Sempat Diperlakukan Tak Nyaman, Kusrin Perakit TV dari Barang Bekas Kini Terima Banyak Kejutan

image

Muhammad Kusrin saat bertemu Presiden Jokowi

Serambimta.com – Muhammad Kusrin tak pernah membayangkan kalau di penghujung bulan Januari 2016 dirinya akan menerima banyak kejutan, setelah sebelumnya ia sempat mendapat perlakuan tak nyaman atas kreatifitasnya merakit TV dari bahan bekas.

Buah tangan warga Karanganyar, Jawa Tengah itu justru membuatnya harus berurusan dengan hukum. Kejaksaan Negeri Karanganyar bahkan menyita TV buatan Kusrin dan memusnahkannya karena tidak memenuhi syarat sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Namun bak ketiban bulan,  Senin kemarin (25/1/2015) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Muhammad Kusrin untuk datang ke Istana. Tidak hanya dapat bertemu dan berbincang-bincang langsung dengan Presiden, ia bahkan mendapat tambahan modal dan sertifikasi Produk Penggunaan Tanda-Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI).

Dengan didampingi Istrinya Siti Aminah, Kusrin yang didampingi datang menemui Presiden Jokowi membawa TV hasil rakitannya. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Juru Bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi mengungkapkan, dalam pertemuan itu Kusrin memaparkan bisnis dan kendala-kendala yang ada di hadapan Jokowi.

“Dalam pertemuan itu disampaikan bisnis yang selama ini dijalani. Presiden cukup terkejut, ternyata produk yang dibuat oleh Pak Kusrin dari sisi profesional sudah jadi standar untuk bisa dikomersilkan,” ujar Johan.

Johan menambahkan, Presiden Jokowi juga memberikan bantuan kepada Kusrin. Diharapkan Kusrin mampu mengembangkan usaha dibidang industri kreatif itu dengan lebih baik lagi.

“Secara pribadi Pak Presiden memberikan bantuan tambahan modal, karena melihat effort Mas Kusrin meproduksi barang daur ulang,” kata Johan.

image

Kusrin didampingi Mengeri Perindustrian dan Johan Budi

Sementara itu, Menteri Perindustiran Saleh Husin yang mendampingi presiden Jokowi mengatakan pihaknya akan memberikan pembinaan untuk usaha Kusrin. Saat ini Kusrin sedang memproses untuk mematenkan merek dagangnya, yakni ‘Maxreen’.

“Kementerian Perindustrian ikut membina, sehingga apa yang dilakukan Pak Kusrin secara legal itu betul dan secara industri sudah layak untuk dijual ke konsumen. Ini adalah produk yang dihasilkan oleh Mas Kusrin. Dan SNI yang sudah didapat itu, inilah yang ditunggu oleh Mas  Kusrin selama ini. Kami akan melakukan pembinaan agar ke depannya nanti beliau mungkin mempunyai produk dengan merek sendiri, sehingga nilai jualnya akan lebih meningkat. Mereknya sekarang ini ‘Maxreen’, itu asal kata dari ‘Mas Kusrin’,” jelas Saleh.

Inovasi IKM UD Haris Elektronika dengan produk TV buatannya dinyatakan lolos uji di B4T dan berhak mendapatkan sertifikat SNI.

“SNI ini untuk tiga merek TV saya, Veloz, Zener, dan Maxreen. Semua sama, yang membedakan hanya warna untuk memberikan pilihan bagi konsumen,” kata Kusrin.

Pengusaha kecil berusia 37 tahun itu setiap hari memproduksi 150 unit televisi dengan harga jual Rp 400.000 sampai Rp 500.000 per unit yang didistribusikan di Karesidenan Solo sampai Yogyakarta.

“Saya senang, sudah plong dan lega, apalagi mengurus sertifikat SNI ini mudah dan murah. Sekarang saya dapat fokus kembali bekerja,” kata Kusrin.

Penerapan SNI dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sebelumnya, usaha kreatif Kusrin sempat disepelekan sejumlah pihak. Bahkan ia dianggap melanggar Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

image

Saat TV produksi Kusrin disita dan dibakar penegak hukum

Namun, saat datang ke Istana Negara Kusrin, justru justru mendapat sambutan positif dari Jokowi. Kusrin bahkan memamerkan produknya yang diberi merek MaxReen. Ia bahkan sudah memiliki kardus khusus untuk mengemas televisi hasil rakitannya.

Dari berbagai sumber

Posted on 26 Januari 2016, in Teknologi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: