Sinetron Effect, Sepasang Bocah SD Pelukan Naik Motor Ninja

image

Dua bocah seusia SD di atas motor ninjanya, tanpa helm di jalan raya

Serambimata.com – Inilah yang dikhawatirkan banyak orang, gaya hidup  dan penampilan sinetron tak mendidik di televisi menginspirasi anak Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Hingga tidak sedikit terlihat anak-anak yang sudah mulai bergaya mirip sinetron yang sedang digandrungi di televisi-televisi.

Bak cerita Sinetron pula, Sepasang bocah seusia Sekolah Dasar (SD) dengan nekat dan percaya diri berpelukan mesra. Yang bikin heboh, kedua cowok-cewek yang diduga berusia 12 tahun itu  sedang asyik mengendarai motor merek Kawazaki jenis Ninja 250 cc berwarna putih. Si cowok di depan sedang si cewek memeluk dari belakang.  Keduanya tak pakai helm pula. Sungguh nekat!.

Meskipun motor yang dikendarai mereka dipacu dengan kecepatan sedang, namun pemandangan tersebut bikin geleng-geleng kepala siapapun yang melihatnya.

Gambar dua bocah yang  menggebohkan itu diunggah seorang netizen bernama Armand Joger Setiawan yang mengunggahnya pertama kali di akun Facebookmiliknya. Dalam status Armand disebutkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 23 Februari 2016 di wilayah Kampial, Nusa Dua, Bali.

“Jelas ini pemandangan yang bikin siapa pun jantungan. Saya merasa terancam dan cemas dengan pemandangan ini, karena selain dibawah umur mereka juga tidak pake helm mengendarai sepeda motor sport yg HP/BodyWeight rationya sangat fantastis,” tulis Armand di Facebooknya.

“Melihat pemandangan kayak begitu, ingin kita teriak, orangtuanya mana sih?” Lanjut Armand.

Beberapa kolega Armand menanggapi foto tersebut dan mengatakan jika kedua bocah itu sudah tertular adegan-adegan sinetron masa kini yang kurang mendidik.

Kita berharap kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat itu, bisa dilihat dan dirasakan  insan pertelevisian Indonesia. Merekapun menyadari betapa dahsyatnya pengaruh acara yang ditayangkan bagi pembentukan moral dan kepribadian anak-anak Indonesia.

Tak ketinggalan, di sini peran orang tua juga sangat kuat dan menentukan. Sebagai orang yang palig dekat dan paling sering berinteraksi dengan anak dituntut bijak dalam memilah dan memilih acara yang layak dan tidak layak ditonton anak-anak.

Posted on 2 Maret 2016, in Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Tapi mungkin saja yang di bonceng itu adiknya kan?

    Suka

  2. para haters cm mencari” kesalahan. Fuck

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: