Edan! Hanya karena Alasan Saling Cinta, Ibu dan Anak ini Putuskan Menikah

image

Serambimata.com – Entah apa yang ada di benak Ibu dan anak ini, perasaan cinta keduanya melahirkan rasa memiliki yang begitu kuat dan tak rela salah satunya dimiliki orang lain. Hubungan sedarah keduanyapun tak menghalangi mereka untuk berdua selamanya dalam sebuah  ikatan pernikahan.

Edan memang, siapapun yang mendengarnya pasti akan geleng-geleng kepala, aneh dan mungkin akan mengatakan dunia ini memang aneh. Bayangkan saja, dari saking sayangnya kepada sang anak, seorang ibu tak ingin berbagi cinta. Ia merasa paling berjasa atas hidup anaknya karena telah merawatnya hingga tumbuh dewasa dan mapan, ia tak rela bila anak lelakinya menyukai orang lain selain dirinya.

Kisah ini benar-benar terjadi di Zimbabwae. Dilansir dari Vamale.com Betty Mbereko menikahi anaknya sendiri dengan alasan rasa cinta satu sama lain. Kini keduanya ingin meresmikan cinta mereka ke jenjang pernikahan yang sah.

Wanita berusia 40 tahun ini juga sedang hamil besar hasil perselingkuhan dengan anak kandungnya. Dilansir oleh dailyguideghana, Betty telah menjadi janda selama 12 tahun dan tinggal dengan putranya Farai Mbereko, yang kini berusia 23 tahun. Ia sangat bangga karena dengan hasil keringatnya sendiri ia membesarkan Farai hingga sukses. Setelah kematian suaminya, wanita ini semakin merasa memiliki hak penuh atas anak lelakinya itu. Dia juga berkata berhak menikahi Farai karena ia merasa sebagai orang paling berjasa dan tak ada wanita lain yang lebih berhak.

Tindakan sang ibu ternyata didukung oleh anaknya. Ia bahkan mengaku sangat siap menikahi ibunya. Farai juga akan melunasi mahar kawin ayahnya yang belum dibayar kepada kakek-neneknya. Banyak pihak yang tidak setuju karena dianggap melanggar norma dan agama. Ketika kepala desa memberi pilihan untuk memutuskan pernikahan atau meninggalkan desa, pasangan ibu-anak ini memilih meninggalkan desa dan menikah.

Inikah yang namannya Cinta itu buta, hingga membuat segala yang mustahil menjadi mungkin. Atau jangan-jangan itu semua hanya nafsu dan keegoisan manusia yang tak lagi peduli pada etika dan norma? Lalu, apa bedanya mereka dengan binatang?

Akhirnya, hanya satu pesan saya, kisah nyata ini jangan sampai menginspirasi! Jangan ditiru! Karena sangat berbahaya baik di dunia apalagi nanti di hadapan yang Kuasa.

Posted on 2 Desember 2015, in Budaya and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: