Muhibah Ummat 3, DMI Kunjungi Dusun Terpencil Di Puncak Gunung

image

KHR Ach Azaim Ibrahimy, KHR. Abdullah Faqih Gufron, Kapolres Situbondo dan rombongan Muhibah Ummat saat turuni lereng gunung berkabut tinggalkan dusun Perrengan

SERAMBIMATA – Sukses melaksanakan Muhibah Ummat tahap satu dan dua, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo kembali melanjutkan kegiatan Muhibah Umat tahap ketiga Bersama Penasehat DMI KHR Azaim Ibrahimy dan Kapolres Situbondo AKBP Budi Utomo, SH, M.Hum, Muhibah Ummat  kali ini mengunjungi tiga desa terpencil di Kecamatan Mlandingan selama tiga hari, 13 – 15 Maret 2015. Ketiga desa tersebut adalah Alas Bayur, Sumberanyar dan  Campoan.

Seperti kegiatan sebelumnya, tim muhibah ummat yang dikomandani ketua DMI Situbondo KHR Abdullah Faqih Gufron ini juga harus naik turun gunung untuk mencapai desa dan dusun yang dituju. Namun Muhibah Ummat 3 kali ini makin berkesan karena tim dapat menemui masyarakat yang tinggal di dusun Perrengan, sebuah dusun di Desa Alas Bayur yang sulit dijangkau dengan kendaraan biasa. Maklum, dusun yang berbatasan dengan Wringin Arak-arak Bondowoso tersebut berada di ketinggian puncak gunung Biser dengan kemiringan sekitar 80 derajat.

Tidak hanya itu, jalan yang berbatu dan berlumpur membuat jalan satu-satunya menuju dusun perrengan itu tidak hanya sulit dilalui tapi juga dapat membahayakan keselamatan pengendara, karena selain licin dan berkelok, di sisi jalan yang jauhnya sekitar 12 km tersebut terdapat jurang yang sangat curam. Sehingga tidak heran, kendaraan truk yang membawa rombongan Muhibah Ummat dari Kecamatan Wringin Arak-arak menuju dusun Perrengan terpaksa harus didorong berberapa kali karena terjerambap ke dalam lumpur.

image

Salah satu sudut dusun Perrengan Alas Bayur

Menuju ke dusun lainnya juga tidak mudah, karena desa perrengan dengan dusun lainnya hanya dihubungkan dengan jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Itupun harus menuruni lereng terjal dan berkabut, hal itu dibuktikan oleh tim muhibbah ummat ketika meninggalkan Perrengan menuju dusun Kalompongan desa Alas Bayur.

image

Kyai Azaim harus melewati jalan setapak menuju dusun tujuan berikutnya

Yang lebih memprihatinkan, dusun yang sering diliputi kabut ini juga belum terjangkau aliran listrik negara. Untuk penerangan, rumah-rumah penduduk hanya mengandalkan tenaga listrik yang dihasilkan kincir air yang sangat terbatas. Kendati begitu, masyarakat Perrengan sangat antusias menyambut kedatangan rombongan Muhibah Ummat, sampai mereka rela menunggu untuk sekedar bertemu Kyai Azaim dan rombongan hingga tengah malam. Maklum menurut kepala desa Alas Bayur Hartono, baru kali ini desanya didatangi Ulama’ besar.

“Kami sangat bahagia dan berterima kasih atas Kedatangan KHR Ach Azaim Ibrahimy dan KH. Abdullah Faqih Gufron beserta rombongan Muhibbah Ummat ke desa kami, karena selama 70 tahun usia desa ini baru kali ini didatangi Kiai besar seperti ini”, ungkap petinggi Hartono dalam sambutannya.

image

Acara pamitan dengan tokoh dan masyarakat setempat

Pemberangkatan peserta Muhibah Ummat 3 dilakukan di depan Polsek Panji, Jumat (13/03/2014) pukul 15.00 WIB dilepas oleh Wakapolres Situbondo menuju kecamatan Wringin Bondowoso. Di kota tape tersebut rombongn disambut Wakil Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin sebelum akhirnya dilepas menuju dusun Perrengan.

image

Rombongan Muhibah Ummat saat dilepas Bapak Wakapolres Situbondo

Selama tiga hari, kegiatan yang bertujuan menyapa umat secara langsung ini meliputi pengajian, penyuluhan kamtibmas oleh Kapolres Situbondo, menyapa langsung dengan berkunjung ke rumah-rumah penduduk, bakti sosial, khitanan masal, serta pemberian santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu.

image

Kyai Azaim saat memberikan santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu

Selain itu, dengan dukungan dari Polres Situbondo dan Bank Syari’ah Mandiri juga diserahkan bantuan dana pemeliharaan, arana dan perlengkapan masjid yang tersebar di tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan Muhibah Ummat tahap tiga. (Hans).

Posted from WordPress for Android

Posted on 16 Maret 2015, in Agama, Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: