Presiden Tegaskan Tidak akan Minta Maaf Kepada Keluarga PKI

image

Presiden Jokowi saat mengunjungi monumen Pancasila Sakti

SERAMBIMATA, Kabar tentang keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk minta maaf kepada PKI sempat ramai menghiasi Media Sosial (Medsos), kabar itupun menimbulkan pro kontra bahkan tidak sedikit yang menghujat kepala negara itu. Dan di momentum Hari kesaktian Pancasila kali ini, presiden Jokowi menyampaikan pernyataan tegas menyikapi isu tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sampai saat ini tidak ada niatan darinya ataupun pemerintah untuk meminta maaf kepada keluarga eks Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti rumor yang diberedar belakangan. 

“Sampai saat ini tidak ada pemikiran untuk meminta maaf. Jadi kalau mau tanya, tanya ke yang nyebar-nyebarin. Jangan tanya ke saya,” kata Presiden Jokowi seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015, di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10).

Terkait pemberontakan yang dilakukan PKI pada 30 September 1965, Presiden Jokowi berpesan agar masyarakat Indonesia tetap waspada agar peristiwa serupa tak lagi terjadi. 

“Saya yakin tidak akan terjadi lagi. Kita berharap peristiwa G 30 S/PKI ini tidak akan terjadi lagi di bumi pertiwi kita,” katanya. 

Wacana minta maaf pada korban tragedi ini sebelumnya sempat dilontarkan Jokowi dalam pidato kenegaraannya 14 Agustus 2015 di hadapan wakil rakyat di Senayan, Jakarta.

Namun, klausul minta maaf itu tidak pernah dengan tegas dinyatakan Jokowi dalam pidatonya.
Berikut bunyi pidatonya :

“Saat ini Pemerintah sedang berusaha mencari jalan keluar paling bijaksana dan mulia untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di Tanah Air.

Pemerintah menginginkan ada rekonsiliasi nasional sehingga generasi mendatang tidak terus memikul beban sejarah masa lalu. Anak-anak bangsa harus bebas menatap masa depan yang terbentang luas. Semua itu merupakan langkah awal pemerintah untuk menegakkan kemanusiaan di bumi Nusantara.”

Meski tak pernah mengatakan secara spesifik, namun banyak kalangan yang mengartikan maksud dari  kasus-kasus pelanggaran HAM di tanah air salah satunya adalah tragedi Gerakan 30 September 1965 dan tragedi Mei 1998.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan Presiden sama sekali tidak pernah membahas rencana meminta maaf kepada eks keluarga PKI.

“Yang jelas persoalan permintaan maaf dan sebagainya itu tidak pernah dibicarakan dalam rapat-rapat di kabinet maupun ketika kami mendampingi. Sikap Presiden sudah disampaikan secara jelas bahwa konsentrasi beliau sekarang ini adalah menyelesaikan persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa ini,” kata Pramono.

Polri Sudah Identifikasi Penyebar Fitnah Presiden Soal PKI

Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Budi Gunawan menyatakan bahwa pelaku yang diduga memfitnah Presiden Joko Widodo telah teridentifikasi. Pelaku menyebarkan informasi mengenai rencana Jokowi meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Sesuai tugas kami, kami sudah identifikasi,” kata Budi, di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015). 

Budi belum bersedia menyebut identitas ataupun inisial pelaku yang diduga memfitnah Jokowi. Akan tetapi, ia menyiratkan, pelaku lebih dari satu orang, dan menyebarkan informasi fitnah untuk mendiskreditkan Jokowi melalui media sosial dan pesan berantai.

“Beberapa pihak yang memang disinyalir telah melakukan perbuatan menyebar berita dalam bentuk tulisan ataupun gambar melalui mediaonline,” ujarnya. 

Posted on 1 Oktober 2015, in Politik and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: