Pemerintah Masih Butuh 200 sampai 250 Ribu Tenaga Pendidik dan Kesehatan

image

SERAMBIMATA – Tahun depan pemerintah kembali akan membuka rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ini menjawab kekawatiran masyarakat pasca kebijakan pemerintah tentang moratorium atau penghentian penerimaan CPNS selama lima tahun ke depan. Hal itu dilakukan karena ternyata pemerintah masih membutuhkan tambahan tenaga PNS.

Moratorium atau penghentian Penerimaan CPNS akan diberlakukan mulai awal 2015. Meski begitu, pemerintah tetap akan membuka rekrutmen CPNS khusus tenaga pendidik, kesehatan, dan jabatan fungsional tertentu.

Bahkan pemerintah sudah menghitung kebutuhan formasi guru, tenaga kesehatan sekitar 200 ribu sampai 250 ribu. Sebagian akan diisi honorer kategori dua (K2).

Penyataan bahwa pemerintah masih akan mengadakan rekruitmen CPNS disampaikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi.

Ia berjanji, jika keuangan negara memungkinkan, kebutuhan guru dan tenaga kesehatan itu akan diselesaikan sekaligus selama dua tahun. Dengan mekanisme perekrutannya melalui mekanisme UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dan semuanya melalui tes.

Seperti yang telah banyak diberitakan di berbagai media, di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menekankan tentang efisiensi anggaran. Itu sebabnya, dari sisi aparatur pemerintah juga harus melakukan penghematan. Kebijakan ini diambil karena PNS dianggap terlalu banyak, belum lagi tenaga honorer. Sehingga wajar kalau selama ini 41 persen dana APBN atau sekitar Rp 820 triliun tersita untuk bayar gaji. Menurut analisa pemerintah kalau terus melakukan menambah pegawai baru lama-lama APBN bisa jebol.

Pemerintah memandang perlu untuk menyehatkan kondisi ini, karenanya perlu moratorium.
“Kita ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, bukan Kementerian Penambahan Aparatur Negara. Kita akan rekrut pegawai yang benar-benar dibutuhkan tapi yang sudah kebanyakan tidak perlu direkrut lagi karena jadi mubazir dan terkesan boros”. Ungkap Yuddy  Chrisnandi.

Posted on 19 Desember 2014, in Ekonomi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: