3 Awrad yang Menjadi Benteng dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

image

Serambimata.com – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur mengingatkan kepala para alumninya untuk tidak melupakan tiga awrad (wirid) yang selama ini menjadi benteng dari Pesantren yang diasuhnya. Ketiganya adalah awrad utama yang saling mengokohkan yakni ratibul haddad, burdah dan tarhim.

Hal itu disampaikan Kyai Azaim pada acara reuni alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo se Nusantara yang dilaksanakan di Aula putra, Kamis (25/02/2016).

Cucu Kyai As’ad itu juga menjelaskan panjang lebar dan rinci terkait ketiga awrad yang menjadi tema Haul Majemuk Majemuk itu. Menurutnya asas tersusunnya ratibul haddad (ruh ratibul haddad) adalah dzikir yang kesembilan, yakni  
بسم الله والحمدلله والخير والشر بمشيئة الله

“Konsep dalam lafadz Bismillah mengandung makna ibtida’ kulli amrin dzi balin (إبتداء كل أمر ذي باي) awal dari segala amal/pekerjaan yang baik. Sedangkan dalam lafadz Alhamdulillah merupakan tanda syukur atas segala amal shalih yang telah dikerjakan. Ia adalah Khatimatu kulli syai‘ atau akhir dari segala do’a yang dikabulkan (خابمة كل دعاء مجاب). Maknanya, bahwa setiap pekerjaan yang baik harus diawali dengan bismillah dan harus diakhiri dengan alhamdulillah”. Papar Kyai Azaim.

Sedangkan Alhamdulillah dalam konteks Ratibul haddad diperjelas oleh akhir zdikir ratib  berupa kalimat :  
  يا ألله بها يا ألله بها يا الله بحسن الخاتمة

“Akhir dzikir ini merupakan penguatan dari lafadz Alhamdulillah yang merupakan khatimatu kulli du’a mujab (خاتمة كل دعاء مجاب)”. Jelas suami Nyai Hj. Nur As’adiyah tersebut.

Husnul Khotimah adalah hal yang sangat menentukan sebagai terminal akhir di kehidupan dalam rangka mencapai kebahagiaan di dunia akhirrat/sa’adah fi al-ajil wa al-ajil (سعادة فى العاجل والآ).

Dihadapan ribuan alumni, Kyai Azaim juga menjelaskan terkait dengan bacaan burdah yang menjadi bacaan rutin para santri dahulu.

“Burdah yang dibaca dengan berkeliling pondok merupakan sholawat Nabi yang aura spritualnya dingin. Sedangkan bacaan Tarhim merupakan awrad yang mencerminkan komunikasi dengan Allah (الصلة بالله)”. Jelas Kyai Azaim.

Berkenaan dengan semua, Kyai Azaim mengajak kepada seluruh alumni untuk merenungkan sebuah hadits Nabi yang diturunkan pada sepertiga malam sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, at Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud, Ad-Darimi, Ahmad bin Hambal, Ibn Hibban, an Nasa’i dan al-Baihaqi sebagai berikut:

حدثنا أبوالمان ، أخبرنى حدثنا أبواليمان ، أخبرنى شعيب ، عن الزهري ، حدثنى أبو سلمة بن عبدالرحمن ، وأبو عبدالله ، صاحب أبى هريرة ، أنّ أبا هريرة ، أخبرهما أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال : “ينزل ربنا كل ليلة حين بيقى ثلث الليل الآخر إلى السماء الدنيا فيقول : “من يدعونى فأستجيب له ؟ من يستغفرنى فأغفرله ؟ من يسألنى فأعطيه ؟ . “حتى الفجر

Di akhir penjelasannya terkait tiga awrad aurat tersebut, Kyai muda kharismatik itu mengingatkan bahwa penjelasan ini disampaikan bertujuan agar saat membaca beberapa awrad tersebut lebih dihayati (hudur)

Seperti diketahui, reuni alumni se Nusantara merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Haul Majemuk para Masyayikh pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. Setiap menjelang haul santri dan alumni diminta menyumbang bacaan al-Qur’an dan surat al-Ikhlas.

Terkait dengan hal tersebut, Kyai Azaim menjelaskan bahwa hadiah bacaan al-Qur’an dan surat al-Ikhlas dilakukan dalam rangka murabathah kepada masyayikh (المرابطة للمشايخ) yaitu terjalin eratnya hubungan spritual dengan para guru di pesantren Sukorejo.

“Kalaupun bacaan al-Quran dan Surat al-Ikhlas diumumkan di setiap Haul bukan berarti itu Riya’ dan tidak ikhlas, tapi semata-mata untuk syi’ar. Karena ikhlas itu antara kita sendiri dan Allah”, tegas Kyai Azaim.

Ada yang istimewa pada acara reuni alumni kali ini, yakni kehadiran al Habib Abdullah bin Muhammad al-Masyhur al-Haddar. Pada kesempatan itu, cicit pengarang Ratibul Haddad itu memberikan empat ijazah sekaligus kepada seluruh alumni yang hadir. Masing-nasing ijazah Ratibul Haddad, amalan agar bisa bermimpi bertemu Rasulullah, ijazah dalam membaca seluruh kitab karangan al-Habib al Haddad dan ijazah dari Abuya Sayyid Muhammad bin Muhammad al Maliki atas bacaan seluruh kitab karangan beliau.

Posted on 26 Februari 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Ada yang membuatku bertanya2 di forum ini, walaupun pertanyaan yang akan diajukan ini sudah lama terpendam dlm pikiranku. Pertanyaan tsb adalah, apa maksud dari dzikir يا الله بها karena di situ ada بها yang majrur dg huruf ba’ dan ada بحسن الخاتمة yang juga majrur dg huruf yg sama. Mohon penjelasan bagi siapa saja yang memahaminya. Syukron.

    Suka

  2. aq kmarin hadir di acara itu, namun aku gk sempat menghafal bacaan amalan agar bisa bermimpi bertemu Rasulullah yang di ijazahkan kemarin,… mohon ditulisya,…

    Suka

  3. Ini sip pasti milik alumni sukorejo ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: