KY :Dakwaan Pencurian Kayu Jati Tidak Layak Diberikan Kepada Nenek Asyani

image

SERAMBIMATA, Drama persidangan seorang Nenek bernama Asyani yang didakwa telah melakukan illegal loging karena dituduh mencuri tujuh batang kayu jati mengundang simpati banyak pihak. Bukan hanya karena nenek tersebut tua renta tapi karena kayu tersebut diakui ditebang di lahannya sendiri.

Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Eman Suparman mempertanyakan dakwaan terhadap nenek Asyani (63) terkait kasus pencurian tujuh batang kayu. Menurutnya, dakwaan pencurian kayu jati tidak layak diberikan kepada nenek tersebut.   

“Informasinya di tanah miliknya sendiri, kenapa dimasukkan ke ilegal logging? yang bener aja,” kata Suparman, beberapa waktu lalu.

Jika sejak awal dilakukan restorative justice, menurut dia, kasus tersebut harusnya tidak sampai di meja persidangan. “Seharusnya restorative justice itu di kepolisian dan kejaksaan, kalau sudah di pengadilan maka hakim tidak boleh menolak perkara dengan alasan apapun,” ujarnya.

Ia berharap hakim bisa memutuskan sesuai dengan bukti persidangan yang ada. “Ya sekarang kita lihat dari sisi hakimnya aja, kita tunggu aja. Mungkin saja dibebaskan,” ujarnya.

Sementara itu Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo meminta nenek Asyani dibebaskan karena menilai kasus Asyani sebuah kriminalisasi. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa PMII pada sidang ketiga Nenek Asyani.

“Ini jelas diskriminasi karena tuntutan yang dilakukan diada-adakan,”kata koordinator aksi Sirnanto di depan Pengadilan Negeri Situbondo, Kamis (12/3).

Sirnanto menegaskan, aksi ini akan terus dilakukan sampai Asyani dibebaskan. Menurut Sirnanto kayu yang ditebang berada di tanah milik Asyani. Menurutnya kriminalisasi ini dilakukan karena Asyani tidak memahami tentang hukum.

Asyani divonis sebagai tersangka karena rumahnya berpinggiran dengan Perhutani.”Lagipula ini kasus lima tahun yang lalu, kenapa baru sekarang diungkit?” kata Sirnanto.

Seperti ramai diberitakan di berbagai media, Asyani (63) alias Bu Muaris, warga Dusun Secangan, Desa/Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, harus menerima nasib buruk. Memasuki usia tua, bukannya menikmati hidup, ia harus berurusan dengan aparat berwajib. Itu setelah ia dituding mencuri kayu milik Perum Perhutani. (Baca : Tangisan Nenek Di Pengadilan Demi Berharap Keadilan)

Atas kasus yang menimpanya itu, Asyani sudah menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Situbondo pada Senin (9/3).

“Sejak 15 Desember lalu, nenek Asyani sudah dipenjarakan pihak berwajib,” kata kuasa hukum Asyani, Supriyono.

Selain terdakwa Asyani, kasus itu menyeret menantunya bernama Ruslan (23), tukang kayu Cipto (43), dan pengemudi pick up Abdus Salam (23).

Posted from WordPress for Android

Posted on 13 Maret 2015, in Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Kalau nebang pohond ditanah miliknya ya gapapa. Kan milik sendiri tanahnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: