Muhibah Ummat 2 : Ulama dan Polisi Bersama Menyapa Ummat

KHR Azaim Ibarhimy, KH. Abdullah Faqih Gufron, Kapolres Situbondo dan peserta Muhibah Ummat 2 di salah satu masjid di desa Kukusan

KHR Azaim Ibarhimy, KH. Abdullah Faqih Gufron, Kapolres Situbondo dan peserta Muhibah Ummat 2 di salah satu masjid di desa Kukusan

SERAMBIMATA – Sukses melaksanakan Muhibah Ummat tahap pertama, Pengurus Daerah Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten Situbondo kembali menggelar kegiatan yg sama tahap kedua dengan menggandeng Kepolisian RI Resort (Polres) Situbondo. Kali ini kegiatan menyapa Ummat itu mengambil lokasi di desa Kukusan kecamatan Kendit, Desa Patemon dan Sumber Tengah kecamatan Bungatan selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Desember 2014

Ada yang Istimewa di kegiatan Muhibah Ummat ke-2 kali, tidak hanya karena kehadiran KHR. Achmad Azaim Ibrahimy yang selalu setia bersama peserta Muhibah Ummat, tapi juga kehadiran Kepala Kepolisian Resort Situbondo AKBP Hadi Utomo, SH, M.Hum, bersama jajarannya yang turut serta berbaur dengan peserta dan datang langsung ke dusun-dusun terpencil, mengunjungi masjid dan rumah-rumah penduduk  untuk sekedar menyapa dan melihat langsung kondisi masyarakat sambil mengisi pengajian dan penyuluhan.

KHR. Azaim, KH. Faqih, Kapolres Situbondo dan peserta muhibbah ummat berjalan kaki dari dusun satu ke dusun lainnya

KHR. Azaim, KH. Faqih, Kapolres Situbondo dan peserta Muhibah Ummat berjalan kaki dari dusun satu ke dusun lainnya

Peserta Muhibah Ummat ke-2 dilepas langsung oleh Wakapolres Situbondo dan Ketua DMI Situbondo KH. Abdullah Faqih Gufron di depan Polsek Panji Jl. Raya Banyuwangi Situbondo. Selanjutnya dengan dikawal oleh puluhan mobil Polres Situbondo rombongan pseserta Muhibah Ummat langsung menuju Masjid Nurul Imam Desa Kukusan Kecamatan Kendit untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah sekaligus mengawali seluruh kegiatan Muhibah Ummat Tahap Kedua (19/12/2014).

10363762_1570017766547718_3524673544074380387_n

Peserta Muhibbah Ummat Saat dilepas Wakapolres dan Ketua DMI Situbondo

Sebagaimana kegiatan sebelumnya, Muhibah Ummat tahap kedua kali ini juga diisi dengan kegiatan pengajian, penyuluhan, bakti sosial, pemberian santunan kepada kaum dhu’afa’a,  pengobatan gratis dan mengunjungi langsung ke rumah-rumah penduduk . Namun kegiatan yang berpusat di sekitar enam  dusun dan tiga desa di dua kecamatan Kendit dan Bungatan ini ditambah dengan kegiatan sunatan massal  dan pemberian tali asih berupa perangkat alat sholat ke hampir seluruh Masjid yang dikunjungi.

Tim medis Muhibah Ummat saat melakukan sunatan massal gratis

Tim medis Muhibah Ummat saat melakukan sunatan massal gratis

Kapolres Situbondo,AKBP Hadi Utomo, SH, M.Hum dalam setiap kesempatan selalu berpesan kepada masyarakat agar tetap mejaga keamanan, ketertiban dam kerukunan antar warga, karena bila keamanan dan ketertiban tercipta di tengah-tengah masyarakat maka akan tercipta pula kedamaian, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman. Hadi Utomo juga mengingatkan  agar masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk menyapanya bila bertemu dengan dirinya dimanapun.

“Saya hanya berpesan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban desa dan mempererat persatuan dan kesatuan, karena kalau itu tercipta kita semua bisa beribadah dengan tenang, nyaman dan damai. Saya juga mengingatkan kepada Bapak dan Ibu untuk tidak sungkan menyapa saya kalau ketemu dimanapun, apalagi ini kegiatan muhibah ummat atau menyapa ummat” ujar Kapolres yang baru menjabat sekitar dua bulan di kota Santri saat memberikan penyuluhan dan menyerahkan tali asih di salah satu masjid yang dikunjungi.

Kapolres Situbondo didampingi penasehat DMI saat menyerahkan tali asih kepada pengurus takmir Masjid

Kapolres Situbondo didampingi penasehat DMI Kyai Azaim dan Kyai Faqih saat menyerahkan tali asih kepada pengurus takmir Masjid

Yang benar-benar menguji kesabaran peserta Muhibah Ummat kali ini adalah medan yang harus dilalui jauh lebih berat dari  Muhibah Ummat sebelumnya. Bagaimana tidak, untuk sampai ke dusun berikutnya di desa Bungatan dari desa Kukusan, Kyai Azaim dan peserta Muhibah Ummat harus menyebrangi Gunung Malang yang sangat terjal dan harus menaklukkan hutan belantara di kaki Gunung Putri Agung atau lebih dikenal dengan Gunung Putri.  (hans).

 

 

Posted on 23 Desember 2014, in Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: