Mulai 2018, Gaji Pokok PNS Akan Mencapai 14,3 Juta Rupiah Perbulan

wpid-10b323be3ece8be4b825c2cfca8010be..jpg
SERAMBIMATA, Nampaknya pemerintah tidak main-main untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan dirampungkannya draf Peraturan Pemerintah (PP) tentang sistem gaji dan tunjangan untuk PNS yang baru maka gaji pokok PNS tertinggi nanti bisa mencapai 14,3 juta rupiah. Fantastis…! tapi tentu tidaklah mudah untuk memperoleh gaji sebesar itu.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PAN-RB) sudah merampungkan draf peraturan pemerintah (PP) tentang sistem gaji dan tunjangan untuk pegawai negeri sipil. Rencananya, sistem penggajian baru ini akan efektif berlaku mulai 2018.
Setiawan Wangsaatmaja, Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PAN-RB mengatakan, saat ini draf rancangan PP tersebut dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.
“Kami harapkan September depan sudah selesai dan berlaku mulai tahun anggaran 2018,” kata dia, beberapa waktu lalu.
Sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, rumusan upah yang diterima bagi PNS alias take home pay hanya akan terdiri tiga komponen. Yakni, gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan. Untuk gaji pokok, akan ada peningkatan rasio atau perbandingan antara besaran gaji PNS terendah dan PNS tertinggi.
Gaji pokok tidak lagi berdasarkan masa kerja, tapi didasarkan pada beban kerja, tanggung jawab dan risikonya. Saat ini, rasio gaji pokok yang berlaku mencapai 1:3,7. Contohnya, jika gaji pokok PNS terkecil sekitar Rp 1,2 juta, maka gaji pokok tertinggi sebesar Rp 4,44 juta.
Ke depan, rasionya naik menjadi 1:11,9 sehingga gaji pokok tertinggi bisa melonjak Rp 14,3 juta.Penerapan sistem gaji baru akan dilakukan pada 2018 lantaran pemerintah membutuhkan persiapan untuk sosialiasi ke seluruh daerah sekaligus persiapan anggarannya di daerah.
Setiawan menjamin sistem baru ini tidak akan menaikkan porsi belanja pegawai yang jumlahnya kini sudah mencapai sekitar Rp 270 triliun per tahun. Terkait pemberian manfaat bagi para pensiunan PNS, calon beleid ini belum memiliki ketentuan yang jelas agar tidak merugikan PNS dan negara. “Kontribusi yang dibayar negara masih perlu dihitung dan diharmonisasi lagi,” pungkas Setiawan.
( Sumber : nasional.kontan.coid )

Posted on 18 Agustus 2015, in Ekonomi, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. ya Alhamdulillah kalau pada seneng dengan gaji gedhe, makin sejahtera kan. Yang penting halal…

    Suka

  2. Benar2 fantastis tapi saya takut mendengarx pak…..gaji itu amanah kan pak……semoga kita bisa menggunakan dengan baik.

    Suka

  3. kenapa yg diekspos gaji tertinggi yang notabene setara dengan golongan >IV/ b, sedangkan golongan I tetap kecil.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: