Heboh ! Ajakan Sholat Tiga Waktu di Jombang, Kata Kemenag ini Berbahaya

sekretaris-mui-jombang-kh-junaidi-hidayat_20150217_205437

Stiker berisi ajakan sholat tiga kali sehari

SERAMBIMATA, Beberapa hari terakhir ini Masyarakat Muslim dikejutkan dengan  beredarnya selebaran stiker yang berisi ajakan untuk melaksanakan sholat cukup hanya tiga kali sehari. Kuat dugaan stiker tersebur disebarkan pihak Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsha. Salah satu pondok pesantren yang baru saja ramai diberitakan karena menerapkan hukuman cambuk bagi santrinya.

Belum hilang dari ingatan publik tentang pelaksanaan hukuman cambuk oleh pondok pesantren Al-Urwatul Wustha, Pondok yang sama kembali bikin geger dengan ajakan untuk melaksanakan sholat tiga kali sehari yang disebarkan melalui stiker.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Selasa (17/2/2015), stiker bertuliskan ajakan melaksanakan salat 3 waktu itu dinilai akan membingungkan masyarakat karena dikhawatirkan banyak warga yang tidak memahami utuh maksud dan tujuan ajakan itu.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang tak membantah ajakan ini memprovokasi masyarakat. Sebaliknya pihak Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo menyebutkan ajakan itu difokuskan kepada para pekerja yang tidak bisa tepat waktu melaksanakan salat 5 waktu.

“Disebut juga dengan salat jamak. Misalnya zuhur dan asar di waktu zuhur, magrib, dan Isya di waktu Isya. Ini bisa dilakukan untuk pekerja, pedagang kaki lima, petani, dan lain sebagainya. Boleh tiap hari meskipun tidak pergi,” ujar pengasuh pondok pesantren, Dr. Hajah Qurotul.

Sebelumnya Pondok Pesantren di kawasan Bulurejo, Diwek, Jombang ini juga dikenal dengan kebijakan pemberian hukuman yang kontroversial kepada para santrinya. Video amatir hukuman cambuk yang diberlakukan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo sempat beredar luas di masyarakat dan cukup menggemparkan

Kemenag Jombang Minta Ponpes Urwatul Wutsqo Tarik Stiker Salat Tiga Waktu

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang mendesak Pondok Pesantren Urwatu Wutsqo (PPUW) segera menarik stiker salat tiga waktu yang sudah sekitar sepekan beredar di masyarakat.

Kemenag khawatir, stiker tersebut menimbulkan salah paham di masyarakat awam. Selain itu, Kemenag juga akan melakukan kordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat guna menyikapi persoalan itu.

“Ini berbahaya, karena bisa menimbulkan salah paham,” tegas Kepala Kantor Kemenag Jombang, H Barozi, Selasa (17/2/2015). Barozi menjelaskan, dalam stiker itu PPUW menuliskan salat tiga waktu.

Masing-masing dzuhur dengan ashar, yang pelaksanaannya waktu dzuhur. Kemudian magrib dengan isya’ yang dilaksanakan waktu salat isya. Terakhir salat subuh.

Posted on 18 Februari 2015, in Agama and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: