Ban Tubeless atau Biasa ? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

image

SERAMBIMATA – Saat ini ranjau paku menjadi momok bagi para pengemudi kendaraan, terutama pengendara motor. Ada yang meyakini bahwa ranjau paku sengaja disebar di jalanan oleh tukang tambal ban untuk meraup keuntungan, atau oleh pelaku kejahatan untuk mencuri dari pemilik kendaraan yang berhenti karena memeriksa ban kendaraannya. 

Bagi yang sering pulang malam, pasti lebih wanti-wanti lagi dalam membawa kendaraannya agar tidak mengalami pecah ban di area yang tidak ada tukang tambal ban atau di area yang gelap.

Solusi untuk menjawab ban yang sering kempes atau bocor adalah ban tubeless, yakni sebuah ban yang diisi dengan nitrogen dan tidak memiliki ban dalam. Ban tubeless ini dipercaya anti-bocor, bahkan di beberapa tempat didemonstrasikan bagaimana sebuah ban ditusuk-tusuk dengan paku untuk membuktikan bahwa ban tersebut masih bisa berfungsi dan digunakan untuk jalan.

Namun, apa benar ban tubeless lebih bagus daripada ban biasa? Berikut ini kami jabarkan kelebihan dan kekurangan dari ban tubeless dan ban biasa.

1. Ban Tubeless

Banyak pemilik kendaraan bermotor yang beralih menggunakan ban tubeless karena keunggulannya yang anti-bocor, meskipun sebenarnya ban tubeless tidak benar-benar anti-bocor. 

Ban tubeless bukanlah ban anti-bocor, melainkan tidak langsung kempes begitu ban terkena paku sehingga pemilik kendaraan masih sempat untuk membawa motor atau mobilnya ke tempat tambal ban terdekat. 

Keunggulan ban tubeless yang tidak langsung kempes ini bagi pengendara motor adalah tidak perlu takut lagi terjebak di area yang gelap dan berbahaya karena ban motor terkena paku. Hal itu juga akan sangat berguna apabila pengendara motor sering pulang malam dan tak ada tukang tambal ban di dekat tempat kejadian. 

Ban tubeless juga cocok untuk digunakan ketika mengebut dan menikung karena memiliki bentuk alur ban yang lebih mencengkeram jalanan. Ban jenis ini sangat stabil digunakan ketika kendaraan sedang kondisi kecepatan tinggi. 

Jika Anda pintar merawat ban tubeless, tentu pengeluaran menjadi lebih sedikit dibandingkan jika memakai ban biasa yang harus bolak-balik ke tukang tambal ban.

Sayangnya, ban tubeless ini hanya bisa digunakan pada pelek racing. Walaupun sudah ada alat yang dapat memasang ban tubeless pada pelek jari-jari, tetap saja risiko bocornya nitrogen tetap ada. 

Selain itu, kekurangan lain ban tubeless adalah harganya yang relatif lebih mahal dibanding ban biasa. 

Ban tubeless juga lebih keras dibanding ban biasa karena memiliki struktur karet lebih tebal dan padat. 

Karena itu, jika Anda sering melewati jalanan yang rusak menggunakan ban tubeless, justru pelek dan komponen lain akan cepat rusak. Ban tubeless lebih cocok digunakan di jalan yang bagus.

2. Ban Biasa

Ban biasa, atau yang biasa disebut dengan ban tube, adalah ban konvensional yang masih menggunakan ban dalam. Masih banyak mobil dan motor yang menggunakan ban biasa ini, terutama di daerah pedalaman yang tidak begitu familiar dengan ban tubeless. 

Hal itu memang sangat cocok, mengingat ban biasa sangat tahan jika digunakan di jalanan yang kurang begitu bagus, sebab struktur karet lebih empuk.

Keunggulan lain dari ban biasa adalah umurnya yang lebih panjang karena terbuat dari compound yang cukup kuat. 

Motor yang menggunakan ban biasa sangat nyaman digunakan ketika jalanan macet karena mampu bermanuver dengan baik. Harga ban biasa pun lebih murah dibandingkan ban tubeless, dan ban  biasa dapat dipasang pada segala jenis pelek ban.

Akan tetapi, kekurangan utama dari ban biasa adalah mudah bocor dan menjadi makanan empuk ranjau paku. 

Bagi pengendara motor, kalau lagi apes, Anda harus mencari tukang tambal ban yang letaknya sangat jauh dari tempat Anda mengalami ban bocor. 

Belum lagi Anda harus mendorong motor hingga jarak yang tak tentu. Lebih sial lagi jika ternyata ban dalam ternyata sudah robek sehingga mau tak mau harus diganti dengan ban dalam baru, tidak bisa ditambal lagi. Dengan demikian, pengeluaran pun akan lebih mahal.

Posted on 5 Januari 2015, in Otomotif and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: