Jempol Deh! Di Daerah Ini Tak akan Dijumpahi Satupun Alfamart dan Indomaret, di Tempat Anda?

image

Serambimata.com – Di saat di daerah lain minimarket dan waralaba menjamur hingga tak terhitung jumlahnya seperti Indomart, Alfamart dan lainnya, di daerah ini tak akan anda jumpahi satupun usaha yang banyak dikeluhkan oleh para pedagang kecil itu. Apa alasannya? Sepertinya memang harus banyak belajar pada daerah-daerah ini.

Bagi pendatang atau wisatawan yang baru menjejakkan kaki di ranah Minang, Sumatera Barat, mungkin akan heran. Kenapa di kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan daerah sekitarnya tak ada satupun minimarket waralaba seperti Alfamart, Indomaret, Lawson maupun 7Eleven.

Apa alasannya?

Dilansir dari Money.id, ternyata toko-toko retail ‘raksasa’ tersebut tidak diizinkan oleh pemerintah daerah masuk ke Sumatera Barat. Pemda setempat memang melarang minimarket waralaba tersebut beroperasi, sebab ada kekhawatiran keberadaanya dapat mematikan keberadaan pedagang tradisional.

Hal tersebut sudah pernah dikemukakan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah. Ia memastikan tidak akan memberikan izin kepada jaringan waralaba Indomaret dan Alfamart untuk membuka gerainya di Kota padang.

Menurut dia, kehadiran kedua waralaba tersebut dapat merusak ekonomi daerah nantinya.

“Indomaret dan Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah,” kata Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Dengan suasana toko yang modern, terang, ber-AC, barang yang tertata apik, aneka barang yang cukup lengkap, dan harga jual yang pasti, tentunya membuat orang lebih suka berbelanja di minimarket waralaba tersebut. Minimarket waralaba sering dituding sebagai penyebab warung-warung atau toko kelontong menjadi sepi pembeli. Hukum alam pun berlaku bahwa yang kuat yang akan menang, yang kalah akan tersisih.

Apalagi orang Minang sejak dulu terkenal dengan jiwa dagangnya, sehingga larangan membuka gerai minimarlet waralaba bertujuan untuk melindungi keberadaan pedagang tradisional yang notabene penduduk asli. Namun bukan berarti tidak ada minimarket sama sekali di sana, ada juga minimarket tetapi sifatnya milik perorangan dan bukan waralaba. Minimarket tersebut biasa disebut toserba, atau toko serba ada.

Wali kota mengatakan Kota Padang ke depannya justru akan merancang “Halal Mart”. Dimana seluruh barang yang dijual berasal dari Kota Padang sendiri.

Keren kan? Komitmen mereka kepada rakyatnya terutama masyarakat kecil benar-benar terbukti. Bagaimana dengan daerah kita? Yuuk… kita hitung berapa banyak minimarket dan waralaba yang berdiri megah di sekitar kita. Bahkan, tak sedikit berhadap-hadapan atau hanya beberapa meter antara minimarket lainnya. Sementara diantara toko-toko megah dan modern itu terlihat toko kelontongan kecil yang terlihat pasrah karena dagangannya sepi. “Hidup segan mati tak mau”.

Posted on 11 Desember 2015, in Ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: