Kyai Hamid Serukan Hentikan Cara-cara tak Beradab Jelang Pilkada

image

Serambimata.com – Calon Bupati Situbondo Nomor Urut 2, KH. Abdul Hamid Wahid menyerukan kepada masyarakat Situbondo agar tetap menjaga kondusifitas kota santri terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tinggal beberapa lagi.

Karenanya, calon yang berpasangan dengan LH Ahmad Fadhil Muzakki Syah itu berharap kepada masyarakat Situbondo untuk mengakhiri cara-cara yang tidak beradab dalam pilkada maupun dalam bidang kehidupan lainnya.
” Sebagai masyarakat beradab, mari kita akhiri cara-cara yang tidak beradab dalam pilkada maupun dalam bidang kehidupan kita yang lainnya. Indonesia saat ini sedang harus bangkit menghadapi tantangan masa-nya. Dan itu bisa kita lakukan dengan membangun peradaban, bukan justru dengan menghancurkan peradaban”. Tegas Kyai Hamid.

Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan Kyai Hamid atas aksi pembondetan kepada kediaman salah seorang tokoh majelis dzikir Situbondo, KH Abdus Syukur atau lebih dikenal KH Samato.  Aksi itu disinyalir ada kaitannya dengan Pilkada karena KH Samato adalah salah satu tokoh penting dalam majlis Zdikir Barokatul Qodiri yang dipimpin KH. Muzakki Syah.
“Kekerasan bukanlah cara yang benar untuk menarik dukungan. Kekerasan justru semakin membuat masyarakat antipati bukan simpati”. Jelas putra Kyai KH Wahid itu.

Sebelumnya, pada Jumat (27/11/2015) sebuah majelis dzikir di Situbondo menjadi sasaran aksi pelemparan bondet oleh orang tak dikenal. Sedikitnya terdapat dua bekas ledakan bondet, yang menghentak majelis dzikir Barokatul Qodiri, di Dusun Moncel Desa Juglangan Kecamatan Panji.

Selain di bagian pelataran, bekas ledakan juga terdapat di pohon mangga, yang lokasinya berdampingan dengan rumah pengasuhnya, yakni KH Abdus Syukur alias KH Samato.

Aksi pelemparan bondet itu langsung mendapat perhatian polisi. Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Panji langsung menggelar olah TKP. Dari lokasi kejadian polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya serpihan batu, serta plastik warna hitam dan kuning yang diduga sebagai pembungkus bahan peledak.
Dugaan sementara polisi, dua bondet itu dilempar orang tak dikenal dari area kebun mangga, yang berada di sisi selatan majelis dzikir tersebut.

Kejadian tersebut adalah kali kedua setelah sebelumnya  aksi teror disertai kekerasan juga dialami Sukirman. Pria yang berprofesi sebagai satpam itu menjadi korban aksi premanisme dalam tahapan Pemilukada Kabupaten Situbondo. Dia dianiaya oleh sekelompok orang lantaran dituduh merusak Alat Peraga Kampanye. Karena tidak tahan menahan rasa sakit, ahirnya Sukirman mengaku. Walaupun sama sekali ia tidak melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Posted on 28 November 2015, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: