Akibat Tragedi Mina, 28 Petugas Keamanan Arab Saudi Dihukum Mati ?

image

Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. 

SERAMBIMATA, Pemerintah Arab Saudi menolak bertanggung jawab atas terjadinya musibah di Mina, bahkan mereka bersikukuh tragedi yang menelan korban jiwa 700 lebih itu terjadi karena kesalahan jamaah haji. Namun pada saat yang bersamaan kerajaan Arab Saudi dikabarkan mengeksekusi 28 petugas kemanan yang diduga kuat paling bertanggung jawab atas tewasnya ratusan jamaah haji tersebut.

Di saat upaya untuk mengumpulkan jenazah korban dan memberikan perawatan medis bagi mereka yang terluka akibat tragedi di Mina belum berakhir, salah satu media di Timur Tengah melaporkan bahwa 28 petugas keamanan yang terlibat dalam insiden itu dieksekusi pada Jumat, 25 September 2015.

Menurut harian Beirut, al-Diyar, dikutip dari ABNA24.com, menyebutkan raja Arab Saudi telah memerintahkan eksekusi mati pada mereka yang dianggap bertanggung jawab dalam kecelakaan mematikan tersebut.

“Raja Salman memberikan perintah untuk memberikan daftar nama orang yang bertanggung jawab mengatur kunjungan dan jamaah serta bertanggung jawab atas kematian jamaah. Dan, memerintahkan memancung 28 orang hari ini,  Pengadilan Syariat memutuskan demikian, dan hukuman akan dilaksanakan di depan jamaah”. ucap salah seorang juru bicara pengafilan Syariat Arab Saudi. seperti dilansir dari laporan kantor berita Lebanon Al Diyar.

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak kerajaan maupun otoritas setempat, namun pemberitaan ini telah memicu beragam spekulasi.

Sebagaimana yang telah diketahui, pihak berwenang Arab Saudi sejauh ini berkukuh menolak bertanggung jawab dan bersikukuh menyalahkan peziarah dalam kecelakaan itu. Jadi keaslian dan kebenaran berita soal hukuman mati terhadap petugas keamanan itu ini masih harus dipastikan.

Pengakuan beberapa saksi mata

Sementara itu beberapa para saksi tragedi Mina mengeluhkan para polisi Arab Saudi yang tak berpengalaman. Ketika musibah tersebut terjadi, polisi Saudi tak sigap mengatasi tragedi Mina tersebut.

Ahmed Abu Bakr, jemaah asal Libya, 45 tahun, mengatakan ketika terjadi kerumunan saat jumrah, polisi telah menutup semua pintu dan hanya menyisakan satu pintu. Ketika korban berjatuhan, polisi yang datang tak sigap mengevakuasi korban. “Mereka bahkan tidak tahu jalan dan tempat-tempat di sekitar sini,” kata Ahmed, yang beruntung bisa selamat dari tragedi bersama ibunya.

Dia pun ikut membantu polisi mengevakuasi para korban. “Saya melihat mayat, orang yang terluka dan sesak napas di depan saya. Kami memindahkan korban-korban itu bersama polisi. ”

Seorang saksi lain, mengatakan meski jumlah polisi cukup besar, mereka tampak tidak terlatih. Mereka juga tidak memiliki keterampilan bahasa untuk berkomunikasi dengan jemaah.

“Mereka tidak memiliki petunjuk bagaimana terlibat dengan orang-orang ini,” kata Irfan al-Alawi, salah satu pendiri yayasan penelitian warisan Islam yang berbasis di Mekah. “Tidak ada pengendalian massa.”

Tak ketinggalan, Mohammed Hasan, 39 tahun, calon haji asal Mesir, menyuarakan kekhawatiran bahwa kejadian serupa bisa terjadi lagi. “Anda hanya menemukan tentara berkumpul di satu tempat tak melakukan apa-apa,” katanya.

Posted on 26 September 2015, in Agama and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: