Selain menghimbau kepada pihak berwenang untuk dapat bertindak secara konsisten dalam memberantas minuman keras oplosan, maupun narkoba. Tidak hanya bertindak di saat persoalan serupa mencuat, tapi harus dilakukan secara rutin dan konsisten sampai negara kita ini benar-benar bersih dari minuman keras dan narkoba. (Han’s)

Posted on 8 Desember 2014, in Sosial and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: