Subahanallah! Hampir Setiap Hari Ada Warga Papua Yang Masuk Islam

image

Umat Islam di Asrama santri di kampung Walesi-Wamena Papua

Serambimata.com – Agama Islam di Provinsi yang dijuluki mutiara hitam nampaknya lebih bisa diterima oleh masyarakat yang pada awalnya hanya mengenal agama Kristen sebagai keyakinan yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Wamena adalah sebuah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia, sekaligus merupakan ibu kota kabupaten tersebut. Di Wamena terletak lapangan terbang yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura dan Kabupaten pemekaran lainnya seperti Kabupaten Lanny Jaya, Yahukimo, Tolikara dan lainnya.

Sebagaimana dikutip dari suara Islam, Umat Islam di Asrama santri di kampung Walesi-Wamena Papua
Salah satu tokoh Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) KH. Didin Hafidhuddin mengungkapkan bahwa keberadaan muslim di Papua semakin hari semakin bertambah. Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illa Allah, Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah.
“Ternyata umat Islam di Papua itu banyak jumlahnya, sampai 40 persen. Dan menurut dai asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan, disana itu hampir setiap hari ada yang masuk Islam,” kata Kyai Didin saat pengajian shubuh di Masjid Al Hijri Air Mancur Bogor beberapa waktu.

Menurutnya, dengan keadaan itu membuat para misionaris merasa iri, “Mereka itu bahkan sudah membuat lapangan terbang sekitar 240 buah di Papua. Ajaran Kristen sendiri sudah lama disebarkan di Papua. Tapi bedanya dengan Islam, Islam itu merubah prilaku sedang agama lain tidak. Begitu masuk Islam itu ada perubahan, mereka jadi memakai baju, menutup aurat. Itu konsekuensi dari ibadah, ketika masuk Islam harus seperti itu,” ungkap Kiai Didin.

Kiai yakin, dengan perkembangan dakwah di Papua umat Islam akan semakin banyak kedepannya. “Kita yakin insyaallah umat Islam di papua akan jaya,” harapnya.

Terkait tragedi penyerangan jamaah shalat Idul Fitri dan pembakaran masjid di Tolikara, menurut Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor itu ada grand design untuk kepentingan tertentu di Papua. “Pulau yang paling kaya di dunia itu Irian (Papua) dan disana itu setiap tahun minimal dua kali terjadi konflik. Kita berharap tragedi di Tolikara ini menjadi yang terakhir,” tandasnya.

Semoga Islam makin berjaya sebagai agama yang mengedepankan kedamaian rahmatan lil alamiin. Amiin.

Posted on 18 Desember 2015, in Agama and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: