Pemerintah Pusat Menjamin Penerimaan Pegawai Pemerintah Tidak Ada Titipan dan Suap

image

SERAMBIMATA, Biasanya setiap kali pemerintah membuka rekruitmen CPNS yang selalu muncul adalah isu kecurangan, titipan atau suap. Persoalan tersebut seakan identik dengan rekruitmen yang banyak diserbu para pencari kerja itu. Sehingga berbagai upaya dilakukan pemerintah agar praktek seperti itu tidak terjadi lagi.

Ke depan, seiring dengan diberlakukannya Undang Aparatur Negeri Sipil (ASN), pemerintah pusat menjamin penerimaan pegawai pemerintah tidak akan ada lagi praktek-praktek seperti itu.

Karena dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), perekrutan pegawai harus didasarkan pada kebutuhan dan kompetensi personal.

Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi mengatakan, dalam UU ASN tidak akan ada lagi pengangkatan pegawai pemerintah secara otomatis, namun harus melalui berbagai seleksi. Tujuannya, agar ada jaminan yang lolos adalah benar-benar orang terbaik.

“UU ASN juga akan memastikan proses pengangkatan, pengembangan karier, promosi jabatan, pemberhentian hingga pensiun harus melalui mekanisme yang benar. Tidak boleh ada lagi masuk jadi pegawai pemerintah hasil intervensi,” kata Yuddy saat melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang, beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata Yuddy, untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas pegawai pemerintah, pemenuhan kebutuhan pegawai harus didasarkan pada formasi kebutuhan dan visi pembangunan.

Formasi yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja ini harus dirancang untuk lima tahun ke depan serta diimplementasikan setiap tahun.

“Setiap unit kerja harus memiliki perencanaan kerja. Perencanaan dirancang untuk lima tahun ke depan, sesuai kebutuhan kerja sesuai visi pembangunan. Misalnya target kerja pembangunan ke depan itu apa, kebutuhan pegawai itu seperti apa, mulai dari jumlah sampai kompetensinya apa saja,” ujarnya.

Yuddy melanjutkan, untuk melakukan efisiensi pegawai ini, setiap unit kerja harus melakukan audit organisasi. Tujuannya, untuk melihat efektifitas serta menilai apakah struktur organisasi yang ada ini telah memadai atau justru terlalu panjang.

Dia mencontohkan, di salah satu unit kerja terdapat empat staf. Apakah kerja empat orang ini telah efektif atau malah hanya mengerjakan hal yang sama.

“Misalnya, empat orang ini punya masing-masing tugas. Tapi sebenarnya ada beberapa tugas yang juga bisa dilakukan oleh satu orang. Seperti penerima tamu kan bisa sekalian merangkap tugas dengan mengangkat telepon. Tidak perlu kan ada orang yang khusus ngangkat telepon, apalagi kalau ada tamu itu kan tidak setiap saat,” ujarnya.

Yuddy mengatakan, tujuan audit organisasi ini penting dilakukan. Karena ke depan akan mengarah pada perampingan aparatur pemerintahan. Meski ramping, namun memiliki efektifitas, efisien, dan kompeten di bidangnya.

“Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai pemerintah. Apalagi dalam ASN itu diatur upah pegawai pemerintah paling rendah harus di atas UMK setempat. Tidak boleh lagi ada pegawai pemerintah yang tidak sejahtera, kan tidak lucu misalnya pegawai dinas pendapatan tapi tempat tinggalnya selalu kebanjiran atau hidup tidak sejahtera,” katanya.

Dengan kesejahteraan yang baik, kata Yuddy, tentunya akan meningkatkan kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. Karena aparatur negara harus menjadi agen perubahan dalam rangka revolusi mental.

“Ke depan tidak boleh ada lagi birokrat yang seperti priyayi, selalu ingin dilayani dan didatangi. Tapi sebaliknya, aparatur negara harus melayani rakyat. Aparatur juga harus sadar jika semua penghasilan, pangkat dan jabatannya itu dibiayai oleh rakyat. Serta mengingat jika sumber legitimasi kekuasan yang berasal dari rakyat ini harus dijadikan modal untuk melayani,” katanya.

Posted from WordPress for Android

Posted on 18 Maret 2015, in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: