5 hal Berikut, Membuat Mie Instan Makin Berbahaya Bagi Kesehatan

mie instan

SERAMBIMATA, Artikel tentang bahaya Mie instan bagi tubuh sudah sering dimuat di berbagai media, tapi tetap saja mie instant menjadi makanan favorit bagi hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa hingga makanan pilihan keluarga. Karena selain dianggap lebih praktis dan ekonomis, rasanya juga bikin lidah ketagihan. Namun tahukan anda akan 5 hal berikut ini yang membuat Mie Instan makin berbahaya bagi kesehatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Braden Kuo dari Ruman Sakit Umum Massachusetts, dapat membuat para penikmat mie instan berpikir ulang untuk kembali memakan mie. Seperti dilansir dari laman Mercola baru-baru ini, inilah hasil mencengangkan dari penelitian Dr Kuo. Dia menggunakan kamera berukuran sangat mini untuk melihat apa yang terjadi dengan mie instan di dalam saluran pencernaan.
  1. Mie instan tidak mudah hancur dalam pencernaan. Mie instan tidak dapat hancur selama 2 jam proses pencernaan di dalam tubuh. Bentuk mie yang masih utuh memaksa saluran pencernaan manusia bekerja ekstra keras untuk memecah makanan tersebut. Karena proses hancurnya lama, maka akan sangat berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain. Yang paling mencengangkan, tidak ada nutrisi yang bisa diserap dari mie instan. Bahkan, tubuh akan menyerap zat beracun dari bahan pengawet seperti tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ) yang ada dalam mie.
  2. Bahaya pengawet TBHQ bagi tubuh. TBHQ adalah bahan kimia yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Sayangnya, TBHQ adalah jenis antioksidan yang berasal dari bahan kimia sintetis, dan bukan antioksidan alami. Zat ini berfungsi untuk mencegah  oksidasi lemak dan minyak, sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan. Parahnya lagi, TBHQ juga biasa ditemukan dalam pestisida, kosmetik dan parfum karena bisa mengurangi penguapan. Efek dari terlalu sering mengonsumsi TBHQ adalah mual disertai muntah, terjadi dering di telinga, mengigau, dan sesaknapas.
  3. Gangguan metabolisme. Seseorang yang mengonsumsi mie instan lebih dari 2 kali dalam 1 minggu berisiko mengalami gangguan metabolisme. Gangguan metabolisme adalahu gejala-gelaja tubuh seperti obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, dankolesterol. Selain itu, tercatat bahwa dalam mengonsumsi mie instan, 68 persen wanita lebih berbahaya dari pria.
  4. Asupan nutrisi rendah. Konsumen mie instan memiliki asupan nutrisi lebih rendah, seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C. Bahkan, temuan baru-baru ini adalah terdapat zat Benzopyrene (zat penyebab kanker) di dalam mie instan di beberapa merk.
  5. Bahaya bagi otak. Di dalam mie instan juga memiliki kandungan monosodium glutamat (MSG). MSG dapat menyebabkan disfungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Bahkan, zat MSG juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit semisal Alzheimer, Parkinson, dan bahkan penyakit kesulitanbelajar.

Setelah kita tahu akan bahaya mie instant bagi kesehatan, masihkan kita akan mengkonsumsinya. Jagalah sehat sebelum sakitmu…!

Posted on 8 Agustus 2015, in Kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: