Polri dan Pengamat : Pelaku Bom Sarinah Kelompok ISIS

image

Serambimata.com – Aksi bom bunuh diri dan baku tembak yang terjadi di Mal Sarinah di Jl. MH Thamrin, Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2016 mengingatkan pada aksi yang teror yang terjadi di kota Paris Prancis di penghujung tahun 2015 lalu. Dalam aksi yang menggemparkan dunia saat itu, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kajadian tersebut.

Sebagaimana yang terjadi di Paris, dengan melihat pola ledakan granat dan penembakan terjadi Indonesia hari ini,  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan menyatakan, para pelaku peledakan dan penembakan berasal dari kelompok ISIS.

“Dari grup ISIS,” katanya kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/1).

Pihaknya mengaku sudah mengetahui akan ada serangan teroris di Tanah Air. Karena itu, Polri belakangan melakukan penangkapan-penangkapan terhadap para tersangka teroris di sejumlah daerah.

“Bahwa akan ada ‘konser’ di Indonesia dan akan jadi berita internasional,” katanya.

Nasir Abbas yakin ISIS Pelakunya.

Pengamat terorisme, Nasir Abbas, meyakini pelaku bom bunuh diri di mal Sarinah di Jalan MH Thamrin tersebut adalah kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Nasir, yang juga mantan anggota kelompok militan Jemaah Islamiyah, bahkan menyebut pola bom bunuh diri di Sarinah adalah aksi mencontek penyerangan di Paris, Perancis, pada 14 November 2015. Polanya nyaris persis dengan insiden itu.

“Saya tidak meragukan: (pelaku bom bunuh diri di Sarinah) ini kelompok ISIS. Polanya sama. Mereka copy-paste (menyalin/meniru) di Paris,” kata Nasir dalam perbincangan dengan tvOne pada Kamis siang, 14 Januari 2015.

Nasir juga menganalisis fakta-fakta lain dalam peristiwa bom di Sarinah itu yang menyerupai serangan di Paris. Di antaranya, target serangan adalah aparat kepolisian dan tempat-tempat keramaian, seperti di kafe atau restoran.

Dia sebenarnya sedikit menerka bahwa ada rangkaian peristiwa sebelumnya yang disebutnya adalah persiapan atau prakondisi bom bunuh diri di mal Sarinah. Di antaranya, penangkapan sejumlah terduga teroris di beberapa daerah.

“Mereka yang ditangkap itu tidak sedikit; banyak. Itu rangkaian besar. Mereka (saat itu) sedang merencanakan operasi besar,” kata Nasir.

Rangkaian lain adalah penangkapan sejumlah pengikut kelompok teroris pimpinan Santoso di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Belakangan, berdasarkan hasil penyelidikan, memang diketahui ada keterkaitan antara penangkapan sejumlah terduga teroris dengan beberapa pengikut Santoso. Ditambah penangkapan beberapa warga asing, yakni Tiongkok, yang disebut sebagai bagian dari jaringan Santoso.

Dari berbagai sumber

Posted on 14 Januari 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: