Gus Ipul : Muktamar NU itu Tidak Gaduh Tapi Meriah

 -muktamar_nu-media_center
SERAMBIMATA, Tak ingin Muktamar  Ke-33 NU terus diberitakan miring bahkan provokatif, Ketua panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 NU H. Syaifullah Yusuf angkat bicara. Menurutnya, media seharusnya juga menampilkan sisi-sisi poisitif dari perhelatan lima tahunan warga Nahdliyin tersebut.
Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Ke-33 NU, H Syaifullah Yusuf merasa sedih dan sangat menyayangkan terhadap pemberitaan tentang Muktamar NU yang cenderung provokatif. Dia pun menegaskan, bahwa Muktamar NU di Jombang ini sangat meriah.
“Setiap hari tak kurang dari 10.000 warga NU datang ditambah panitia yang kira-kira mencapai 5.000 orang untuk turut berpartisipasi meyukseskan dan memeriahkan Muktamar NU,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu dalam jumpa pers, Senin (3/8) malam di Media Centre Muktamar Ke-33 NU yang terletak di SMAN 1 Jombang, Jawa Timur.

Dia juga menerangkan bahwa pesta demokrasi lima tahunan warga NU ini telah menggairahkan perekonomian masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Jombang.

“Perputaran ekonomi atas gelaran Muktamar NU ini juga cukup fantastis, jika per individu rata-rata setiap hari menghabiskan uang Rp 100 ribu, maka perputaran uang setiap harinya mencapai 15 miliyar rupiah. Merak bukan panitia yang mengundang, tapi NU,” jelas pria berkumis dan murah senyum ini.Lebih jauh, pria humoris ini menegaskan, bahwa apa yang terjadi di sidang pleno tata tertib yang lalu itu bagian dari proses demokrasi. PBNU hanya berupaya menciptakan mekanisme pemilihan terbaik dari tahun ke tahun. Perbedaan pendapat dan pandangan di dalam tubuh NU itu sudah biasa, itu artinya demokrasi yang dibangun sangat hidup.Gus Ipul menandaskan kepada media, bahwa dia mengharapkan proses pemberitaan yang ada jangan sampai termakan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. “Saya tidak ingin Muktamar ini diwarnai oleh isu-isu yang tidak benar lewat informasi yang ada. Kalau pun ada kekurangan sana-sini dari fasilitas yang ada, itu wajar. Untuk itu kami mohon maaf, ” pungkasnya.

Sumber : NU online

Posted on 4 Agustus 2015, in Budaya, Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: