Jenuh dan ingin Wirausaha Ratusan Guru Jawa Timur Ajukan Pensiun Dini?

image

SERAMBIMATA, Di saat ribuan guru antri untuk diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Jawa Timur ratusa guru PNS justru mengajukan pensiun dini hanya karena jenuh dan ingin berwirausaha, atau jangan-jangan mereka punya alasan lain?

Ratusan guru di Jawa Timur mengajukan pensiun dini. Namun Pemerintah Provinsi JawaTimur menolak pengajuan pensiun dini tersebut. Alasan yang mereka sampaikan dinilai tidak mendesak dan patut dipertanyakan.
    
“Tiap bulan ada 300 guru yang mengajukan pensiun dini dengan berbagai alasan. Tapi, yang disampaikan tidak masuk akal,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa (17/3/2015).

Alasan yang mereka sampaikan di antaranya wirausaha setelah mendapatkan dana sertifikasi, ada juga yang mengaku sudah jenuh menjadi guru mencari suasana lain.

Sekarwo mengaku terkejut bulan lalu ada 328 guru mengajukan pensiun dini. “Setelah saya cek ternyata tiap bulan rata-rata ada 300 an guru yang ajukan pensiun dini,” katanya.

Terkait pengajuan ini, Soekarwo dengan tegas langsung menolak. Pensiun dini hanya bisa jika guru tersebut sakit dan memerlukan waktu istirahat lama. Jika pengajuan pensiun hanya karena ingin menjadi wirasuasta, maka pengajuan pensiun pasti akan langsung ditolak.

Saat ini kata Soekarwo, negara telah banyak mengeluarkan anggaran untuk guru. Selain pelatihan, para guru juga telah mendapatkan dana sertifikasi yang jumlahnya tidak sedikit.

“Di Desa-desa itu para guru sangat sejahtera, mereka sudah tidak lagi gunakan sepeda motor. Mayoritas mereka itu sudah mampu beli mobil karena dana bagi mereka memang melimpah,” ujarnya.

Para guru yang mengajukan pensiun dini ini sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan dari bupati/wali kota dan tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah provinsi.

“Saya sudah surati seluruh bupati/wali kota. Saya tegaskan, guru pensiun dini hanya bisa jika ada surat keterangan dokter, jangan alasan karena membuka usaha,” ujarnya.

Dijelaskan, kesejahteraan bagi guru saat ini memang sudah cukup. Apalagi, 20 persen anggaran saat ini harus digunakan untuk bidang pendidikan. Artinya, anggaran untuk pendidikan termasuk di dalamnya untuk guru, 
memang yang terbesar dibandingkan anggaran lainnya. 

“Anggaran 20 persen untuk pendidikan ini tidak hanya diambilkan dari APBN, melainkan APBD baik provinsi maupun kabupaten/kota, juga harus menganggarkan 20 persen untuk pendidikan ini,” ujarnya.

Posted from WordPress for Android

Posted on 18 Maret 2015, in Ekonomi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: