Presiden Minta NU Jadi Benteng Radikalisme

image

SERAMBIMATA, Presiden Negara Republik Indonesia Joko Widodo berharap Nahdlatul Ulama (NU) menjadi benteng Islam moderat yang ramah dan santun serta bisa mencegah radikalisme.

Harapan tersebut disampaikan Presiden pada saat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj berkunjung ke Istana Presiden untuk melaporkan  rencana penyelenggaran Muktamar NU pada Agustus mendatang.

Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan dukungannya dan berharap sukses dan berhasil serta bermanfaat untuk bangsa dan umat Islam.

“Presiden sangat menyambut baik dan mendukung dan mendoakan muktamar sukses dan berhasil, keputusan-keputusannya bermanfaat untuk bangsa dan umat Islam,” kata Said Aqil Siroj kepada wartawan usai diterima Presiden di Kompleks Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Selain itu, Said Aqil mengatakan banyak hal yang bisa dibicarakan mengenai kebangsaan dan juga kemajuan umat. Salah satunya Presiden berharap agar NU menjadi Islam moderat yang santun dan ramah serta menjadi benteng radikalisme.

“Harapan beliau NU bisa menjadi benteng Islam yang moderat, Islam yang ramah dan santun, saya katakan bahwa Islam tidak boleh ada intimidasi, ancaman tidak boleh ada kekerasan,” ujarnya menambahkan.

Said menerangkan, sebenarnya NU sudah memberikan banyak rekomendasi kepada pemerintah sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga diharapkan pemerintah lebih tegas terhadap pelaku radikalisme. Sebab, NU mencatat, sudah ada 514 orang yang berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Namun, ia mengaku belum membicarakan lebih jauh terkait langkah apa saja yang dilakukan guna mencegah radikalisme tersebut. Menurut dia, negara-negara Islam meminta Jokowi agar Indonesia berdiri paling depan dalam melawan ISIS dan radikalisme.

“Kita tegas dari dulu bahwa NU tegas anti radikalisme. Siapapun yang menggunakan kekerasan atas nama agama Islam salah,” tegas Said Aqil Siroj.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menemui Presiden Joko Widodo. Ia bermaksud mengundang Jokowi untuk hadir dalam Muktamar NU yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur.

“Presiden sangat menyambut baik dan berharap muktamar berlangsung baik dan bagaimana caranya pola pikir NU bisa tersebar di seluruh dunia,” kata Said usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Said Aqil menjelaskan Muktamar akan dilangsungkan di empat pesantren masing-masing Tebu Ireng, Tambak Beras, Denanyar, dan Rejoso. Target dari kegiatan tersebut adalah mengembalikan dan mengokohkan kembali peradaban Islam sebagai pondasi keberlangsungan NKRI. 

“Jadi Islam yang berbudaya yang beradab,” katanya.

Said Aqil Siroj didampingi oleh Ketua Panitia SC Muktamar Slamet Effendy Jusuf dan juga Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali.

Posted from WordPress for Android

Posted on 3 Maret 2015, in Agama, Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: