Soal Sistem Pembayaran Pensiunan PNS, Bagaimana Kabarnya?

image

SERAMBIMATA, Sempat ramai menjadi bahan perbincangan, wacana pemerintah merubah sistem pembayaran uang pensiunan PNS menjadi sistem pesangon atau dibayar sekaligus, kini kembali mencuat. Ada banyak hal menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberlakukan sistem tersebut, sehingga sampai saat ini pemerintah belum memutuskan apapun, namun ada sinyal yang ditunjukkan pemerintah terkait rencana kebijakan tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi memberi sinyal tidak akan menerapkan aturan pembayaran sekaligus uang pensiun PNS atau sistem pesangon. Yuddy menilai uang pensiun bagi PNS tidak perlu dibayar sekaligus dalam satu waktu secara penuh agar kesejahteraan yang bersangkutan lebih terjamin.

“Secara pribadi saya khawatir kalau uang pensiun dikasih sekaligus nanti ada euforia, dipergunakan secara konsumtif, bagaimana bulan-bulan berikutnya nanti,” kata Yuddy seperti dilansir Antara, di Jakarta, Kamis (14/5).

Yuddy melihat jika uang pensiun tersebut dibayarkan sekaligus akan menyulitkan bagi para PNS sendiri dikarenakan sebagian besar dari mereka belum memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan usaha.

“Kekhawatiran saya adalah karena PNS ini tidak pernah dibekali kemampuan entrepreneurship sehingga bekal yang dimiliki kurang dan akibatnya yang tidak kita inginkan,” katanya.

Yuddy lebih setuju jika pembayaran pensiun dilakukan secara berkala agar ada jaminan bagi kesejahteraan PNS di hari tuanya. “Jangan sampai mengakibatkan pertambahan tingkat kemiskinan dan penurunan kesejahteraan. Ini bahaya, PNS kan banyak, satu tahun bisa seratus ribuan lebih yang pensiun.”

Dia berpendapat mekanisme pembayaran uang pensiun secara berkala lebih baik tetap digunakan karena di dalamnya juga ada dana-dana yang dipotong saat mereka bekerja dan yang tidak digunakan akan dikembalikan. “Jadi, ada lah pegangan-pegangan, uang bulanannya juga ada bahkan 80 persen dari gaji pokoknya,” ujarnya.

Informasi saja, pemerintah saat ini sedang menggodok aturan baru terkait mekanisme pembayaran pensiun PNS. Dalam rencananya, pemerintah akan mengubah skema pembayaran dana pensiun dari sistem Pay As You Go yang berarti bahwa pembayaran didasarkan pada APBN menjadi jadi Fully Funded yang berarti pemerintah tidak lagi membayar uang pensiun ketika PNS tak lagi aktif bekerja. Pensiunan PNS didapat dari iyuran yang dibayar semasa PNS itu bekerja. Sehingga, APBN tidak terus-terusan mengalokasikan dana untuk uang pensiun PNS.

Selain itu, pemerintah juga memunculkan wacana lain untuk pembayaran uang pensiun PNS. Ada kemungkinan pembayaran uang pensiun pegawai negeri mengikuti swasta atau sistem pesangon.

“Ini masih wacana dan banyak wacana lain. Ini belum ditandatangani Presiden Jokowi. Wacana lain misalnya pengubahan pensiun jadi sekali bayar (pesangon),” ucap Kabiro Humas, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Tumpak Hutabarat ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (16/3).

Namun Tumpak belum bisa memastikan sistem pembayaran uang pensiun mana yang akan diterapkan. “Saya kepala humas tidak mengikuti perkembangan mas bagaimana nantinya,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang perubahan skema tunjangan hari tua dan pensiun, Yuddy mengatakan saat ini sudah dalam tahap pembahasan akhir antardepartemen.

“Nanti kalau sudah selesai akan dikasih ke Kemenkumham, sekarang sedang penyelarasan. Semoga selekas-lekasnya diputuskan, tapi selama RPP itu belum diputuskan maka ketentuan pensiun sebelumnya tetap berlaku,” tutupnya.

Posted from WordPress for Android

Posted on 14 Mei 2015, in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Kepadea Bpk. Mentri ambill jalan tengah : DITAWARKAN SAJA KEPADA PENSIUNAN…….DITERIMAKAN SEKALIGUS APA DIAMBIL TIAP BULAN ??? ( TAWARKAN )

    Suka

  2. Kepada Bpk Mentri, Jangan pesimis Pak,.. kami yang akan pensiun sudah siap untuk berwira usaha kok Pa… kami oftimisss…malahan akan jadi besar hasilnya setiap bulannya..daripada mengadahkan telapak tangan.. menunggu belaskasian dari pemerintah tiap bulan.!..kami sudah siap mengolah SAWAH dan KEBUN di Kampung dan hasilnya untuk memberi MAKAN ORANG2 KOTA agar tidak ribut soal beras mahal…kita harus oftimis..

    Suka

  3. Bapak Mentri. Jangan pesimis Pak… Kami (yg akan pensiun) sudah siap kok,menerima pesangon. daripada menengadahkan tangan, menunggu pemberian tiap bulan dari pemerintah.. Kami sudah siap akan MENGOLAH SAWAH, KEBUN dan menciptakan lapangan pekerjaan sodara2 kami di kampung…dan hasilnya untuk memberi makan orang2 kota yang selalu ribut apabila harga kebutuhan pokok naik/mahal. Kami oftimis kami sudah siap bekerjaaa…bersama anak cucuu di kampung…

    Suka

  4. Bagi sebagian ASN menjelang Pensiun yg belum punya rumah sendiri, dan masih punya hutang banyak ,sangat terbantu bila Pensiun dibayar Langsung (Pesangon),karena kalau pensiun bulanan untuk membeli rumah ga mungkin ,uang bulanan hanya bisa bayar kontrak rumah,jd menjalani sisa hidup susah,beribadahpun tidak maksimal karena tidak tenang, Bila Pensiun dibayar langsung, bisa buat beli rumah, bisa bayar hutang ,sisa di tabung, menjalani sisa hidup dengan tenang.(Pensiunan ASN Sejahtera)…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: