5 “Kado Berkah” Buat PNS di Bulan Ramadlan

image

SERAMBIMATA, Bagi kaum muslimin, Ramadlan sebagai bulan penuh adalah keyakinan yang tak terbantahkan. Pasalnya, pada bulan tersebut semua manusia di dunia diyakini mendapatkan kebaikan selama satu bulan, terkecuali bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di bulan Ramadlan kali ini para PNS bisa dibilang kecipratan berkah. Bagaimana tidak, pemerintah memberikan sejumlah ‘kado istimewa’ pada PNS di bulan yang juga istimewa itu.

Salah satu berkah dari pemerintah ialah kenaikan besaran tunjangan hari raya (THR). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi memastikan gaji ke-13 bakal dibayar sebelum Lebaran.

“Gaji ke-13, saya sudah menyelesaikan administrasinya. Diusahakan pada bulan puasa aparatur negeri sipil (ASN) sudah mendapatkannya,” kata Yuddy beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memutuskan menaikkan besaran gaji ke-13. Surat kenaikan gaji ke-13 tinggal ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi). Politisi Partai Hanura ini menyebut besaran kenaikan gaji ke-13 buat PNS minimal 4 persen. 

Selain kenaikan THR tercatat masih ada ‘berkah’ lain untuk PNS selama Ramadan di era Presiden Joko Widodo. Berikut ‘kado berkah’ buat PNS yang berhasil dirangkum Serambimata :

1. PNS diizinkan mudik pakai mobil dinas

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi saat ini sedang menggodok aturan resmi terkait penggunaan mobil dinas PNS untuk mudik lebaran. Aturan ini nantinya akan membolehkan PNS menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran, dengan catatan bahan bakar minyak (BBM) dibeli sendiri.

“Arahnya seperti itu. Ini apresiasi pak menteri untuk PNS menggunakan mobil dinas. Cuma implementasi harus memperhatikan kepatutan, kewajaran dan lain sebagainya,” ucap Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman diJakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Herman, regulasi mengenai penggunaan mobil dinas masih dalam tahap pendalaman. Aturan formal mengenai kebijakan ini masih dirumuskan.

“Sekarang sedang dilakukan pendalaman. Ini harus ada surat resmi masih dalam tahap pendalaman,” tegasnya.

Herman menegaskan, aturan ini akan keluar sebelum waktu mudik lebaran atau Juli mendatang. “Sekarang masih nunggu surat resmi,” tutupnya singkat.

2. Diskon Jam kerja selama Ramadan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengeluarkan surat edaran terbaru. Isinya penetapan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) alias Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama bulan Puasa, PNS hanya bekerja 32,5 jam dalam sepekan.

“Pemerintah kembali melakukan pengaturan jam kerja bagi ASN, anggota TNI, dan Polri,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman melalui siaran pers di Jakarta.

Ketetapan itu tercantum dalam Surat Edaran Menpan-RB No. 04/2015 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Bulan Ramadan. Surat edaran ditujukan untuk Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur BI, Kepala LPNK, Kepala Sekretariat Lembaga Negara, Gubernur, Bupati dan Walikota. Tembusan langsung ke Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam surat edaran tersebut, instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, PNS masuk mulai pukul 08.00. Untuk jam kepulangan khusus Senin hingga Kamis ditetapkan pukul 15.00 sedangkan Jumat pukul 15.30.

Sementara untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, jam kerja pada Senin-Kamis dan Sabtu, mulai pukul 08.00 sampai jam 14.00. Khusus Jumat, PNS bisa pulang lebih cepat yakni pukul 14.30.

“Untuk hari Senin sampai Kamis, jam istirahat hanya 30 menit, yakni pukul 12.00 – 12.30, sementara Jumat jam istirahat satu jam yakni 11.30-12.30. Jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 32,5 jam,” ujar Herman.

3. THR PNS naik, minimal 4 persen

Pemerintah memutuskan menaikkan besaran gaji ke-13. Surat kenaikan gaji ke-13 tinggal ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi menyebut besaran kenaikan gaji ke-13 buat PNS minimal 4 persen. Kalaupun Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut kenaikannya sebesar 6 persen, Yuddy tidak mempermasalahkannya. Sebab kementerian keuangan lebih memahami perhitungan anggaran negara.

“Sekurang-kurangnya naik 4 persen lah. Itu karena Pak Menteri Keuangan kan lebih paham saja,” terangnya.

4. THR cair sebelum puasa

Kabar gembira bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pejabat negara. Pasalnya, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui pencairan gaji ke-13 sebelum puasa atau bulan depan.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman mengatakan rencana pencairan gaji juga sudah diserahkan kepada Kementerian Keuangan.

“Pak presiden (Joko Widodo) sudah setuju dan Pak Menteri (Yuddy Chrisnandi) juga sudah menyampaikan kepada kementerian keuangan. Harapannya cair sebelum bulan puasa, paling lama menjelang lebaran,” ucap Herman ketika dihubungi merdeka.com diJakarta.

5. Gaji PNS naik

Presiden Joko Widodo pada 4 Juni 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Perubahan aturan ini berakibat pada naiknya gaji PNS sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014 (perubahan terakhir) menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud (perubahan gaji PNS) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2015,” bunyi Pasal I ayat (2) PP No. 30 Tahun 2015 yang berlaku pada tanggal PP itu diundangkan, yaitu 5 Juni 2015 seperti dilansir dari situs Setkab di Jakarta.

Lampiran PP tersebut tidak merinci persentase perubahan gaji PNS per golongan dan masa kerja. Namun dalam tabel disebutkan untuk gaji PNS golongan dan masa kerja terendah, yaitu Golongan I masa kerja 0 tahun kini menjadi Rp 1.488.500 (sebelumnya Rp. 1.402.400). Adapun gaji tertinggi untuk golongan I (Id) masa kerja 27 tahun adalah Rp 2.558.700 (sebelumnya Rp 2.413.800).

Untuk golongan II, gaji terendah (IIa masa kerja 0 tahun) kini adalah Rp 1.926.000 (sebelumnya Rp 1.816.900). Sedang yang tertinggi (IId masa kerja 33 tahun) adalah Rp 3.638.200 (sebelumnya Rp 3.432.300).

Gaji PNS golongan III, terendah (IIIa masa kerja 0 tahun) kini adalah Rp 2.456.700 (sebelumnya Rp 2.317.600). Adapun gaji tertinggi untuk PNS golongan III (IIId masa kerja 32 tahun) kini menjadi Rp 4.568.800 (sebelumnya Rp 4.310.100).

Untuk PNS golongan IV, gaji terendah (IVa masa kerja 0 tahun) kini menjadi Rp 2.898.500 (sebelumnya Rp 2.735.300). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IVe masa kerja 32 tahun) kini menjadi Rp 5.620.300 (sebelumnya Rp 5.302.100).

Posted from WordPress for Android

Posted on 11 Juni 2015, in Ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Semoga upaya pemerintah diimbangi dengan peningkatan kinerja ASN di seluruh tanah air Indonesia

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: