Ini Cara Aman Dari Begal Saat Pulang Malam Hari

image

SERAMBIMATA – Apa yang dilakukan oleh sebuah komunitas atau kelompok pengendara motor di Bekasi untuk menangkal aksi begal patut diapresiasi bahkan bisa jadi inspirasi. Tanpa pengawalan khusus pihak keamanan ataupun membawa benda pengaman lainnya cara yang mereka lakukan membuat mereka merasa lebih aman dan aksi para begal yang belakangan ini kian marak.

Dua belas pengendara sepeda motor dari arah Jakarta berhenti di atas jembatan Bendung Kali Bekasi, Jalan Madnuin Hasibuan, Kota Bekasi. Mereka saling mengecek keberadaan anggota rombongan. “Lengkap, dua belas orang,” kata salah seorang koordinator, Andi, 25 tahun, kepada Tempo, Selasa malam. “Kami harus konvoi untuk menghindari begal.”

Para penghuni kawasan tetangga Jakarta lain, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang kompak pulang berombongan seperti yang dilakukan para pekerja di Jakarta yang bermukim di Bekasi ini. Konvoi atau pulang bareng, terutama di malam hari, bermunculan sejak kejahatan perampasan sepeda motor bercampur tindak kekerasan marak terjadi di pinggiran Jakarta. Para begal memang biasanya beraksi bila hanya menghadapi satu atau dua pengendara motor.

Gerakan pulang bareng rupanya mendapat sambutan baik dari publik yang merasa senasib-sepenanggungan. Apalagi, di zaman media sosial seperti sekarang, pengorganisasian “konvoi tangkal begal” juga bisa bergerak secepat begal. Seperti yang dilakukan tiga serangkai Awang Dito, 30 tahun, Diaz Hermawan (30), dan Agus Nugraha (33), warga Tangerang Selatan. Mereka membuat akun @pulangkonvoi di Twitter. Agus mendesain, Diaz membuat akun e-mail, dan Dito membuat akun Twitter.

Akun yang dibuka pada 24 Februari 2015, pukul 20.00 WIB, itu sehari kemudian sudah menarik hampir 200 orang pengikut. Gerakan tiga sekawan ini juga menjadi bahasan di media sosial. “Tanggal 27, 28 Februari, dan 1 Maret 2015, akun Twitter @pulangkonvoi banyak dibicarakan di Path dan Instagram,” kata Diaz. “Delapan hari dibuat, sekarang sudah lebih dari 5.000 pengikut.”

Diaz menjelaskan, untuk mencari teman konvoi, pengguna Twitter harus mencuit arah pulang, tujuan, janjian pukul berapa, dan lokasi bertemu. Nanti, akun @pulangkonvoi akan membalas cuitan. Setelah bertemu, para pengendara harus saling mengecek teman seiring terlebih dulu. Agar lebih akrab, mereka bisa ngobrol dan berfoto bersama tanpa helm. “Kalau bisa, saling mengecek tas. Semua hal itu untuk mengecilkan tindakan begal,” tuturnya. Setelah sampai di rumah, anggota konvoi dianjurkan mencuit mengabarkan selamat sampai tujuan.

Kesadaran publik mengamankan diri dari ancaman begal diacungi jempol oleh kepolisian. “Masyarakat tambah merasa aman,” kata Perwira Urusan Humas Kepolisian Resor Kota Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi kepada Tempo, kemarin. Meski begitu, pihak kepolisian tetap berpatroli setiap malam hingga dinihari. “Semua jalur masuk ke Kota Depok kita jaga.”

Seperti dikabarkan sebelumnya, aksi perampasan motor dengan disertai kekerasan makin marak terjadi bahkan hingga ke Bondowoso Jawa Timur. Beruntung para begal yang beraksi di ujung timur pulau jawa ini berhasil diringkus polisi. (Baca : Waspada ! Keganasan Begal Terjadi Hingga Ke Bondowoso Jawa Timur)

Anda mau mencoba atau punya ide dan cara lain agar perjalanan malam anda aman dari aksi kejahatan ?

Posted from WordPress for Android

Posted on 5 Maret 2015, in Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: