Nilai Uji Kompetensi Guru di Bawah 70, Sertifikasi Bisa Dicabut

image

SERAMBIMATA – Seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru, berbagai evaluasi dan penyempurnaan terus dilakukan, salah satunya adalah melalui jalur sertifikasi. Program yang  digulirkan di era pemerintahan SBY itu digagas untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, meningkatkan proses dan hasil pembelajaran,  meningkatkan kesejahteraan guru serta meningkatkan martabat guru dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Di akhir pemerintahan SBY melalui Mendikbub M. Nuh saat itu diputuskan mulai tahun 2015 guru yang akan mengikuti program sertifikasi harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan prosedur dan teknik pelaksanaan yang lebih rumit dan lama. Ini berbeda dengan prosedur sebelumnya yaitu melalui jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dengan pelaksanakan yang lebih mudah dan sederhana. Pemilihan PPG sebagai jalur mendapat sertifikat pendidik karena diyakini model jauh baik dan terukur daripada PLPG.

Persyaratan mengikuti PPG  harus dilalui oleh guru sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat pendidik dan tunjangan profesi disamping harus memenuhi syarat lainnya, yakni harus mengajar minimal 24 jam.  Syarat ini dinilai sangat memberatkan para guru karena mengharuskan mereka mencari tambahan jam mengajar di sekolah lain karena di sekolah asal tempat ia mengajar sudah memungkinkan memenuhi 24 jam. Dan kini, di tahun 2015 untuk mendapatkan sertifikasi guru harus mengikuti PPG atau Program Pelatihan Guru dalam Jabatan (PPGJ).

Tak pelak, digulirkannya program PPGJ menjadi beban baru bagi guru yang akan ingin pendapatannya meningkat melalui jalur sertifikasi, program ini dirasakan sangat sulit bagi guru karena waktu tempuhnya yang cukup lama sekitar dua bulan (terdiri dari 140 jam workshop dan sisanya praktik mengajar, bimbingan konseling, dan membuat PTK). (baca : Jalan Panjang dan Berliku Menuju Sertifikasi Guru 2015)

Setelah setumpuk syarat tersebut harus dipenuhi, kini ada kabar terbaru yang didapat dari dinas provinsi bahwa bagi guru yang telah sertifikasi diharuskan memiliki nila Uji Kompetensi Guru (UKG) minimal 70 (skala nasional).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambimata, bagi guru yang nilai UKG-nya dibawah 70 maka pada tahun 2015 ini akan dipanggil kembali untuk mengikuti UKG lagi. Jika hingga tahun 2016 nilai UKG guru tersebut masih belum bisa mencapai 70 maka tunjangan sertifikasinya akan dicabut dan yang bersangkutan dinyatakan tidak berhak mendapatkan sertifikasi lagi.

Wah, benar-benar tidak mudah yaa untuk menjadi guru bersertifikat dan mendapat tunjangan profesi yang layak.

Selamat berjuang kawan-kawan… para Pahlawan.

 

Posted on 13 Januari 2015, in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. itu sumbernya dari mana ?

    Suka

  2. Bagi guru yang sudah berjuang mengorbankan waktu pikiran dan tenaga untuk mengikuti PLPG dan akhirnya sudah memenuhi syarat untuk memperoleh sertifikat sertifikasi,kini harus berjuang kembali untuk mempertahankannya melalui UKG di mana nilai harus mencapai 70.kapan guru bisa fokus pada proses pembelajaran untuk peserta didik,sedangakan saat ini guru di hadapkan sebuah tuntutan untuk mempertahankan nasib sertifikasinya,selalu terlintas perasaan was-was,bagaimana nasib selanjutnya,kapan guru merasa nyaman sehingga proses KBM bisa terlaksana maksimal sehingga menciptakan output yang cemerlang

    Suka

  1. Ping-balik: Contoh Latihan Soal UKG Guru PAI SD - Website Sekolah Dasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: