Mengungkap Sepak Terjang dan Ajaran Kelompok Terlarang Gafatar

Deklarasi Gafatar

Deklarasi Gafatar

Serambimata.com – Munculnya kembali Gerakan Fajar Nusantara atau disingkat Gafatar kembali jadi sorotan publik. Berbagai media tiba-tiba ramai membicarakan kelompok yang secara resmi ditetatapkan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah sejak tahun 2012 lalu. Organisasi Masyarakat (ormas) tersebut diduga kuat berada di balik hilangnya dokter cantik Rica Tri Handayani serta sejumlah orang lainnya di Indonesia.

Ditemukannya dokter Rica di Kalimantan Barat setelah dinyatakan hilang beberapa waktu lalu menjadi cikal bakal munculnya nama lain yang hilang selain Rica. Ahmad Kevin Aprilio (16) dan Kukuh Pambudi juga hilang. Hingga sekarang, jejak keduanya belum diketahui.

(baca : Mengenal Gafatar/NKSA, Organisasi Terlarang Penyebab Hilangnya Dokter Cantik)

Lalu bagaimana sepak terjang dan ajaran  organisasi yang kental dengan warna jingga ini?

Dalam blog resminya, Gafatar yang sekarang berubah menjadi Negara Karunia Semesta Alam (NKSA) menuliskan garis perjuangan yang dilakukan adalah memperjuangkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Organisasi ini beranggapan nilai-nilai moral spiritual dan budaya nusantara mengalami kemerosotan.

Organisasi ini dipimpin oleh Mahful M Tumanurung mengatakan organisasi yang dipimpinnya tak menyentuh masalah keagamaan. Bahkan dia menyebutkan Gafatar tak akan mengubah bentuknya menjadi organisasi keagamaan.

“Masalah keagamaan bukanlah menjadi ranah kerja Gafatar. Urusan agama kita serahkan kepada ahlinya dan pribadi masing-masing,” kata Tumanurung dalam situs resmi Gafatar, Sabtu (28/2/2015) lalu.

Dalam blog lainnya, untuk menjadi anggotanya, calon anggota Gafatar diwajibkan mengucapkan tiga butir janji. Janji tersebut bersifat mengikat. Dalam blog lainnya juga terungkap, para anggota harus merelakan harta dan jiwanya untuk perjuangan organisasi ini.

“Kini, bangsa Indonesia telah sampai pada pintu gerbang kemerdekaan, tinggal selangkah lagi menuju kemerdekaan sejati. GAFATAR, GERAKAN FAJAR NUSANTARA hadir untuk meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa dan menggenapi apa yang diramalkan/dinubuahkan para leluhur untuk membangkitkan kembali kejayaan bangsa Nusantara, menjadikan bangsa Nusantara ini menjadi bangsa yang damai sejahtera.”

Sebelumnya,  kemunculan gerakan ini  sempat menimbulkan keresahan di Aceh. Sebuah toko yang dijadikan kantor oleh Gafatar Aceh di desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar digerebek oleh warga. Penggerebekan ini dilakukan karena warga menduga Gafatar menyebarkan aliran sesat.

Ratusan warga yang tiba di kantor tersebut Rabu (7/1/2016) sekitar pukul 10.30 WIB langsung menyerbu ke dalam kantor. Warga pun mengamankan sejumlah dokumen yang ada dalam kantor ini. Baik dokumen yang ada di lantai dua maupun di lantai satu.

Tak hanya itu, warga juga mendesak ulama Aceh menetapkan organisasi tersebut sebagai aliran sesat. Permintaan itupun langsung diamini.

Meski begitu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Fajar Nusantara (DPD Gafatar) Aceh, T Abdul Fatah membantah organisasi yang dipimpinnya membawa ajaran sesat. Dia berdalih organisasinya membawa visi Aksos (Aktualisasi Sosial) sesuai dengan butir-butir Pancasila.

“Kita gini, organisasi ini tidak membawa suku, agama, ras dalam bentuk apapun, lingkupnya nasional, siapapun putra-putri bangsa berhak mengikuti organisasi ini,” kata T Abdul Fatah, Rabu (7/1/2016) di tempat terpisah.

Saat disinggung bahwa warga menemukan beberapa dokumen mengarah adanya dugaan membawa aliran sesat. Seperti ditemukannya dokumen yang bertuliskan Masias, Ahmad Musadeq dan juga Milah Abraham. T Abdu Fatah berdalih semua tokoh-tokoh tersebut merupakan guru spiritual untuk pemberi semangat.

“Mesias itu guru selamat, itu guru spiritual kita. Ahmad Musadeq juga itu guru spiritual kita,” ujarnya.

Jauh sebelum aceh menetapkan Gafatar sebagai ajaran sesat, pemerintah juga menetapkan Gafatar sebagai organisasi terlarang sejak tahun 2012 lalu . Penetapan itu sesuai dengan surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012.

Pengikut Gafatar Tidak Wajib Sholat, Puasa dan Zakat Hingga tahun 2022

Dikutip dari Radar Lampung, harian ini melakukan penelusuran untuk membongkar  ajaran organisasi Gafatar. hasilnya, ditemukanlah salah seorang aktivis Gafatar berinisial Ha, seorang dosen swasta di Bandarlampung yang mengatakan “sesat dan gila bagi gafatr adalah anugerah”.

Meskipun Ha mengaku sudah tidak melakukan ritual lagi sehingga divonis sesat oleh organisasinya, tetapi  ia punya keyakinan dan dasar-dasar yang kuat kalau salat itu (hanya) ritual.  Namun ia menyatakan memang  banyak dalam organisasinya yang dianggap bertentangan. Salah satunya, keyakinan bahwa salat adalah ritual.

Berdasarkan data yang diperoleh  dari Kementerian Agama (Kemenag) Lampung, diketahui kalau Pimpinan Gafatar Lamteng,  Firman Sadiyo mendoktrin komunitasnya menjalankan ritual Islam. Namun, ia tidak mewajibkan salat, zakat, dan puasa sampai 2022. Kenapa 2022? Alasannya, Firman dan pengikutnya meyakini pada saat itu akan datang Ratu Adil yang bakal meluruskan seluruh persoalan di bumi ini.

Karena itulah, MUI Lamteng kemudian mengajak Firman berdialog dan pada akhirnya berhasil mengajaknya kembali ke Islam. Kasus ditutup dengan pernyataan tobat Firman dan pengikutnya.

Ahmad Musaddeq dianggap Rasulnya Gafatar

Beberapa aksi sosial sempat digalakkan Gafatar. Mulai donor darah hingga aksi peduli lingkungan dengan membersihkan sungai. Tapi belakangan diketahui hal itu itu cuma kedok karena diam-diam mereka buat aliran sendiri.

Para pengkut kelompok ini tidak  menjalankan salat dan menganggap rasulnya adalah Ahmad Musadeq, eks pimpinan Al Qiyadah Al Islamiyah. Kalimat syahadat pun diganti.

musaddeq

Ahmad Musadeq

Tak cukup sampai di situ, di dalam keluarga tertanam sikap  acuh tak acuh. Bahkan,  tidak dianggap sebagai saudara. anggota Gafatar terlihat seperti hidup sendiri. Mereka antipati dengan masyarakat lain. Orang yang bukan anggota Gafatar tidak dianggap saudara. Bahkan, saat ibunya meninggal, mereka tidak peduli.  Orang tuanya dianggap bukan bagian dari mereka.

Seperti diketahui, Ahmad Musadeq adalah pendiri dari Al Qiyadah Al Islamiyah. Menurut berbagai sumber, Al Qiyadah Al Islamiyah adalah sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang melakukan sinkretisme ajaran dari Alquran, Alkitab Injil dan Yahudi, juga wahyu yang diakui turun kepada pemimpinnya.

Musadeq sendiri menyatakan dirinya sebagai nabi atau mesias. Menurut Musadeq, wahyu yang diterimanya bukan berupa kitab tapi pemahaman yang benar dan aplikatif mengenai ayat-ayat Alquran yang menurut pendapatnya telah disimpangkan sepanjang sejarah.

Gerakan ini sempat disorot secara besar-besaran pada akhir tahun 2006 yang kemudian mengakibatkan keluarnya stempel sesat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 4 Oktober 2007.

Dirangkum dari berbagai sumber

Posted on 13 Januari 2016, in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: