Pasca Putusan OKI Boikot Produk Israel, Inilah Produk Mereka yang Beredar di Indonesia

image

Serambimta.com – Setelah pelaksaan Konferensi Tingkat Tinggi  negara-negara tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berakhir 7 Maret kemarin, salah satu keputusan penting yang menjadi fokus perhatian dunia adalah ajakan seluruh negara OKI, termasuk Indonesia untuk memboikot produk-produk buatan Israel.

Keputusan yang tertuang dalan Deklarasi Jakarta itu mendapat dukungan luas terutama masyarakat yang menentang deskriminasi dan penjajahan.

Namun, yang menimbulkan tanda tanya, apa ada produk-produk Israel beredar dan dijual di Indonesia ? Ternyata, seperti dilansir di laman Merdeka, menurut keterangan Kementerian Perdagangan, rupanya beberapa produk berlabelkan ‘made in Israel’ memang dijual di pasar Indonesia.

1. Kurma
image

Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat bahwa pada Juni 2012 Indonesia mengimpor kurma dari Israel. Tercatat sebanyak 20,6 ton kurma masuk ke Indonesia.

Nilai perdagangan kurma tersebut, menurut BPS, mencapai USD 191.300.

2. Jeruk Shantang
image

Tidak hanya kurma, Indonesia juga mengimpor buah dari Israel. Jeruk Shantang asal Israel masuk Indonesia pada April 2012.

Tercatat sebanyak 0,666 ton Jeruk Shantang masuk Indonesia. Nilai perdagangan ini mencapai USD 709.

3. Mainan
image

Impor mainan dari Israel masuk dalam kategori jenis mainan lainnya atau bagian mainan (other toys and parts) dengan kode HS 9503009900.

Sepanjang 2013, Indonesia sudah mengimpor mainan asal Israel dengan total nilai USD 830 dengan berat 26 Kilogram. Impor mainan ini terus berlanjut pada Januari 2014 dengan nilai USD 358 dengan berat 14 Kilogram.

4. Produk logam dan bahan kimia
image

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo, mengatakan rendahnya nilai impor dari Israel tersebut dikarenakan jenis produk yang bernilai murah, seperti kondensor, turbin kecil, bekas senjata berbahan tembaga dan alumunium, dan bahan-bahan kimia.

“Contohnya besi, di sana (Israel) mengirim kita besi bekas yang nanti kita olah lagi. Kalau kita boikot ya kita bisa produksi besi sendiri atau kita cari di negara lain,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta menghasilkan dua dokumen kesepakatan yaitu Resolusi dan Deklarasi Jakarta.

Resolusi berisi mengenai posisi kemerdekaan Palestina, sedangkan Deklarasi Jakarta berisi adanya langkah-langkah konkret OKI untuk memperjuangkan kebebasan Palestina. Salah satu poin dalam Deklarasi Jakarta adalah mengajak seluruh negara OKI untuk memboikot produk-produk milik Israel.

Staf Khusus Kemendag Iman Pambagyo saat masih menjabat sebagai Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) tidak membantah kalau barang Made In Israel ada yang beredar di pasar Indonesia. Hal ini juga dianggap legal karena tidak ada pembatasan khusus perdagangan antara Indonesia dan Israel.

“Saya cuma dengar. Dengar ada barangnya dan saya tahu. Barangnya itu ya kemungkinan Made In Israel,” kata Iman ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta.

Data dari kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Israel cukup positif. Tahun 2007, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 124.100 dan meningkat menjadi USD 116,4 juta pada tahun 2008. Tahun 2009, total perdagangan dua negara mencapai USD 91.613 juta dan kembali meningkat menjadi USD 117,5 juta pada tahun 2010.

Data tahun 2011 menunjukkan, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 69,6 juta. Dan hingga pertengahan 2012 sudah mencapai USD 79 juta.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor dari Israel ke Indonesia pada 2015 hanya tercatat sebesar USD 77 juta. Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo mengatakan jika Indonesia memboikot masuknya barang produk Israel, maka pemerintah bisa memproduksi sendiri atau bisa mengimpor dari negara lain.

Klarifikasi Dari Istana Kepresidenan

Satu hari setelah penutupan Konferensi Tingkat Tinggi OKI, seperti dilansir Kompas, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo mendorong negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memboikot produk-produk Israel.

Menurut Johan, produk yang dimaksud Jokowi adalah kebijakan di tanah Palestina dan bukan produk berupa barang.

“Yang dimaksud itu bukan produk, bukan barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikotkan, sebenarnya bukan,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Johan menegaskan, boikot yang dimaksud Jokowi berkaitan dengan boikot terhadap kebijakan Israel di tanah pendudukan Palestina. Boikot itu dimaksudkan pada dukungan kemerdekaan Palestina dari Indonesia.

“Jadi, bukan boikot produk kayak makanan gitu, bukan. Konteksnya kan boikot kebijakan, larangan Israel di Palestina,” ujar Johan.

Posted on 10 Maret 2016, in Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Govlok OKI itu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: