Pemilik Perusahaan Sandal Berlafadz Allah Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Dilakukan

image

SERAMBIMATA, Heboh ditemukannya sandal berlafadzkan Allah di Jawa Timur mengundang reaksi keras dari berbagai pihak terutama umat Islam.  Mereka menuntut kepada pihak berwenang agar mengusut dan menindak tegas pemilik perusahaan yang memproduksi sandal yang dianggap menghina umat Islam tersebut.

Bos sekaligus pemilik PT Pradipta Perkasa Makmur,  Liem Long Hwa menyampaikan permohonan maaf atas prudksi sandal beralas lafadz Allah. Sebagai bentuk permohonan maaf itu, ia menyerahkan 10.000 sandal untuk dimusnahkan.

Dikutip dari Harian Radar Surabaya, 10.000 sandal tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan sandal itu digelar di depan kantor PW NU Jatim, Selasa (13/10). Turut menyaksikan, Ketua  PW  NU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan Ditreskrimsus Subdit IV Indaksi Polda  Jatim.

“Saya  mohon  maaf  kepada  seluruh umat Islam di Indonesia jika produksi sandal kami telah membuat kegaduhan sehingga  mereka  kecewa  dan  marah. Saya sendiri kaget bahwa perusahaan kami tak sengaja  membuat  sandal seperti itu,” kata Long Hwa

Long Hwa mengungkapkan tidak mengetahui desain sandal tersebut. Dia menuturkan selama ini hanya melihat desain dari atas.

”Saya  tahu  setelah  ada ramai-ramai di media sosial. Jadi, saya langsung meminta maaf,” katanya.

Seperti diketahui, Heboh  peredaran sandal berlafadz Allah di media sosial. Sandal bermerek Glacio, tipe G-2079 dilaporkan sudah beredar di Jawa Timur. Sandal tersedia dengan berbagai varian warna.

Peredaran sandal tersebut bikin resah masyarakat. Selain beredar di Surabaya, juga sudah dijual di Malang dan Sidoarjo. Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, sebagaimana dilansir di berita pagi TVOne, kepolisian belum mengamankan satupun pihak yang terkait dengan peredaran sandal berlafadzkan Allah tersebut. Sejauh ini, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan secara mendalam.

MUI Jatim Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Sandal Berlafadz “Allah”

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur meminta Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji, untuk mengusut tuntas kasus penistaan agama tersebut.

Sebagaimana dilansir Hidayatullah.com, Surat tersebut diserahkan MUI Jatim kepada staf Kapolda di Markas Polda Jatim sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (13/10/2015).

“Kami sudah kirimkan surat rekomendasi kepada Kapolda untuk segera menangkap tersangka karena sudah melakukan tindakan penistaan agama,” ujar Ainul Yaqin, Sekretaris Jendral MUI Jatim.

Ainul menambahkan, meskipun pemilik perusahaan sudah minta maaf tapi proses hukum tetap harus dilakukan karena Indonesia adalah negara hukum yang diharapkan dapat memberikan rasa adil kepada masyarakat.

“Kami berharap agar kasus ini diselesaikan secara tuntas dan seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku, apalagi ini adalah tindakan penistaan agama” pungkasnya.

Posted on 14 Oktober 2015, in Agama and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: