Tablet Akan Digunakan Sebagai Ganti Buku Pelajaran

image

SERAMBIMATA –  Berbagai terobosan terus dilakukan pemerintah untuk memajukan pendidikan di tanah air, mulai dari mengevaluasi Kurikulum 2013, upaya peningkatan kesejahteraan guru, program beasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar, hingga yang terbaru pemerintah berencana akan mengganti buku pelajaran dengan tablet. Bagaimana menurut anda? Bagaimana konsep Kemendikbud dalam mewujudkan program tersebut? Baca selengkapnya di sini…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk menggunakan sistem baru dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Rencananya sistem baru ini akan mengalokasikan perangkat teknologi komputer tablet dalam penerapannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, menyebutkan bahwa sistem baru tersebut akan memanfaatkan tablet sebagai pengganti buku pelajaran. Konsep ini sendiri disebut e-Sabak atau elektronik sabak. Sabak adalah alat tulis yang dipakai para pelajar Indonesia puluhan tahun silam.

“Buku adalah alat ajar paling penting. Kita mendiskusikan akan pakai elektronik book, e-Sabak. Kita ingin menggunakan tablet sebagai alat untuk proses belajar mengajar. Buku tulis yang dipakai tetap seperti biasa, sedangkan buku ajar baru kita pakai yang digital,” kata Mendikbud.

Pilihan mengganti buku pelajaran dengan bentuk digital lewat e-sabak, disebutkan Anies, diharapkan akan membantu pelajar di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T) agar bisa lebih mudah mendapatkan bahan ajar. Sulitnya medan dan akses menuju daerah 3T diharapkan akan bisa ditanggulangi dengan konsep e-Sabak.

“Kita fokus untuk jalankan program ini di daerah 3T dulu seperti di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara yang punya wilayah daratan perbatasan. Biasanya mereka sulit mendapat buku ajar kalau sudah dibikin digital kan akan lebih mudah mereka dapat. Jadi pelajar di daerah 3T nanti akan memiliki kualitas yang setara dengan pelajar di perkotaan,” tambah Anies.

Soal penerapan konsep pembelajaran yang baru ini, Kemendikbud menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Telkom. Ketiganya mengaku akan melakukan rapat lebih mendalam terkait konsep penerapan e-Sabak.

“Dana kita sudah ada. Tapi untuk urusan lebih jelas, baru bisa dipaparkan setelah pembahasan lebih lanjut nanti. Mudah-mudahan beberapa minggu ke depan akan ada penjelasan lebih lengkap soal penerapannya,” tandas Anies.

Posted on 8 Januari 2015, in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: