Hadapi MEA 2015, Kemenag Bekali Santri dengan Program Kewirausahaan

Kesibukan santri di koperasi pondok pesantren

Kesibukan santri di koperasi pondok pesantren

SERAMBIMATA, Pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan potensial yang diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Bukan karena  sudah sejak lama banyak pesantren yang berbenah menuju pesantren yang maju dan berkualitas tapi lebih dari itu Pesantren dianggap mampu menjadi lembaga yang dapat memenuhi keinginan masyarakat dalam melahirkan generasi yang cerdas, beriman dan berakhlak.

Menyadari pesantren sebagai aset penting bagi pembangunan bangsa, Direktur Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Mohsen mengatakan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 pesantren mempersiapkan diri dengan berbagai macam program. Tujuannya, harus berorientasi pada penguatan kemandirian pesantren melalui pengembangan program kewirausahaan.

Ia menjelaskan, dengan program kewirausahaan maka para santri pondok pesantren memiliki keterampialn dengan mengembangkan berbagai usaha kemandiran ekonomi. Seperti perbankan, agrobisnis,  argo industri dan lain sebagainya.

Selain itu, program kewirausahaan ini dilakukan dalam rangka memberi kesiapan kepada pesantren agar tidak memiliki ketergantungan dengan pihak lain.

Selain program kewirausahaan, sebagaimana dilansir di republika, kemenag juga mempersiapkan para santri pesantren  agar memilki keterampilan hidup. Sehingga santri pesantren memiliki kemampuan untuk bersaing. Artinya, pesantren mempersipakan masa depan para santri dengan pelatihan keterampilan, keahlian dan lain sebagainya.

“Jadi di samping juga memilki kemampuan dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga mempersiapkan diri keterampilan hidup bekal mereka nanti untuk bekerja. Jadi orientasi pada menjawab tantangan persaingan kerja,” ujar Mohsen di kantor Kemenag Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kemenag juga sedang melakukan pemetaan pondok pesantren untuk menciptakan pemerataan kesempatan. Hal itu dilakukan untuk menggali potensi yang ada.

Misalnya melalui pengembangan pesantren bahari. Yakni pesantren yang mengangkat potensi yang ada di sekitar pesisir kelautan agar dapat memanfaatkan potensi yang ada.

“Kita sudah mulai tapi belum menyeluruh (pesantren bahari). Yang sudah baru beberapa. Nanti insy Allah semua pesantren,” katanya.

 

Posted on 20 Februari 2015, in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: