Wacana Sekolah Lima Hari Didukung Siswa Tapi Berpotensi Timbulkan Masalah

image

SERAMBIMATA, Wacana jam belajar di sekolah hanya lima hari dalam seminggu digulirkan  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Alasan yang dikemukakan Ganjar agar siswa lebih banyak waktu dengan orang tua di rumah. Bagaimana menurut anda? Setujukah?.

Kontan saja, wacana sekolah lima hari kerja tersebut mendapat dukungan dari siswa. Dukungan siswa diberikan karena mereka mengaku punya waktu refreshing lebih lama, meskipun hal itu berakibat pada kegiatan belajar mengajar dalam satu hari menjadi lebih padat.

Alasan lainnya, siswa merasa lebih punya banyak waktu dan lebih fokus untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan hobinya seperti sepak bola, futsal dan olah raga lainnya.

Bisa Timbulkan Masalah

Sementara itu sejumlah guru madrasah Nahdlatul Ulama (NU) menilai gagasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang sekolah masuk lima hari belum menjamin menambah kualitas pertemuan anak dengan orang tua. Bahkan,  bisa jadi wacana itu akan menimbulkan permasalahan baru. 

Mahfud Nahrawi,  Guru MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus menilai kepentingan  anak dan orang tua yang menjadi alasan digulirkannya wacana tersebut belum sepenuhnya bisa menjadi  jaminan. Sebab,  kesibukan orang tua sangat beragam pekerjaannya yang terkadang tidak memiliki waktu libur. 

“Bagi orang tua PNS atau pegawai kantoran mungkin bisa memanfaatkan masuk lima hari ini. Tetapi mayoritas orang tua, banyak yang jadi petani, buruh pabrik, pedagang yang tidak memiliki waktu libur,” kata Nahrawi.

Menurutnya, jika anak-anaknya libur dua hari akan membuka potensi masalah baru di antara keduanya.  Orang tua tidak semuanya bisa mengawasi dan mengarahkan anaknya karena sibuk bekerja. 

“Bagaimana bisa bertemu, wong orang tuanya sibuk bekerja yang tidak punya waktu libur tersebut,” ujar Nahrowi.

Hal senada disampaiakan guru MANU TBS Kudus Arief Murtadho. Menurutnya, wacana ini bagus karena orang tua akan lebih dekat dengan anak-anaknya. 

“Namun, apa bisa seperti itu? Kalau PNS mungkin bisa tetapi orang tua yang pekerjaan lain jelas kesulitan,” katanya. 

Baik Mahfud Nahrowi dan Arief Murtaho mendukung bila wacana gubernur tersebut akan menjadi kebijakan. Namun, tidak bisa sepenuhnya diterapkan pada semua sekolah. Apalagi madrasah yang sudah menetapkan libur tiap jum’at, akan menimbulkan banyak kendala.   
“Sebaiknya dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu terhadap berbagai aspek lainnya.  Termasuk juga misalnya mewacanakan kebijakan kerja lima hari di semua sektor sehingga semua orang tua bisa libur bersama,” tandas Nahrowi. 

Posted from WordPress for Android

Posted on 20 Maret 2015, in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: