Memuat Ajaran Berbahaya, Mendikbud Tarik Semua Buku PAI Menyimpang

image

SERAMBIMATA, Para Orang tua bahkan hampir kebanyakan masyarakat Indonesia khususnya umat Islam mengaku sangat resah dan khawatir atas beredarnya buku Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah yang mengajarkan radikalisme. Buku yang berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/ MA/ SMK/ MAK Kelas XI, Kurikulum 2013, Cetakan 2014 itu dinilai sangat berbahaya bagi aqidah umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dalam buku PAI tersebut memuat ajaran firqoh Wahabi Salafi yang membolehkan membunuh orang yang tidak sefaham seagama. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, tokoh penggagas firqoh Wahabi Salafi ini mengatakan dalam buku PAI tersebut bahwa orang-orang yang menyembah kepada selain Allah telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.

“Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah Swt, dan orang yang menyembah selain Allah Swt, telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh,” kata Pencetus Wahhabi, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam buku PAI tersebut. (Baca : Berbahaya ! Kini Beredar Buku Pelajaran ‘Propaganda ISIS’ untuk Siswa)

image

Salah satu halaman yang berisi ajaran berbahaya karena membolehkan membunuh kepada yang berlainan akidah

Ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang menyebarkan firqah Wahhabiyyah atau yang sekarang para pengikutnya menyebut dirinya sebagai Salafi atau Pengikut Salaf (padahal bukan pengikut salaf) adalah salah satu ajaran baru yang menyimpang dan bukan termasuk bagian dari faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang dianut mayoritas umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ciri khas ajaran Wahhabi Salafi diantaranya suka menuduh bi’ah, sesat, musyrik, dan kafir kepada umat Islam yang tidak sefaham dengan mereka dan biasanya selalu mengacu kepada tokoh-tokoh Wahabi seperti Ibnu Taimiyah, Syaikh Nashiruddin Al Albani, Syaikh Bin Bazz, dan lain-lain, Para ulama ahlussunnah dengan tegas menolak ajaran faham Wahabi Salafi dan menyamakan faham Wahhabi Salafi ini dengan faham Syiah Rafidhah. Keduanya bagaikan kotoran onta dibelah dua sebagaimana pernah diungkapkan oleh Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam kitabyan “Tatsbiitul Fu-aad”:

” بعرة مقسومة نصفين ”

“Kotoran Unta yang dibelah dua”, tulis Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Menanggapi adanya buku PAI yang mengajarkan ajaran radikalisme wahabi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan langsung menginstruksikan jajarannya untuk menarik semua buku tersebut di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukannya setelah ditemukan bahwa konten buku itu banyak yang tidak sesuai untuk anak-anak sebagai bahan ajar.

“Kami akan menarik buku-buku tersebut,” tegas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di Jakarta, kemarin (20/3/2015).

Anies mengatakan isi buku itu menyimpang. Ada yang mengajarkan untuk membunuh orang non-muslim karena dianggap musyrik, ada pula yang menceritakan aktivitas romantis. “Saya saja sampai kaget setelah membaca bukunya,” katanya. 

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mengaku heran mengapa bisa buku dengan isi seperti itu bisa lolos dan diperbolehkan beredar sampai di tangan siswa. “Ajaran ini sangat berbahaya untuk Indonesia,” lanjut Anies.

Anies mengatakan sudah mencoret beberapa halaman buku tak patut tersebut. Dia juga sudah menandakan halaman dan bagian yang dianggapnya tidak pantas untuk dikaji lebih jauh. Hingga saat ini, Kementerian hanya menarik buku itu dari peredaran dan belum memberikan sanksi kepada penulis buku tersebut. “Saat ini kita tarik dulu bukunya, baru setelah itu kita bicara sanksi lebih jauh,” ungkap Anies. (Baca : Anies, Materi Radikal di Buku Agama Akibat Penyusunan Yang Tergesa-gesa)

Penggagas Program Indonesia Mengajar itu menambahkan, pihaknya akan mengawasi langsung permasalahan tersebut. Bahkan kemungkinan besar, penulis buku tersebut akan dikenakan sanksi.

“Kami meninjau buku ini. Bayangkan jika digunakan di seluruh sekolah, bisa-bisa anak membunuh orang yang berlainan agama dengan dia,” terangnya.

Posted from WordPress for Android

Posted on 22 Maret 2015, in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Kemana saja pemerintah selama ini,,,ISIS terus diperbincangkan tapi bibit2 teroris organisasi mencetak teroris leluasa bergerak bahkan tidak ada tindakan sedikit pun
    HTI..LDII,.MTA dsb leluasa menyebarkan islam radikal dibiarkan,,paham wabi harus di tolak di indonesia,,klw tidak indonesia akan mengalami bencana perang sdr

    Suka

  1. Ping-balik: Setelah Wahabi, Kini Pelajaran MAN Disusupi Ajaran HTI | SerambiMata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: