Subhanallah, Kuburan Pensiunan Guru Agama Itu Harum Minyak Hajar Aswad

Screenshot_364-300x336

SERAMBIMATA, Baru meninggal dunia beberapa minggu yang lalu. Tapi wafatnya  telah membuat geger warga desa Wonosari Kabupaten Bondowoso. Pasalnya, dari Kuburan pensiunan guru agama itu mengeluarkan aroma harum menyerupai minnyak hajar aswad. Orang yang mendengar fonomena itupun penasaran, benarkah kejadian itu ? Bila benar, apa yang membuat kuburan almarhum  mengeluarkan aroma aneh…?

Kejadian aneh itu terjadi di Dusun Kelapasawit Desa Wonosari Kabupaten Bondowoso satu makam warga yang diduga makam al marhum BuTuti mengeluarkan aroma harum semerbak dari dalam kuburnya.

Fenomena alam yang tidak biasa terjadi ini sontak membuat geger Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Warga banyak yang penasaran ingin menyaksikan dan membuktikan langsung sehingga TPU Wonosari seketika ramai diserbu warga.

Kronologis kejadian berawal dari Bu Mai (54th) yang kesehariannya mencari bunga di area sekitar makam, tanpa sengaja ia menghirup aroma yang menyengat di tempat ia berada saat itu, setelah ditelusuri ternyata aroma itu berasal dari tanah kuburan pemakaman Bu Tuti yang baru meninggal beberapa minggu.

Menurut kesaksian warga, Almarhum Bu Tuti semasa hidupnya dikenal memiliki pribadi baik dan ramah kepada tetangga, dia gemar memelihara kucing di rumahnya, tak heran puluhan kucing yang dipeliharannya sampai ber anak pinak menjadi jumlah banyak sehingga warga sempat mengenalnya sebagai pecinta kucing.

Tidak hanya itu, menurut pengakuan tetangga al marhum, semasa hidupnya Bu Tutik juga dikenal baik hati dan suka menolong sesamanya, sehingga tidak heran kalau warga merasa kehilangan atas kepulangan Bu Tutik menghadap Sang Pencipta.

Bu Tuti adalah pensiunan guru agama di salah satu MI Swasta Desa Tumpeng, ia wafat pada tanggal 14,agustus 2015 yang lalu, janazahnya dimakamkan di Dusun Kelapa Sawit Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso.

Namun demikian,  pihak keluarga mulai khawatir karena warga banyak yang mengambil tanah tersebut untuk dibawa pulang, karena sebagian warga menganggap tanah tersebut kramat dan dapat menglariskan dagangan.

Karenanya pihak keluarga berharap pihak desa turun tangan untuk mencegah warga yang melakukan pengambilan tanah makam tersebut karena dikhawatirkan warga terjebak dan terjerumus ke dalam kesyirikan.

Posted on 2 September 2015, in Budaya, Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: