Tahun ini Kelulusan Siswa Ditentukan Nilai UN dan UAS 50 : 50

un-smp

SERAMBIMATA, Ujian Naional (UN) tahun 2015 sudah dihadapan mata, banyak pihak yang bertanya tentang teknis pelaksanaan ujian penentu kelulusan tersebut menyusul pernyataan pemerintah sebelumnya yang berjanji akan mengevaluasi teknis pelaksanaan Ujian Nasional. Akankah tahun ini UN tidak lagi menentukan kelulusan sekolah ? atau tetap tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang ditentukan oleh UN dan UAS dengan porsi 60 : 40 ?

Pada 2015, ujian nasional (UN) masih akan dilaksanakan. Namun, porsi UN tahun ini akan seimbang dengan nilai ujian akhir sekolah (US). “Porsinya 50:50 dengan ujian akhir sekolah,” kata penanggung jawab pembuat komitmen UN 2015 Disdik Jabar Yesa Sarwedi Hamiseno. Hal tersebut pun terkait dengan Permendikbud No. 144 tahun 2014 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik UN tahun 2015. (baca juga : Ujian Nasional Dilaksanakan Berkala)

Dikatakan Yesa, pihak Pembuat Komitmen UN 2015 akan membenahi kembali permasalahan yang terjadi pada UN sebelumnya. Pembenahan, kata dia, akan dilakukan pada pengadaan naskah, kejujuran, dan penjelasan mengenai hasil UN.

Biasanya, Yesa mengatakan, siswa hanya mengetahui hasil UN secara umum saja. Sehingga mereka tidak mengetahui di mana letak kelemahan mereka. “Oleh karena itu, penilaian UN 2015 nanti akan lebih rinci,” ujarnya, akhir pekan. (baca juga : Perilaku siswa menentukan kelulusan siswa)

Yesa mengatakan, setiap materi akan dijabarkan nilainya. Dengan demikian, siswa bisa mengetahui pada materi apa letak kelemahannya.

UN, menurut Yesa, hanya akan digunakan sebagai penilaian kompetensi siswa. Namun demikian, standar penilaian UN masih sama dengan tahun sebelumnya. Setiap mata pelajaran nilai minimalnya 4,0, dan  nilai rata-rata UN yakni 5,5. “Hal tersebut sesuai dengan Permen No. 144 tahun 2014 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik UN tahun 2015,” ujarnya.

Dijelasakan Yesa, sebelumnya, pada 2014 ,perbandingan nilai kelulusan antara UN dengan UAS adalah 60 persen : 40 persen. Maka, pada peraturan UN yang baru nanti, peran sekolah akan lebih besar.

“Penyetaraan porsi dilakukan agar jumlah kelulusan pada 2015 meningkat. Pada 2014 silam, jumlah kelulusan siswa di Jabar mencapai 99 persen. Dengan nilai UN tertinggi diperoleh Kota Bogor,” katanya.

UN memang kerap menjadi pembahasan polemik di dunia pendidikan. Pro-kontra dari berbagai pihak bermunculan. Staf bagian kurikulum SMPN 42 Bandung Asep Saepudin mengatakan, setuju bila UN tetap diadakan. “Karena dari sana jiwa kompetisi anak bisa terasah,” ujarnya

Namun berbeda dengan kalangan siswa yang kebanyakan tidak setuju dengan adanya UN. Siti Komalasari (17 tahun), siswa kelas 12 IPA 3 di SMAN 14 Bandung mengatakan, nilai kelulusan lebih baik ditentukan dan diatur oleh sekolah. Hal ini, kata dia, karena sekolah lebih mengetahui perkembangan siswa. “Masa perjuangan kita dinilai dari tiga hari ujian saja,” ucapnya. (Baca : Akhirnya, Kelulusan Siswa Ditentukan Oleh Ujian Sekolah)

Posted on 26 Januari 2015, in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: