Waspadai Tiga Modus Mafia Ijazah Palsu Berikut Ini

image

SERAMBIMATA, Terbongkarnya praktek jual beli ijazah palsu di salah satu tempat yang menamakan dirinya perguruan tinggi swasta, telah menyebabkan terkuaknya beberapa modus diterbitkannya ijazah aspal tersebut. Indonesia Police Watch (IPW) setidaknya menemukan 3 modus mafia ijazah abal-abal itu.

Dunia pendidikan Indonesia tercoreng dengan terbongkarnya dugaan ijazah asli tapi palsu. Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri segera membongkar habis kasus ini sampai ke akar-akarnya dan menyeret pelaku serta semua yang terlibat ke pengadilan. 

Dalam penelusuran IPW, sebagaimana dilansir JPNN,  ada tiga modus dalam praktik ijazah aspal.

1. Menggunakan nomor induk mahasiswa yang drop out.

“Pertama, menggunakan nomor induk mahasiswa yang drop out,” tegas Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Senin (25/5). 

Neta menjelaskan, si pengguna nomor induk tersebut masuk di tengah jalan tapi harus membayar uang kuliah selama delapan semester dan biaya lainnya yang cukup besar. “Namun tidak harus kuliah, hanya hadir saat ujian,” ungkapnya.

2. Bisa mengikuti kuliah atau tidak tapi pasti lulus.

Modus yang kedua kata Neta, bisa mengikuti kuliah dan bisa tidak tapi setiap ujian pasti lulus.

3. Tidak kuliah dan tidak ujian tapi bayar penuh.

Tidak kuliah dan tidak ujian tapi membayar semua biaya kuliah selama delapan semester dan biaya lainnya adalah cara yang paling banyak diminati oleh pemburu ijazah palsu.

“Modus dan jaringan mafia pendidikan tinggi yang memperdagangkan ijazah aspal ini harus segera dibongkar Polri agar citra dan kredibilitas pendidikan Indonesia terjaga,” ujar penulis buku “Jangan Bosan Mengkritik Polisi” ini.

Neta juga mendesak Polri bekerja cepat mengusut kasus ini. Menurut Neta, kasus ini adalah sebuah kejahatan intelektual yang luar biasa, melibatkan mafia pendidikan.

IPW menilai meski Menteri Ristek dan Dikti M Nasir sudah melaporkan kasus ini dan kasus ijazah aspal sudah merebak, tapi Polri belum terlihat bersikap cepat, tanggap, dan profesional menanganinya.

“Padahal kasus ijazah aspal tidak hanya merusak citra pendidikan tinggi, lebih dari itu akan menghancurkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi di negeri ini. Polri harus bekerja cepat,” kata Neta.

Posted from WordPress for Android

Posted on 27 Mei 2015, in Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: