Kyai Azaim Beri Nama Mushalla di Rabesen “Jabal Nur”

image

SERAMBIMATA, Ada kesan dan keharuan yang begitu mendalam yang dirasakan masyarakat dusun Rabesen di saat KHR Ahmad Azaim Ibrahimy berkunjung ke dusun terpencil yang ada di ujung selatan kecamatan Asembagus itu. Tidak hanya karena kesediaan kyai muda kharismatik itu naik turun gunung untuk sekedar dapat menemui masyarakat Rabesen tapi juga pemberian nama Mushalla yang baru saja dibangun masyarakat setempat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Ibrahimy Sukorejo.

Mushalla itu sangat sederhana, hanya barukuran sekitar 3 x 4 meter, dibangun dari kayu seadanya, bahkan belum sempat dipasang dinding. Berdiri persis di samping posko (baca = gubuk) yang di tempati mahasiswa KKN sehari-hari. Maklum mushalla tersebut baru saja didirikan masyarakat setempat atas inisiatif mahasiswa KKN yang sudah lebih sebulan berada di desa yang sama sekali tak tersentuh pembangunan tersebut.

image

Mushalla Jabal Nur yang baru baru diresmikan langsung ditempati pengajian Kyai Azaim

Di mushalla itu pula pengajian umum dilaksanakan. Dengan didampingi Kapolsek Asembagus, Ketua Plt. Dewan Masjid Indonesia (DMI), Danramil dan Muspika kecamatan Asembagus, Rabu (09/09/2015) Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu selain memberikan ceramah agama di hadapan ratusan masyarakat Rabesen dan dusun terdekat juga didaulat untuk memberikan nama Mushalla yang belum selesai pendiriannya tersebut.

image

Posko yang sangat sederhana tempat mahasiswa KKN beristirahat dan beraktifitas sehari-hari

Di sela-sela ceramahnya Kyai Azaim langsung memberi nama Mushalla tersebut dengan “Jabal Nur”. “Karena Mushalla ini dibangun di daerah pegunungan mirip dengan di pegunungan yang ada di Arab Saudi maka saya beri nama Jabal Nur”, Kata Kyai Azaim.

Jalur ektrim menuju dusun Rabesen

Sungguh tidak mudah untuk sampai ke dusun Rabesen. Bagaimana tidak, rute yang harus dilalui Kyai Azaim dan rombongan menuju lokasi KKN yang ada jauh di ujung selatan desa Kertosari tersebut harus ditempuh sekitar empat jam. Tidak hanya itu, medannya juga sangat sulit dan ekstrim. Tidak sedikit rombongan yang menyertai suami Ny. Hj Nur Sari As’adiyah itu harus jatuh bangun dari motor, tak terkecuali motor yang membawa Kyai Azaim terpaksa harus ditinggal di tengah hutan karena kerusakan mesin.

image

Medan berat dan ekstrim harus dilalui untuk sampai ke dusun Rabesen

Beruntung panitia menyediakan kuda untuk Kyai Azaim, sehingga perjalanan tetap bisa dilanjutkan sampai ke tempat yg dituju meskipun memakan waktu yang lebih lama.

image

Kuda menjadi kendaraan kedua Kyai Azaim setelah motor yang membawanya mengalami kerusakan mesin

Jauhnya lokasi dan beratnya medan tak menyurutkan semangat Kyai Azaim dan rombongan untuk segera datang menemui langsung masyarakat dusun Rabesen yang sudah berkumpul menunggu kehadiran cucu Kyai As’ad itu. Benar saja, antusiasme masyarakat Rabesen dalam menyambut kedatangan Kyai Azaim dan rombongan dapat mengobati rasa lelah karena perjalanan. Nampak masyarakat benar-benar merasakan kebahagiaan atas kehadiran pengasuh keempat Pesantren Sukorejo itu.

image

Antusiasme masyarakat Rabesan menyambut kedatangan Kyai Azaim

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan khitanan massal dan pengobatan gratis oleh DMI Situbondo dan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat dusun Rabesen dari Kapolres Situbondo. Sementara Kyai Azaim memberikan cindera mata secara langsung kepada salah satu tokoh masyarakat setempat. (Hans)

Posted on 11 September 2015, in Agama, Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: