Film King Sulaiman, Propaganda Menyesatkan Yang Harus Segera Dihentikan

image

SERAMBIMATA – Film King Suleiman yang tayang mulai Senin lalu di salah satu TV Swasta banyak menuai protes di media sosial. Penyebabnya, King Suleiman dianggap mengaburkan fakta.

Fakta Sejarah Tentang King Sulaiman

Dalam sejarah Islam,  King Sulaiman adalah Sultan Sulaiman Al Qanuni. Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Sulaiman digelari Al Qanuni karena ia berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam dan mengimplementasikannya secara teratur. Di Barat, King Suleiman dikenal sebagai Suleiman the Magnifient (Sulaiman yang Hebat).

Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam buku ad Daulah al Utsmaaniyah menuliskan bahwa masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan puncak kekuasaan dan masa keemasan daulah Utsmaniyah. Pemerintahannya yang berlangsung pada 926 – 972 H (1520 – 1566 M) melahirkan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah saat itu meliputi tiga benua.

Dalam buku Sejarah Para Khalifah, Hepi Andi Bastomi menggambarkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai negarawan paling ulung pada masanya. Di bawah pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah menyebarkan Islam hingga ke rantau Balkan di Eropa meliputi Hungary, Belgrade, Austria, Benua Afrika dan Teluk Parsi.

Pendidikan yang baik dan terpadu sejak usia 7 tahun membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang. Di awal pemerintahannya, ia sempat digoyang dengan empat pemberontakan; mulai dari pengkhianatan Gubernur Mesir hingga kaum Syiah di wilayah Yuzaghad. Namun, Sulaiman Al Qanuni berhasil mematahkan seluruh gangguan itu hingga kemudian Daulah Utsmani stabil dan mampu mengemban dakwah Islam tanpa direcoki permasalahan internal.

Penyesatan King Sulaiman di TV

Serial King Suleiman di ANTV justru mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah. Di sekeliling King Sulaiman diumbar  wanita-wanita tanpa jilbab, berbaju ketat, menari hingga adegan bersentuhan dengan King Suleiman.

Bahkan Pada episode perdana, juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi. Agaknya, film yang mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah ini diadopsi dari novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer.

Penyimpangan sejarah ini harus segara dihentikan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus segera bertindak tegas, agar  film yang berisi propaganda dan penyesatan sejarah ini belum terlalu jauh menyinggung umat Islam yang nantinya berdampak pada rusaknya sendi-sendi kerukunan umat beragama di Indonesia.

Posted on 26 Desember 2014, in Budaya and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: