Bali dan Surabaya Sambut Tahun Baru Dengan Do’a, Situbondo Tetap Pesta

image

SERAMBIMATA – Di Bali, menyambut tahun baru 2015 dirayakan tanpa pesta, nyanyi-nyanyi, minum-minum, terompet dan mercon. Bahkan Gubernur Bali I Made Manku Pastika menginstruksikan kepada jajarannya untuk menggelar do’a bersama, introspeksi dan evaluasi tanpa harus menggelar pesta.

Hal itu dilakukan karena menurut orang nomor satu di Bali itu, Indonesia saat ini sedang berduka oleh jatuhnya pesawat Indonesia Air Asia.
Di sisi lain, Pastika mengaku bahwa jajarannya bertekad untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tahun 2015.

Di Surabaya Juga Tanpa Pesta

Sama halnya dengan Bali, Kota Surabaya juga pastikan tidak mengadakan pesta dan hiburan dalam rangka menyambut tahun baru 2015. Hal tersebut terlihat jelas dari panggung yang semula akan dijadikan tempat hiburan dipasangi spanduk yang berisi acara hiburan ditiadakan, ikut belasungkawa dan sebagai bentuk empati  terhadap korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 yang sampai hari ini belum ditemukan semua.

Walikota Surabaya, Ibu Risma, dijadwalkan memimpin kegiatan pergantian malam tahun baru 2015 dengan doa bersama dan menyalakan 1000 lilin secara estafet malam ini. Bahkan ia dan jajarannya akan memberikan teguran bagi warga yang merayakan pergantian tahun 2015 dengan hiburan.

Risma menegaskan bila masih ada warga Surabaya yang melakukan perayaan pergantian tahun 2014 ke 2015 dengan pesta dan hiburan, sangat disesalkan dan memalukan serta sangat tidak empatik. Karena bagaimanapun musibah yang menimpa negeri ini di akhir tahun 2014 adalah sebagai bentuk peringatan agar manusia dapat mengingat dan merenungi segala kejadian yang telah terjadi untuk diambil hikmahnya.

Situbondo Tetap Gegap Gempita

Bagaimana dengan Situbondo? Di saat Serambimata menulis berita ini sekitar pukul 00.05 WIB, kota yang berjuluk kota santri ini sedang melepas puluhan kembang api menghiasi langit-langit kota, setelah beberapa jam sebelumnya hingar bingar musik terdengar dari beberapa panggung yang berdiri di sekitar alun-alun kota dan di sepanjang jalan PB. Sudirman depan Pemkab Situbondo. Seperti tahun lalu, pesta masih tetap membahana.

Tidak ada tanda-tanda keprihatinan, pamflet-pamflet ucapan bela sungkawa apalagi do’a bersama untuk saudara-saudara kita yang dipenghujung tahun 2014 tertimpa musibah dan bencana.
Ternyata kita masih harus banyak belajar pada kota Surabaya dan Bali. Lalu bagaimana dengan tempat anda ?. (Hans)

Posted on 1 Januari 2015, in Budaya and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: