Madrasah Terapkan Kurikulum 2013 Hanya Untuk Dua Mata Pelajaran

image
SERAMBIMATA – Teka-teki apakah madrasah di bawah Kementerian Agama menggunankan Kurikulum 2013 atau KTSP akhirnya terjawab. Kepastian itu disampaikan menyusul pernyataan Menteri Agama beberapa waktu lalu yang menyatakan banyak madrasah yang bingung karena yang menjadi fokus pembahasan Kurikulum 2013 masih sekolah-sekolah di bawah Kemendikbud. (Baca : Polemik K-13, Kemenag Akan Evaluasi Seluruh Madrasah )

Kepala Bidang Pendidikan dan Madrasah Kanwil Kementerian Agama, Kalimantan Selatan, Muhammad Fahmi menyatakan, semua madrasah di provinsi tersebut tetap menggunakan kurikulum 2013 pada dua mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

“Kurikulum yang kita implementasikan sekarang namanya kurikulum madrasah, yakni gabungan kurikulum 2006 dan 2013. Memang ada dua mata pelajaran yang masih menggunakan Kurikulum 2013 (K-13), yakni Pendidikan Agma Islam (PAI) dan Bahasa Arab,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski kurikulum PAI dan Bahasa Arab mengimplemtasikan K-13, sistem penilaiannya tetap menggunakan cara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Ia menyatakan, pendidikan madrasah di Kalsel saat ini berjalan dengan lancar sesuai ketentuan Surat Edaran Direktur Jenderal Nomor: SE/DJ.I/PP.00/143/2015 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab.

Ia membeberkan, madrasah di Kalsel yang menjalankan kurikulum 2013 tetap seperti semula, yakni untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada kelas 1 dan 4.

Sementara untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada kelas 7, dan tingkat Madrasah Aliyah (MA) pada kelas 10, tuturnya.”Di luar kelas yang disebutkan di atas itu memang madrasah masih menggunakan petunjuk belajar mengajar KTSP,” jelasnya.

Ia mengatakan, jumlah madrasah di Kalsel sebanyak 964 unit dengan rincian tingkat Mandrasah Ibditaiyah Negeri (MIN) sebanyak 519 buah, MTs Negeri 311, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) sebanyak 134 buah.

“Selain itu ada sebanyak 335 tingkat Raudathul Athfal (RA) atau sejajar Taman Kanak-kanak (TK),” ungkapnya.

Posted on 22 Januari 2015, in Pendidikan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: