Kyai Azaim, Saya Hanya Bisa Merestui Usulan Gelar Pahlawan Nasional Bagi Kiai As’ad

image

KHR. Azaim Ibrahimy dan Gus Ipul dalam acara Sarasehan Nasional pengusulan gelar Pahlawan Nasional KHR Asad Syamsul Arifin

SERAMBIMATA – Salah satu agenda penting dari rangkaian kegiatan haul Majemuk Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafi’iyah Syafi’iyah Sukorejo tahun ini adalah Usulan gelar pahlawan Nasional terhadap Pengasuh kedua Kiai Asa’ad Syamsul Arifin. Usulan tersebut dibahas khusus dalam acara dialog dengan alumni pada malam hari dan Sarasehan Nasional yang dihadiri tokoh-tokoh penting beberapa saat sebelum acara puncak haul dimulai, Minggu, (08/03/2015).

Atas usulan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR Ach. Azaim Ibrahimy hanya bisa mengiyakan dan merestuinya. Cucu Kiai As’ad itu mengatakan dirinya tidak akan mencampuri usulan gelar pahlawan nasional terhadap Kiai As’ad. Sebab keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo tidak memiliki kepentingan apapun atas gelar tersebut. Sebab menurutnya tanpa mendapatkan gelar dari siapapun sosok Kiai As’ad adalah pahlawan sampai kapan pun.

Soal semakin kuatnya usulan dari berbagai pihak agar Kiai As’ad dianugerahi gelar pahlawan Kiai muda karismatik itu menjawab hal itu sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang didaulat  menjadi nara sumber pada sarasehan tersebut menargetkan gelar Pahlawan Nasional kepada KHR. As’ad Syamsul Arifin akan turun tahun ini. 

Sosok yang akrab dipanggil Gus Ipul itu memandang tanpa dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah, Kiai As’ad sudah jadi pahlawan umat dan bangsa.

“Walaupun tanpa gelar dari pemerintah, Kiai As’ad sudah jadi pahlawan, pahlawan umat, pahlawan bangsa”. Ungkap Gus Ipul.

Lebih jauh ia menjelaskan saat ini masyarakat butuh figur yang bisa dijadikan teladan dan Kiai As’ad adalah sosok yang layak untuk itu, karena selain Kyai, ia juga ulama, pengasuh pesantren dan pejuang.

Dan yang paling fonomenal menurut Gus Ipul adalah pelaksanaan Munas NU tahun 1993 dan Muktamar NU tahun 1994. Kedua momentum tersebut merupakan jaza monomental Kyai Asad dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga Indonesia menjadi negara yang damai dalam keanekaragaman agama, suku dan ras.

image

Kyai Azaim Ibrahimy berdialog langsung dengan para alumni hingga tengah malam


Di kesempatan yang sama Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Situbondo akan mendukung penuh pengusupan gelar pahlawan nasional terhadap Kiai As’ad,
Menurut Dadang Wigiarto, untuk proses pengusulan gelar pahlawan tersebut Pemkab tidak akan bekerja sendirian, melaikan akan membentuk tim yang melibatkan Dinsos, serta Dewan Riset Daerah (DRD).

Lebih jauh Dadang Wigiarto menegaskan, selain akan membentuk tim pengusulan gelar pahlawan nasional Kiai As’ad, saat ini pihaknya juga mempersiapkan jalan yang akan diberi nama Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin.

Posted from WordPress for Android

Posted on 9 Maret 2015, in Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. meskipun tidak diusulkan masyarakat Indonesia sudah tau,dan menyatakan bahwa Beliau KHR.AS,AD SYAMSUL ARIFIN adalah seorang pahlawan diNKRI.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: