Miris! Tahun 2035 Jumlah Umat Kristen Indonesia Diprediksi akan lebih Banyak dari Muslim

image

Serambimata.com – Upaya Kristenisasi yang masif ditambah dengan aksi sebagian kelompok Islam yang kerap kali memperkenalkan agamanya dengan aksi kekerasan, intoleransi dan tororisme bisa jadi menjadi penyebab makin berkurangnya populasi umat Islam di dunia termasuk di Indonesia.

Islamfobia muncul di mana-mana, di barat atau bahkan di negara-negara timur tengah yang kental dengan warna keislamannya. Ini sebagai akibat dari aksi kekerasan dan teror yang mereka lakukan selalu atas nama Islam. Hingga agama yang dibawa Nabi Muhammad itu akhirnya diidentikkan dengan ajaran kekerasan dan teror. Islam jadi agama yang ditakuti bahkan dibenci, bahkan umat Islam sendiri ramai-ramai meninggalkan agama yang telah turun temurun dianutnya hanya demi alasan kemanaan dan mencari suaka. Populasi umat Islampun terancam makin berkurang.

Di Indonesia, catatan masa lalu yang tak terbantahkan tentang jumlah umat Islam mayoritas. Bahkan, bumi nusantara ini diakui sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, bisa jadi akan menjadi sejarah karena statistik mengungkap fakta tentang angka pertumbuhan umat Islam Indonesia kalah dibandingkan dengan pemeluk Kristen.

Setuju atau tidak, marilah kita ungkap beberapa data yang mendukung statistik itu, mulai dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin pada bulan April 2014. Mantan ketua umum Muhammadiah itu menunjukkan angka statistik pertumbuhan umat Islam Indonesia. Pada sensus penduduk 1990 jumlah umat Islam mencapai 87,6 persen. Angka ini kemudian meningkat menjadi 88,2 persen pada sensus penduduk 2000.

Yang memprihatinkan, kata Din, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya 1,2 persen. Sementara Kristen dua kali lipatnya, yakni 2,4 persen per tahun.

Bila diturunkan lagi ke tingkat provinsi, akan lebih memprihatinkan lagi. Din mengutip data seorang penulis Leo Suryadinata yang menyebutkan angka pertumbuhan Kristen terbesar adalah di Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai delapan persen per tahun.

Di bawahnya, ada tiga provinsi yang angka pertumbuhan Kristen mencapai tujuh persen. Ketiganya adalah Sumatera Barat, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Di Jawa Barat itu di wilayah Sukabumi, Cianjur bagian Selatan. Modusnya mereka sewa rumah, kemudian digunakan untuk tempat belajar, main basket, main volly, kemudian dilakukan aktivitas pemurtadan,” jelas Din.

Pesatnya Pertumbuhan Umat Kristen

Pada tahun 80-an penduduk Muslim di Indonesia masih lebih dari 90%, maka pada tahun 2000 populasi muslim turun ke angka 88,2% dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1%. Di Indonesia pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis, seperti data di bawah ini:

1. Berdasarkan hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa mulai tahun 1999-2000 Kristen dan Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia.

2. Dari laporan Riset Dep. Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, sejak tahun 1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat Khatolik: 4,6%, Protestan 4,5%, Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan Islam hanya 2,75%.

3. Dalam buku Gereja dan Reformasi penerbit Yakoma PGI (1999) oleh Pendeta Yewanggoe, dijelaskan jumlah umat Kristiani di Indonesia (dari Riset) telah berjumlah lebih 20%. Sedangkan menurut data Global Evangelization Movement telah mencatat pertumbuhan umat Kristen di Indonesia telah mencapai lebih 40.000.000 orang (19 % dari total 210 jumlah penduduk Indonesia)

4. BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan penurunan jumlah umat Islam di Indonesia. Contohnya di Sulawesi Tenggara turun menjadi 1,88% (dalam kurun waktu 10 tahun). Demikian pula di Jawa Tengah, NTT dan wilayah Indonesia lainnya.

5. Dalam Kiblat Garut 26 Juni 2012, Menteri Agama RI saat itu, Suryadharma Ali mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapi 95 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Secara perlahan terus berkurang menjadi 92 persen, turun lagi 90 persen, kemudian menjadi 87 persen, dan kini anjlok menjadi 85 persen.

6. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Akankah kita umat Islam akan diam, membiarkan populasi muslim tergerus oleh waktu karena ulah umat Islam sendiri. Bangkitlah! lawan segala bentuk kekerasan atas nama agama dengan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam benar-benar agama damai rahmatan lil alamin sebagaimana yang diperkenalkan Rasulullah SAW.

*Sumber: Mi’raj Islamic News Agency

Posted on 25 November 2015, in Agama and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. kuantitas bagi kami kristen tidak penting tapi kualitas yg utama

    Suka

  2. Sekarang misi Kristenisasi terbaru dengan cara mentransfer warga Tiongkok ke Indonesia sebanyak-banyaknya untuk mengejar jumlah populasi islam di Indonesia agar misi 2035 bisa tercapai.

    Suka

  3. Indonesi tanpa islam bgm y kalo dulu majapahit sih juaya tuenan…..

    Suka

  4. Fransiskus Heriyanto

    Kok miris? Keereeeen donk…😀 Biar hilanglah kebodohan dan kemiskinan di negeri tercinta ini.. Amen🙂

    Suka

  5. Untuk para muslim Mari kita tingkatkan iman dan mencegah pemurtadtan ..
    Bikin anak yang banyak jangan cuma 1 atau 2 ..
    Karena sudah banyak contohnya jika suatu tempat / negara di kuasai nonmuslim ,muslim sangat direndahkan di aniaya hingga di bantai ..

    Wasalam

    Suka

  6. seharusnya indonesia harus tingkatkan kualitas islamnya agar orang orang disekitarnya menjadi takjub dengan keistimewaan islam.mereka yang umat kristen tidak tahu bahwa islam merupakan agama yang benar bukan yang salah.

    Suka

  7. wooooooooow. speechless baru baca judulnya “miris”. kalau saja kata tersebut dihilangkan, mungkin artikel ini akan lebih menarik untuk dibaca. saya tidak tahu latar belakang anda apa, baik pendidikan maupun keluarga. tapi satu yang harus anda tahu: diversity cannot be resisted. kalau orang yang mempunyai banyak ilmu sih seharusnya pikirannya semakin dinamis, bukan konservatif.

    1. keberagaman ada untuk saling melengkapi dan sebagai aspek pembanding sekaligus penilaian untuk bisa lebih baik lagi.
    2. agama=kepercayaan. kepercayaan itu bersifat relatif dan kontekstual. tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. contoh: pacar anda bilang anda ganteng, teman anda bilang anda jelek, apakah pacar anda salah? apakah teman anda salah/
    3. tuhan=satu. kalau tuhan ada 2/lebih, akan ada 2/lebih dunia di alam semesta ini. akan ada dunia khusus orang kristen, dunia khusus orang islam, dll. tapi kenyataannya dunia ada berapa?
    4. agama=buatan manusia. agama berisi aturan-aturan dan hal yang dianggap lumrah/tidak dan itu dibuat manusia. ya memang, di dalam kitab ada perkataan2 yang langsung dari Tuhan. tapi itu kepercayaan, bukan agama. agama adalah lembaganya. get it?
    5. terkait poin no.1, jika anda melihat keberagaman sebagai ancaman dan hal yang seharusnya tidak ada, maka yang bisa anda lakukan hanya satu: buat negara sendiri yang di dalamnya masyarakatnya bersifat homogen dan tutup keran globalisasi di negara anda tersebut
    6. terkait no.5, realitanya anda tidak bisa melakukan hal tersebut. kenapa? a. modernisasi selalu diiringi globalisasi dan modernisasi bersifat linear (akan terus meningkat) b. globalisasi tidak bisa dihentikan/ditutup, yang hanya bisa anda lakukan adalah menyaringnya c. even di negara islam seperti irak, afghanistan, dll masih ada orang non-muslim (meskipun mungkin hanya imigran), tapi yang jadi poin penting adalah ya anda tidak bisa menutup keberagaman tersebut

    Catatan: tidak ada maksud untuk menggurui atau merasa lebih pintar atau terlebih ingin mendoktrin. di atas hanya beberapa nilai yang saya bawa untuk dijadikan pertimbangan dan pembanding. karena sejatinya bila kita konservatif dan melawan zaman, kita sendiri yang akan tertinggal dan dirugikan. sekian dari saya dan terimakasih. PEACE, LOVE, AND GAUL.

    note: mungkin bisa ditonton di YouTube video kuliah Will Kymlicka tentang Multiculturalism agar pikiran ini menjadi open-minded dan tidak kolot, terima kasih banyak.

    Suka

  8. sasascsv

    Suka

  9. Kehendak bebas manusia adalah karunia tertinggi yang Allah berikan kepada manusia. Bahkan Allah sendiri tidak bisa memaksa manusia untuk menjadi taat kepada-Nya tetapi Dia oleh kebijaksanaannya memberikan pilihan itu pada manusia. Itulah sebabnya terjadi dosa melalui adam. Jika Allah telah memprogram Adam untuk taat sudah barang tentu dosa tidak akan pernah hadir, Jadi KEHENDAK BEBAS itu adalah kata kunci. Setiap orang bebas menganut ajaran atau keyakinan apapun

    Suka

  10. Kristus critttt.ahhhchhh

    Babi2 bicara apa… Kau.. Babi. W k wk wkwkwkwwkk. Babi.barat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: