Kemenag Akan Kembangkan Pesantren Maritim, Pengembangan Ekonomi dan Konstitusi

image

Pesantren terus berbenah agar dapat melahirkan santri yang menguasai berbagai bidang dan disiplin ilmu

SERAMBIMATA, Pondok Pesantren sebagai salah satu aset penting dalam pembangunan bangsa ini tak ingin di sia-siakan oleh pemerintah. Karenanya Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) akan mengembangkan pondok pesantren maritim terutama di pesantren-pesantren yang berada di wilayah pesisir.

“September nanti, kita bekerja sama dengan Kemenko-PMK, akan meluncurkan program Pesantren Maritim. Bahkan Bapak Presiden siap hadir dan membukanya,” kata Direktur Pendidikan Diniyah (PD) dan Pondok Pesantren, Mohsen Al-Idrus, dalam laman kemenag.go.id, yang dikutip, Rabu.

Mohsen saat memberikan sambutan pada Rakor Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Jakarta, beberapa waktu lalu meminta seluruh jajaran direktoratnya, di pusat dan daerah, untuk mempersiapkan  program ini secara matang sehingga dalam implementasinya mampu memunculkan banyak pondok pesantren yang bergerak dalam usaha-usaha kelautan.

Terkait hal ini, Mohsen pada acara yang dihadiri Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia, mengatakan akan menyiapkan pendidikan, pelatihan, pemberian bantuan, pengembangan usaha-usaha kelautan di berbagai wilayah pesisir di Indonesia.

Selain pengembangan pesantren pesisir, Kementerian Agama juga telah bekerjasama dengan dengan Bank Indonesia untuk Pengambangan Ekonomi. Juga bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi, lanjut Mohsen, untuk memberikan pemahaman konstitusi terhadap lembaga pendidikan agama dan keagamaan Islam.

Mohsen menambahkan bahwa Kementerian Agama juga mempunyai program prioritas tahun 2015, yakni: Program 10.000 Hafizh Al-Quran, Pendidikan Kader Ulama, Program Takhasus Tafaqquh Fiddin, Pengembangan Pesantren Bahari, Pengembangan Lifeskill dan Enterpreneurship, Pendidikan Keagamaan Terpadu di Daerah  Tertinggal, Terluar dan Terdepan.

Dikatakan Mohsen, program tersebut didesain tidak dalam kerangka mengkooptasi pesantren. Mohsen sadar bahwa pesantren hadir di tengah masyarakat, karena kemandiriannya. Untuk itu, program tersbut justru dalam kerangka memperkuat kemandirian pesantren.

“Kita harus pro aktif dalam penguatan kemandirian pesantren. Jangan buat pesantren tergantung pada pemerintah. Pemerintah hadir dan ikut memfasilitasi dalam hal dan batas tertentu,” ungkap Mohsen.

“Kita mempunyai banyak pekerjaan. Untuk itu, segera kita untuk menyamakan persepsi dan mengkorelasikannya dengan semangat kita yang juga baru,” terang Mantan Kakanwil Sulteng ini.

Posted from WordPress for Android

Posted on 24 Februari 2015, in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: