Pertengahan 2015, Analisis Kurikulum 2013 Targetkan Tuntas

image

SERAMBIMATA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan analisis terhadap substansi Kurikulum 2013 yang dilakukan saat ini bisa tuntas pada pertengahan 2015, sehingga Kurikulum 2013 bisa diterapkan secara penuh pada 2019-2020.

“Sekarang sedang digodok dan diharapkan pertengahan 2015 sudah dilaporkan kepada menteri,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, H Mahsun, Sabtu (3/1/2015).

Dia mengatakan, analisis substansi Kurikulum 2013 tersebut sebagai salah satu strategi mewujudkan penerapan Kurikulum 2013 secara penuh pada 2019-2020. Ini sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakukan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram ini mengatakan, ini merupakan komitmen Kemendikbud yang tidak ingin menghentikan penerapan Kurikulum 2013.

“Permendikbud Nomor 160/2014 bukan menghentikan Kurikulum 2013, tetapi memberikan masa transisi yang lebih panjang, kalau dulu masa Pak Nuh, transisi tiga tahun, tetapi karena masih terjadi persoalan dalam implementasi, maka menteri menambah masa transisi pelaksanaan selama satu tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu butir di Permendikbud Nomor 160/2014, menyatakan bahwa satuan pendidikan yang melaksanakan Kurikulum 2006 paling lama 2019-2020. Artinya Kurikulum 2013 pasti akan jalan, hanya masa transisi yang diperpanjang.

“Jadi, sekali lagi jangan menganggap bahwa Kurikulum 2013 sudah dikubur,” ucap Mahsun.

Dalam Kurikulum 2013, kata dia, sudah dirumuskan secara eksplisit capaian dari sisi kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Bahkan, lebih ekstrem lagi, dalam ranah kompetensi sikap itu dijabarkan lebih detail tentang sikap spiritual dan sikap sosial.

“Kalau dibandingkan dengan Kurikulum 2006, kita tidak melihat rumusan seperti itu. Tapi sekali lagi Kurikulum 2013 ini sangat terkait dengan kesiapan guru, jadi tidak salah menteri menambah masa transisi selama satu tahun,” katanya.

Untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara penuh pada 2019-2020, kata Mahsun, Kemendikbud menyiapkan skenario anggaran untuk melatih para guru tentang Kurikulum 2013.

Namun, pelatihan dan pengayaan kemampuan guru bukan semata-mata dilaksanakan dalam rangka Kurikulum 2013, tapi dilakukan setiap saat.

“Menteri akan memberi anggaran yang lebih untuk penguatan kapasitas guru. Saya melihat menteri punya komitmen untuk memperkuat kapasitas guru,” ujar Mahsun.

Posted on 4 Januari 2015, in Pendidikan and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: